
Terlihat banyak polisi yang berjaga di toko elektronik itu, mereka menunggu atasan Nadia.
...****************...
Berapa saat kemudian.
Terlihat Faisal, Nicho, dan juga Nadia tengah berjalan di dalam mall mereka pergi mencari toko baju yang bagus.
Faisal memperhatikan Nadia"apa ada yang salah?" tanya Faisal.
Nadia yang awalnya berjalan menunduk tiba-tiba menatap Faisal dengan malu"aku tidak apa-apa" ucapnya.
"Di mana tempat membeli baju yang bagus?" tanya Nicho sembari memakan es krim.
"Ada beberapa toko bermerek seperti Gucci dan yang lainya" jawab Nadia.
"Itu terlalu norak aku tidak menyukainya" ucap Faisal.
"Baiklah ayo pergi ke toko baju biasa saja" ucap Nadia.
...****************...
Beberapa saat kemudian.
Faisal dan yang lainya tengah berdiri menunggu taxi.
"Kalian membeli banyak sekali barang" ucap Nadia.
"Aku ke sini hanya membawa dompet dan hp saja" ucap Faisal sembari ia membuka kotak hp yang baru ia beli.
"Haduh kalian ini" ucap Nadia menggelengkan kepalanya.
Tak lama kemudian taxi pun tiba.
...****************...
Di dalam taxi.
Faisal fokus bermain hp sedangkan Nicho terlelap tidur.
"Aku benar-benar tak menyangka apa yang terjadi tadi" gumam Nadia sembari memandangi bayangan Faisal dari kaca mobil.
"Ini kali pertamaku merasakan sebuah perasaan yang aneh ketika kepalaku di sentuh oleh seorang pria, bukan perasaan risih atau marah tetapi bahagia yang tak bisa ku ukur" gumam Nadia.
"Tangannya lembut serta hangat" gumam Nadia sembari mencium tangannya yang sebelumnya di pegang Faisal.
...****************...
Sesampainya mereka di apartemen yang di maksud Nadia.
Tak perlu waktu lama Faisal membeli kamar yang berada tepat di depan kamar Nadia.
Apartemen tersebut telah di lengkapi dengan perabotan seperti kasur di setiap kamar, sofa, lampu, lemari, serta ac semuanya lengkap.
__ADS_1
"Untuk harga 20 ribu dolar sepertinya ini cukup sepadan" ucap Faisal sembari menarik nafas panjang serta memandangi apartemen yang begitu luas dan kelihatan bersih dengan arsitektur moderen yang membuatnya terasa nyaman ketika di pandang.
Nicho tak berbicara sedikitpun ia langsung berjalan menuju salah satu kamar dan tidur.
"Sepertinya ia terlalu lelah" ucap Nadia.
"Kau sebaliknya tidur ini juga sudah larut aku akan menemui mu besok" ucap Faisal sembari menatap Nadia.
"Baiklah" Nadia menjawab dengan menunduk.
Nadia pun berjalan menuju kamarnya yang berada tepat di depan kamar Faisal, Faisal menunggu Nadia masuk ke dalam kamarnya.
"Dia adalah wanita yang baik" gumam Faisal sembari membawa masuk semua barang belanjaannya.
"Garuda kau mengatakan jikalau orang-orang di restoran China itu bukanlah manusia sebenarnya mereka apa?" gumam Faisal.
"Mereka adalah Skin Walker, mereka mencuri tubuh manusia dan berpura-pura menjadi orang tersebut" jawab Garuda dalam pikiran Faisal.
"Jadi mereka itu sejenis monster" ucap Faisal sembari ia duduk di sofa.
"Bisa di bilang begitu tetapi, mereka juga merupakan informan yang bagus kau dapat menjadikan mereka sebagai mata-mata" ucap Garuda dalam pikiran Faisal.
"Sebenarnya rahasia apa yang kau miliki Faisal, aku terkejut saat mengetahui kau dapat pergi ke dunia lain" ucap Garuda dalam pikiran Faisal.
"Untuk hal ini aku tak dapat memberitahu apapun, anggap saja aku adalah orang yang sangat beruntung" jawab Faisal.
