Teleport System

Teleport System
Episode 28 Mendadak


__ADS_3

Keesokan harinya.


Terlihat Faisal tengah berjalan-jalan di jalan kota sembari mengamati pembangunan yang tengah berlangsung, terlihat Cedric berjalan sembari menulis di catatan.


"Para warga kini tinggal di cam pengungsi yang di buat kemarin karena hampir semua bangunan rumah mengalami kerusakan kecil ataupun besar" ucap Cedric menjelaskan kepada Faisal yang mendengar sembari memperhatikan pembangunan.


"Total dana yang di habiskan 200 koin emas untuk makanan dan juga bahan baku pembangunan, kemungkinan besar dalam lima hari semua akan selesai dan siap untuk di gunakan kembali" ucap Cedric.


"Baiklah, untuk saat ini roda perekonomian kota tengah berhenti karena pembangunan yang terjadi secara besar-besaran dan untuk kebutuhan warga di sediakan oleh istana. Kau berikan imbalan untuk warga yang ingin bekerja membantu pembangunan sebesar 15 tembaga perharinya" ucap Faisal.


"Yang mulia bukankah sudah cukup banyak dana yang kita keluarkan, jika di tambah lagi hamba takut kita akan kehabisan dana yang mulia" ucap Cedric.


"Jangan khawatir dengan melakukan ini kita sama saja memberikan modal untuk para warga saat rumah dan toko mereka telah jadi, mereka sudah tak memikirkan tentang makanan selama di cam dan mereka dapat mengumpulkan hasil kerja untuk modal bisnis atau yang lainya" jawab Faisal.


"Untuk itu memang bagus namun 15 koin tembaga hanya cukup untuk makan sekali saja yang mulia anda seperti memberikan upah kepada anak-anak, UMR kerajaan ini para buruh di berikan 5 koin perak" ucap Cedric.


"Oh,'maaf aku kurang mengerti mengenai mata uang baiklah berikan mereka 10 perak dalam sehari, kita mendapatkan tenaga kerja dan juga kita menghemat dana jikalau mereka mengalami kelaparan atau musibah yang lainya karena memiliki uang simpanan" ucap Faisal.


"Baiklah yang mulia akan ku tambahkan" ucap Cedric sembari menulis.


"Maaf yang mulia karena menggangu anda, utusan empat suku telah datang dan menunggu di pintu gerbang" ucap seorang prajurit.


"Loh bukanya mereka sudah melakukan transaksi?" ucap Faisal yang terlihat kebingungan.


"Benar, sepertinya ada hal yang mendesak" ucap Cedric.


"Ayo kita pergi ke sana" ucap Faisal sembari berjalan ke arah kuda yang di parkir di dekat rumah.


...****************...


Di pintu gerbang.


Terlihat empat orang pria dengan perawakan tinggi besar dan rambut yang panjang gimbal tengah berdiri di depan gerbang.


"Greek.." suara pintu gerbang yang terbuka.


Empat pria itu menoleh ke arah gerbang secara bersamaan.


Terlihat Faisal dan Cedric berdiri di balik gerbang.


"Mereka berada di ranah master" gumam Faisal sembari berjalan ke arah empat pria tersebut di temani Cedric yang masih membawa catatan.


"Salam penasehat Cedric" ucap salah satu pria yang berada di depan, ia memiliki tubuh yang lebih kecil dan ramping di banding empat orang lainya, rambutnya berwarna hitam ke abu-abuan, ia mengenakan pakaian yang menutupi tubuhnya kecuali tangan serta ja memakai jubah yang terbuat dari kulit beruang.


"Salam Hagen, siapa orang-orang di belakang mu itu" jawab Cedric sekaligus bertanya.


"Mereka adalah perwakilan dari empat suku" jawab Hagen.

__ADS_1


"Ada keperluan apa hingga kalian datang ke sini secara bersamaan tidak seperti biasanya" ucap Cedric.


"Ini mengenai penyerangan yang terjadi kemarin lusa" jawab Hagen.


"Mereka mengabaikan diri ku" gumam Faisal sembari memperhatikan perwakilan dari empat suku.


"Baiklah mari masuk ke dalam, kita bicarakan sambil meminum teh" ucap Cedric.


...****************...


Di tempat makan istana.


Terlihat Faisal dan yang lainya tengah duduk.


"Jadi bagaimana..?" tanya Cedric.


