Takdir Yang Memilih

Takdir Yang Memilih
Introgasi


__ADS_3

Keluarga Aditama di kejutkan dengan permintaan Gezia yang benar-benar membuat mereka tidak percaya. Gadis itu datang dan meminta keluarganya berkumpul termasuk Tante Syifa dan keluarganya. Lalu dia mengumumkan bahwa dia ingin segera menikah dengan Adlan. Bahkan di saat keluarganya tidak tahu kapan mereka berhubungan yang lebih dari sebagai Kakak dan adik saja.


Semuanya ingin menggeplak kepala gadis itu agar sadar. Karena permintaan dia yang tidak masuk akal. Minta segera di nikahkan dengan Adlan, membuat semuanya malah berpikir yang tidak-tidak.


"Sekarang juga jujur, apa kamu sudah melakukannya dengan Adlan? Sampai kamu memaksa ingin di nikahkan mendadak seperti ini. Jika benar itu terjadi, Kakek benar-benar akan menghapus namamu dari keluarga Aditama"


Gezia malah ingin tertawa mendengar ucapan Kakek. Bagaimana dia bisa melakukan hal di luar batas, jika pada awalnya saja dia tidak tahu kalau yang dia rasakan adalah jatuh cinta. "Kakek ku yang tersayang, bagaimana Zia bisa melakukannya kalau pernyataan cinta saja baru terjadi tadi siang"


Semua orang semakin melongo mendengar ucapan Gezia. Gadis itu memang luar biasa jika membuat orang terkejut dengan tingkah lakunya.


"Zi, jangan bercanda ahh" Mama juga tidak percaya dengan anaknya ini. Bagaimana dia ingin menikah dengan Adlan, sementara mereka pun belum pernah mempunyai hubungan yang serius.


"Gak bercanda Ma, Zia serius. Kalian gak mau 'kan kalau sampai Zia tidak tahan dan malah melakukan hal di luar batas sebelum waktunya. Jadi, segera nikahkan Zia dan Kak Adlan biar kalian bisa tenang"


"Allahuakbar Kak Zia" Erlita sampai tidak habis fikir dengan Kakak sepupunya yang bisa seenaknya minta di nikahkan dengan sangat tidak sabar.


"Ahh. Papa benar-benar tidak mengerti akal pikiran kamu Zia. Biar Papa bicara sama Adlan saja, kamu benar-benar tidak bisa di percaya"


"Lah, aku jujur kok. Tanyain aja sama Kak Adlan kalau gak percaya. Emang aku udah ngajak dia nikah dan dia setuju tuh"


"Eh Kak, setuju si setuju. Tapi Kakak minta nikah kayak minta di beliin kerupuk deh. Maksa banget" kata Erlita, si gadis asal ceplos

__ADS_1


Semuanya bubar dari kumpul keluarga yang di adakan Gezia ini. Semuanya hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar permintaan gadis itu. Sungguh hal yang tidak bisa di sepelekan. Menikah? Itu hal sakral dan tidak bisa di anggap sepele dan tidak bisa terburu-buru juga. Tapi, Gezia terlihat begitu yakin dengan keinginannya untuk segera menikah dengan Adlan.


Tanpa menunggu hari besok, Papa benar-benar langsung menghubungi Adlan. Tidak jauh beda dengan Ganesh, Papa juga takut jika anak perempuannya akan tersakiti atau hanya di permainkan oleh pria. Meski itu Adlan, pria yang sudah Papa anggap seperti anaknya sendiri. Tapi, dia tetap harus memastikan jika pria itu tidak akan menyakiti anak perempuannya.


Adlan yang baru saja selesai makan harus di kejutkan dengan panggilan dari Presdir perusahaan GE. Dengan sigap Adlan segera mengangkat telepon itu.


"Hallo Om?"


"Datang ke rumah sekarang, aku ingin berbicara denganmu"


Deg


Adlan sudah tahu apa yang ingin di bicarakan persdir padanya. Seharusnya dia sudah bersiap sejak tadi tentang hal ini. Tapi sebagai seorang pria sejati, Adlan tidak boleh menghindar hanya karena segan atau takut pada keluarga Gezia. Adlan harus percaya diri dan meyakinkan mereka jika dia memang pantas bersanding dengan Gezia.