"Kau bertemu dengan dewa api terkuat dari daftar dewa api surga, ia bernama Yama api yang ia miliki sama panasnya dengan api neraka tak ada objek di dunia yang dapat selama dari api ini" ucap Garuda.
"Ya api itu adalah sesuatu yang paling di takuti oleh para roh yang gentayangan bahkan para iblis juga ketakutan saat melihat api itu" jawab Garuda dalam pikiran Faisal.
"Cukup bagus" gumam Faisal.
...****************...
Keesokan harinya.
"clik" Faisal keluar dari kamarnya.
"Loh kamu sudah bangun?" tanya Nadia yang kebetulan berada di depan pintu Faisal.
"Ah iya, aku ingin joging di taman sepertinya akan seru, kamu juga mau joging?" jawab Faisal sembari memperhatikan pakaian Nadia ia mengenakan jaket olahraga serta sepatu lari.
"Loh kok kamu tau aku mau joging, mau bareng?" ucap Nadia sembari tersenyum.
"Boleh" jawab Faisal.
Merekapun mulai berjalan.
"Sudah berapa lama kamu tinggal di sini?" Faisal sembari berjalan santai menuju tangga.
"Aku sudah tinggal di sini kurang lebih 2 tahun" jawab Nadia.
"Wah cukup lama ya,'jadi kau bekerja di toko itu sudah dua tahun?" ucap Faisal sembari menatap Nadia.
__ADS_1
"Tidak, aku baru bekerja dua bulan di sana sebelumnya aku bekerja di restoran bintang lima namun aku di pecat karena menolak tawaran pelanggan" jawab Nadia.
"Tawaran apa?" tanya Faisal bingung.
"Tawaran untuk tidur dengannya, managerku mengatakan jikalau orang itu merupakan salah satu pemilik saham restoran jadi aku di paksa untuk menurutinya dengan ancaman akan di pecat" jawab Nadia.
"Jadi kamu memilih di pecat?" tanya Faisal.
"Tentu saja!, aku telah menjaga kehormatan ku selama 20 tahun apa akan di lakukan ayahku jikalau ia tahu aku di sini menjual diri" jawab Nadia dengan kesal.
Tiba-tiba Faisal memegang kepala Nadia sembari tersenyum"kau memang hebat, kamu harus menjaga kesucian serta kecantikan mu untuk suamimu di masa depan" ucap Faisal.
Nadia memalingkan wajah ia malu.
...****************...
Taman masih sepi karena matahari belum terbit.
Keadaan taman masih gelap hanya di terangi oleh lampu jalan yang redup, terdapat merpati yang beterbangan serta hinggap di beberapa tempat.
Terlihat pula beberapa orang yang joging bahkan memancing.
"Apakah kau melakukan ini setiap pagi?" tanya Faisal sembari ia joging bersama Nadia.
"Tidak setiap hari, jikalau aku merasa lelah aku tak akan melakukannya" jawab Nadia.
"Hmm, kota ini sangat indah namun udaranya tidak begitu baik" ucap Faisal.
"Ya namanya juga kota" ucap Nadia.
"Kau berangkat ke kampus jam berapa?" tanya Faisal.
"Biasanya jam 9 atau jam 10 terkadang juga aku masuk sore atau malam" jawab Nadia.
"Peraturan di kampus lebih fleksibel dan santai" ucap Faisal.
"Ya, meskipun begitu kita juga harus menjadi disiplin" jawab Nadia.
"Aku memilih untuk sekolah di Amerika karena banyak liburnya" ucap Faisal.
"Sudah ku tebak, sepertinya kau adalah orang yang memiliki dunia yang sangat sibuk kau menjadikan sekolah hanyalah pelengkap saja" ucap Nadia.
"Aku terlalu sibuk, lagi pula sekolah ku telah hancur saat break terjadi di Indonesia" ucap Faisal.
"Loh kamu mengalami kejadian itu?, aku membacanya di berita pada awalnya aku sangat khawatir kepada keluargaku dan meminta mereka untuk pindah ke Amerika tetapi" ucap Nadia.
"Duar..!" suara tembakan ke arah Nadia.
"Awas" ucap Faisal sembari memeluk Nadia.
...****************...
Bersambung..
__ADS_1