
Kadang cinta tak bisa memilih akan berlabuh dimana. Seperti yang dialami Ganesh, di saat dirinya menyangka jika hatinya hanya untuk Seira seorang. Tapi nyatanya cinta sebenarnya dan cinta sejatinya adalah Tyas. Bukan Seira. Takdirnya adalah Tyas.
Saat ini keluarga Aditama sedang berjalan dengan mobil masing-masing menuju restaurant yang telah di pesan oleh Kakek khusus untuk keluarganya. Suasana restaurant yang ramai dengan satu keluarga ini. Canda tawa terdengar begitu meriah. Membuat yang melihatnya akan merasakan bahagia juga. Kabar kehamilan Gezia membuat semuanya ikut bahagia.
"Selamat ya Zi, aku ikut senang mendengarnya"
"Iya Kak, pokoknya minta do'anya sampai nanti aku lahiran"
"Iya pasti aku do'ain yang terbaik untuk kamu dan calon bayimu ini"
"Iya Kak, makasih. Oh ya kapan kalian siap untuk photoshoot lagi?"
"Hah? photoshoot apalagi Zi? Kan aku udah gak hamil, jadi gak perlu jadi model ibu hamil kamu lagi dong"
"Hahaha.. Ya bukan jadi model Ibu hamil lagi Kak. Aku 'kan belum kasih hadiah untuk kelahiran Gweny ini...."
"Iya, mana hadiahmu. Kau ini masa sama ponakan sendiri gak mau kasih hadiah" potong Ganesh
Gezia langsung menatap kesal Kakaknya itu. "Diem dulu makanya, dengerin dulu. Aku udah siapkan desain terbaru untuk Kak Tyas dan Gwen. Jadi kalian bersiap saja untuk photoshoot keluarga dan Newborn photography untuk baby Gwen"
"Wah itu Kakek mau ikutan, Kakek mau di foto sama Gwen berdua"
Semua orang tertawa mendengar keinginan Kakek yang terlihat begitu antusias dengan acara Newborn photography yang di rencananya Gezia.
"Tenang Kek, sudah pasti boleh sekali untuk Kakek tersayang aku ini. Apasi yang enggak buat Kakek"
"Dih, bilang aja minta uang jajan tambahan 'kan" Ledek Erlita yang tahu akal bulus sepupunya yang sedang merayu Kakek itu.
"Udah tenang aja, Kakek akan tanggung biaya Newborn photography nya Gwen"
"Yess.. Gak jebol-jebol amat dong aku.. Haha" Gezia terlihat senang mendengar ucapan Kakek.
__ADS_1
"Dasar gak modal, mau kasih hadiah aja harus minta patungan dari Kakek" ledek Ganesh
"Ehh. Desain yang aku berikan untuk keluarga kecil Abang ini apa tidak mahal. Kau tahu tarif semua desain yang aku buat"
Ganesh hanya diam, tidak bisa lagi berkutik karena dia tahu berapa uang yang telah di keluarkan oleh Gezia untuk membuatkan desain untuk keluarga kecilnya ini. Anggota keluarga yang lain hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat kelakuan mereka yang selalu saja saling mengejek dan juga seringkali memanfaatkan siatuasi untuk mendapatkan uang lebih dari Kakek.
Di saat seperti, tak henti Tyas mengucap syukur karena bisa masuk ke dalam anggota keluarga yang baik ini. Yang menerima kehadirannya dengan baik. Sungguh tidak sia-sia kesabarannya selama ini berbuah manis. Pria yang sama sekali tidak mencintanya, kini bisa lebih mencintainya. Apalagi telah hadir buah hati di antara mereka.
"Gwen, gemes gemes..." Erlita menoel-noel pipi gembil Gweny yang sedang di gendong oleh Ayahnya.
"Papi Lita mau deh punya adik lagi"
Uhuk..uhuk..
Tante Syifa langsung terbatuk-batuk mendengar ucapan asal anaknya itu. Ohh Ayolah, dia sudah berumur mana mungkin bisa memiliki anak lagi. Jika pun bisa dia tidak mau karena sudah tua terlalu beresiko untuk hamil lagi.