"Ke ruang kerja Kakek saja Dlan"


Adlan mengangguk, dia segera ke ruangan kerja Kakek dan juga Papa. Mengetuk pintu sampai orang di dalam sana mengizinkanya masuk. Suasana cukup tegang dengan adanya Kakek yang duduk di kursi depan meja kerjanya dengan Papa yang berdiri di belakangnya. Keduanya menatap Adlan dengan serius, membuat pria itu cukup gugup menghadapi keduanya.


"Duduk" titah Kakek


Adlan mengangguk dan segera duduk di kursi depan Kakek, hanya terhalang meja kerja saja. Kakek menatap serius padanya. "Jadi, kau benar-benar serius jngin menikahi cucu ku?"

__ADS_1


Adlan mengangguk yakin, dia memang sudah lama menyimpan perasaan itu pada Gezia, hanya saja waktu itu dia tidak berani mengungkapkannya karena sadar akak posisinya. Tapi, setelah tadi siang Gezia sendiri yang mengungkapkan duluan tentang perasaannya. Dia juga siap menerima Adlan dengan segala kekurangannya. Maka, apalagi yang harus Adlan ragukan. Saat ini dia hanya perlu percaya diri dan meyakinkan keluarga Gezia jika dirinya memang pantas untuk Gezia.


"Iya, saya siap menjaga Gezia hingga akhir hidup saya. Saya mencintainya dan saya akan selalu menjaganya. Memang tidak ada jaminan yang bisa saya berikan pada keluarga Zia, selain saya akan menjaganya dan mencintainya hingga akhir hayat"


Kakek menoleh ke arah Papa, dan mereka saling melempar padangan dengan senyuman tipis di bibirnya. "Sepertinya anakmu telah memilih yang terbaik"


Papa mengangguk menanggapi ucapan Kakek barusan. Sementara Adlan masih di buat bingung dengan dua pria beda usia di depannya ini. Jadi apa dirinya di terima sebagai calonnya Gezia, atau tidak? Adlan malah bingung sendiri. Papa berjalan mendekat ke arahnya, dia menepuk dua kali bahu Adlan. "Bersiaplah, kita adakan acara pernikahan kalian bulan depan"


Setelah berkata seperti itu Papa langsung keluar dari ruangan. Sementara Adlan seperti tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya. Kakek berdiri dan juga menepuk bahu Adlan sebelum dia ikut keluar dari ruangan ini. Adlan masih terdiam di tempat duduknya. Dia masih merasa jika ini adalah mimpi. Tapi semuanya adalah nyata, setelah sekian lama rasa terpendamnya tidak di sangka akan berbuah manis. Dia bisa benar-benar bersama dengan gadis yang dia suka sejak lama. Dan keluarganya pun menyetujui itu.


Sementara di tempat yang berbeda, Gezia sedang di introgasi dengan tiga wanita beda usia. Ada Mama, Tante Syifa dan juga Erlita yang tidak pernah mau ketinggalan soal beginian. Mama dan Tante Syifa berdiri di depan Gezia yang sedang duduk di pinggir tempat tidur. Menatap gadis itu dengan serius.


"Jadi sejak kapan kalian saling menyukai?" tanya Tante Syifa


Gezia menghela nafas, memang ketiga wanita beda usia ini pasti ingin tahu tentang ceritanya kenapa bisa dengan tiba-tiba Gezia ingin segera menikah dengan Adlan. Mereka pasti di buat bingung dengan hal itu. Karena selama ini tidak sekalipun dari mereka melihat Gezia dekat dengan seorang pria apalagi pacaran. Tapi malam ini dengan sangat mengejutkan dia mengatakan jika dia ingin segera menikah dengan Adlan. Siapa yang tidak akan terkejut akan hal itu.


Akhirnya tanpa di lebih-lebihkan atau di kurangi, Gezia benar-benar menceritakan semuanya. Tentang perasaannya yang sudah lama tapi dia tidak menyadarinya hingga Tyas yang membuatnya sadar kalau perasaan yang dia rasakan selama ini adalah cinta. Semuanya Gezia ceritakan termasuk tentang pernyataan cintanya tadi siang. Dan hal itu membuat Mama, Tante Syifa dan Erlita tertawa terbahak mendengarnya. Tidak percaya jika Gezia akan sebodoh itu. Akhirnya suara tawa memenuhi ruangan itu.


Bersambung


Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya..

__ADS_1


Ada karya temanku lagi nih..



__ADS_2