"Kami telah menyaksikan serangan yang terjadi terhadap kota salju dan kami merasa prihatin dan siap untuk membantu, di karenakan jikalau kota ini di kuasai musuh maka kami juga yang akan mengalami masalah" ucap Hagen kemudian ia meminum teh.


"Aku benar-benar tidak di anggap" gumam Faisal yang terlihat kesal.


"Yang mulia mereka ingin membantu kita untuk mempertahankan kota ini" ucap Cedric.


"Aku tau" jawab Faisal.


"Yang mulia..? apa dia tuan kita ini?" tanya Hagen yang terlihat kebingungan.


"Bukankah ia adalah orang idiot yang bodoh, mengapa bisa ia berubah menjadi yang sekarang?" tanya Hagen.


"Itu tidak penting untuk di bicarakan, jadi apa yang dapat kalian berikan kepada kami untuk membantu?" ucap Faisal dengan tegas.


"Dia mengerti bahasa kami?" ucap Hagen terlihat terkejut.


"Aku juga baru mengetahuinya" ucap Cedric yang terlihat terkejut.


"Bukan hanya bahasa mu tapi juga bahasa mereka bertiga yang dari tadi menghina Cedric karena memberikan mereka teh bukan bir" ucap Faisal dengan wajah datar.


"Maaf atas kelancangan teman saya" ucap Hagen.


"Aku terkejut dengan diri mu karena memiliki sikap yang tak seperti teman mu, kau lebih memahami tentang tatakrama kerajaan, bisa kau beritahu alasannya" ucap Faisal sembari berdiri kemudian berjalan ke sebuah lemari.


"Aku merupakan Hagen Bjarte, aku merupakan putra sulung kepala suku Bjarte yang berisi kebanyakan para ahli strategi, dan juga yang berbau mengenai kecerdasan dan kepintaran" jawab Hagen sembari berdiri.


"Bagiamana dengan teman-teman mu?" tanya Faisal sembari mengambil beberapa botol bir di dalam lemari.


"Pria gendut itu bernama Asmund Ralf yang merupakan pewaris dari suku Ralf yang memiliki kekuatan pertahanan yang tak dapat di hancurkan" ucap Hagen sembari menunjuk ke arah pria gendut dengan brewok tebal berwarna Oren kemerahan.


"Di sampingnya adalah Jorvik Thorvaldr yang merupakan pewaris suku Thorvaldr yang memiliki kekuatan layaknya beruang yang buas" ucap Hagen menunjuk kepada seorang pria berambut panjang dan brewok panjang berwarna kuning atau pirang.

__ADS_1


"Dan yang terakhir Jorn Jyri merupakan pewaris kepala suku Jyri yang merupakan suku pengerajin" ucap Hagen sembari menunjuk ke arah pria yang memegang palu.


"Baiklah salam kenal untuk kalian semua, ambil bir ini" ucap Faisal sembari melempar botol-botol bir bermerek kepada mereka.


"Ini adalah bir yang ku beli lewat toko system, harganya mahal karena ongkir antar dimensi" gumam Faisal sembari membuka tutup bir tersebut.


"jadi bagaimana dengan kesepakatan yang akan kita buat?" tanya Faisal.


"Semua tergantung dengan anda tuan" jawab Hagen.


"Aku yang memutuskan?" tanya Faisal.


"Benar yang mulia" jawab Hagen.


"Aku ingin suku kalian tinggal di kota salju, aku akan memberikan tempat tinggal, pekerjaan, dan juga perlindungan kepada kalian" ucap Faisal.


"Yang mulia ini mustahil untuk di lakukan yang mulia" jawab Hagen.


"Mengapa?" tanya Faisal.


"Kami dapat mengirim prajurit untuk membantu melindungi namun tak dapat indah ke kota ini karena, hal ini harus di putuskan dan di setujui oleh para penatua suku kami masing-masing bukan kami yang memutuskan kami ke sini hanya dapat memutuskan berapa banyak prajurit yang akan kami pinjamkan" jawab Hagen.


...****************...


Bersambung...



Nama: Hagen Bjarte


Umur: 23 tahun.



Nama:Asmund Ralf


Umur: 26 tahun



Nama: Jorvik Thorvaldr


Umur: 28



Nama: Jonr Jyri

__ADS_1


Umur: 29 tahun


__ADS_2