"Wah kode keras tuh Om, kayaknya Erlita sudah tidak sabar ingin mempunyai bayi lagi" kekeh Ganesh di akhir kalimatnya.
"Bisa si bisa Mas, tapi kan gak mungkin. Punya mereka berdua saja sudah bikin aku pusing. Tiap hari berantem terus" kata Om Erwin
"Dia saja Pi, aku enggak" kata Erland datar
"Dih apaan si, kau itu gak ada hormat-hormatnya ya pada Kakakmu ini"
"Kakak apaan, kita itu hanya lahir beda beberapa menit doang"
"Ya tetep aja, aku lahir lebih dulu darimu"
"Tuhkan kalian lihat sendiri, kadang aku suka pusinh ngeliat kelakuan mereka. Padalah udah pada dewasa" kata Om Erwin melihat kelakuan anak-anaknya
Semuanya hanya tertawa melihat perdebatan Saudara kembar itu yang belum selesai tentang membahas jarak lahir mereka yang hanya berjarak beberapa menit saja.
__ADS_1
Karena kesal dengan sikap Erland yang tidak mau kalah dengan Erlita. Di saat Erlita berkata 10 kata, tapi Erland hanya berkata dua kata saja tapi sudah berhasil membuat Erlita mati kutu. Jadi sekarang dia memilih keluar restaurant bersama Gezia untuk berjalan-jalan sebentar di sekitaran mall.
Erland terdiam menatap keromantisan Ganesh dan Tyas. Dia sedang menyuapi istrinya yang sedang menyusui Gweny. Ada rasa ingin menikmati masa itu di hati Erland. Tapi dengan siapa? Dia saja baru lulus kuliah dan baru akan melanjutkan ke jenjang selajutnya. Namun ada satu wajah yang tiba-tiba melintas di fikirannya. Erland segera menggelengkan kepala mengusir bayangan itu. Bayangan gadis yang selalu mengejar-ngejarnya sampai saat ini. Bahkan dia rela melakukan hal bodoh hanya demi mendapat perhatian dari Erland. Tapi bodohnya Erland masih saja cuek dan dingin padanya.
...🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬...
Gweny yang menangis membuat Tyas langsung menuju kamar anaknya itu. Tyas melihat Gweny yang sedang di gantikan baju oleh Bu Diah. Pantas saja menangis, Gweny memang selalu rame saat di ganti baju. Menangis dengan kaki dan tangan yang menendang-nendang. Sangat menggemaskan.
Selesai memakan baju, Gweny segera Tyas gendong dan dia menyusui bayinya itu sambil duduk di atas tempat tidur. "Makan dulu Bu, belum makan kan dari tadi. Biar Gwen sama Tyas dulu"
"Baik Neng, terimakasih"
"Iya Bu"
Beruntung sekali rasanya saat Bu Diah bisa mendapatkan majikan seperti Tyas. Yang baiknya tidak ketulungan.
"Mimi yang banyak ya, biar cepet gede. Nanti lusa kita 'kan mau photoshoot sama Aunty Zia"
Tyas sedang mengajak ngobrol bayinya yang sedang asyik menampung air asinya. Bersyukur karena Tyas tidak kekurangan asi. Jadi anaknya bisa full asi tanpa harus di bantu dengan susu formula.
Kebahagiaan seorang Ibu yang tidak bisa diceritakan dalam sebuah kata. Tyas benar-benar bahagia bisa sampai di titik ini. Menjadi istri dan Ibu. Hal yang mungkin di harapkan oleh semua wanita di luar sana.
Hidup yang tidak di sangka akan bahagia pada akhirnya. Setelah banyak tangis dan air mata yang Tyas lewati selama ini. Ini kisahnya, kisah takdir yang memilih dirinya untuk menjadi pendamping Ganesh selamanya. Meski tidak mudah dan banyak sekali rintangan. Namun kesabaran dan keikhlasan nya telah merubah segalanya.
Kini seolah berbanding terbalik, jika saat dulu Ganesh yang tidak sama sekali mencintai Tyas bahkan sangat membencinya. Tapi, kini suaminya itu sungguh sangat mencintai Tyas. Bahkan terkesan sangat bucin padanya.
Bersambung
Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya..
Yuk mampir di karya temanku ini.. Ceritanya sangat bagus..
__ADS_1