
"Dengan cara apa kau ingin mati?" tanya pangeran Raksha.
"Tak salah orang-orang menyebut mereka sebagai raja iblis, bahkan kekuatan dari sekte ortodoks tak membuat mereka gentar"
"Jangan bercanda kekuatan mereka bahkan dapat menandingi organisasi pagoda surgawi, hanya sekte ortodoks saja apa hebatnya"
"Ku dengar mereka akan segera berperang dengan kekaisaran Utara karena raja Darsa menculik tunangan dari pangeran Ejaan"
"Kekaisaran Utara akan hancur oleh kekuatan raja iblis kau lihat saja tetua sekte ortodoks di buat menjadi boneka"
"Mendengar ucapan mereka aku semakin tertarik untuk menjalin hubungan diplomatik dengan kerajaan Aloka, kerajaan Earth harus memiliki banyak pendukung seperti kerajaan hebat ini" gumam om Hendra sembari memperhatikan ponton berbicara.
"Raksha lepaskan dia jangan buat keributan aku ingin melihat peserta berikutnya" ucap raja Darsa.
"Kali ini kau selamat, cepat bawa murid sampah mu itu" ucap pangeran Raksha dengan emosi sembari melempar tetua itu.
Segera tetua itu terbang sembari menggendong muridnya.
"Aku tak dapat melihat kekuatan dari pangeran Raksha meskipun 100 persen kekuatanku telah kembali yang mana aku berada di level kaisar puncak" gumam Faisal sembari memperhatikan pangeran Raksha yang tengah berjalan dengan wajah kesal.
"Saudara aku akan mengundurkan diri dan sebaiknya kau juga begitu" ucap peserta di samping Faisal.
"Kenapa?" tanya Faisal.
"Sayembara ini hanyalah jebakan untuk kita semua jenderal Raksha tak pernah ingin menyelenggarakan sayembara yang mana hadiahnya adalah putrinya, sepertinya raja Darsa sengaja untuk membunuh pemuda berbakat salah satunya Qiu mo" jawabnya.
"Kau benar lebih baik kau menyerah" ucap Faisal.
"Tunggu apa maksudmu?" tanya peserta itu kebingungan saat melihat Faisal berjalan masuk ke arena.
Stadion yang awalnya ramai dengan suara orang yang berbicara seketika menjadi hening sesaat Faisal masuk ke dalam arena.
Semua orang menatap Faisal dengan kebingungan.
"Aku Alexander ingin mengikuti sayembara" ucap Faisal sembari berjalan naik ke atas panggung yang telah rusak.
Semua orang masih terdiam seakan terhipnotis melihat Faisal yang berjalan dengan percaya diri hingga aura kebijaksanaan terpancar begitu jelas.
Hawa sejuk yang di bawa Faisal membuat semua orang merasa tenang di saat mereka menatap Faisal yang terlihat begitu berwibawa langkah kakinya penuh akan makna yang tersembunyi.
Tanpa basa-basi meskipun semua orang masih terdiam Faisal segera memegang busur.
__ADS_1
Tanpa di duga busur itu di angkat olehnya dengan mudah selayaknya sedang mengangkat busur panah biasa.
"Busur ini memiliki berat yang dengan busur panah kayu biasanya, aku tak dapat melihat mantra atau jimat serta arai di sini" gumam Faisal sembari memperhatikan busur yang ada di tangannya.
Perlahan Faisal berusaha menarik benang busur tersebut benang tersebut berhasil di tarik oleh Faisal hingga ke ujung dan sesaat ia melepas benang itu ke langit tercipta sebuah anak panah berwarna emas yang secara ajaib melesat ke langit dan membuat ledakan yang sangat besar hingga mampu di lihat oleh orang-orang di kerajaan lain.
Raja Darsa tersenyum lebar kemudian tertawa.
Seketika pangeran Raksha meluncur ke arah Faisal kemudian memukul Faisal dengan kekuatan penuh.
Dengan sigap Faisal menangkis pukulan tersebut dengan busur namun ia masih terkena efek hempasan yang membuatnya terhentak di tembok.
Tak cukup dengan itu pangeran Raksha melakukan serangan lagi.
"Tak..!"
Terlihat raja Darsa menahan serangan pangeran Raksha dengan satu tangan"sudah kita dapatkan memenang dari sayembara kali ini, Alexander akan menjadi suami dari putri jendral Raksha dan akan mewarisi gelar wakil jenderal" ucap raja Darsa.
"Kak..!" ucap pangeran Raksha dengan tegas sembari berjalan mendekati Faisal ia kelihatan marah.
"Kita bicarakan di dalam" ucap raja Darsa.
"Sayembara di tutup..!" teriak raja Darsa kemudian pergi sembari membawa Faisal.
...****************...
Beberapa saat kemudian di aula kerajaan Aloka terlihat raja Darsa dan ketiga adiknya tengah duduk di kursi mereka tak hanya itu terlihat pula Faisal dan juga putri Saras yang tengah berdiri di depan mereka.
"Ayah aku tak ingin menikahi orang ini, aku tak ingin menikah!" ucap putri Saras dengan cepat karena emosi.
"Aku akan membunuhnya" ucap pangeran Raksha sembari menarik pedangnya keluar.
Faisal hanya berdiri dengan tenang.
"Faisal apa kau menerima tawaranku?" tanya raja Darsa.
Pangeran Raksha seketika terdiam dan menatap kakaknya.
"Apa keuntungan yang ku dapatkan jika menerima tawaran itu?" tanya Faisal.
"Kau telah mendapatkan keponakanku dan juga gelar wakil jenderal apa lagi yang kau inginkan?" tanya raja Darsa.
__ADS_1
"Bukankah itu adalah hadiah atas kemenangan ku" ucap Faisal.
"Orang ini berani berbicara seperti itu kepada paman" gumam putri Saras sembari menatap Faisal.
"Baiklah apa yang kau inginkan?" ucap raja Darsa seolah pasrah.
"Apa yang terjadi kepada kakak mengapa ia menjadi seperti ini?" gumam pangeran Barsha.
"Apa anda dapat menjamin keselamatan saya?" tanya Faisal.
"Tentu" jawab raja Darsa.
Tiba-tiba Faisal berlutut kemudian berkata"murid ini memberi hormat kepada master"
Seketika tercipta senyum yang lebar dari wajah raja Darsa.
"Apa..!" teriak semua orang di dalam ruangan itu dengan terkejut.
"Paman apa kau bercanda?" ucap putri Saras kebingungan.
"Kak apa kau sedang sakit atau kau sedang terluka?" tanya pangeran Karsha.
"Seorang Darsa yang tak Sudi mengajari adiknya tiba-tiba mengangkat seorang pemuda asing sebagai muridnya" gumam pangeran Raksha.
Raja Darsa berdiri dan menghampiri Faisal yang tengah berlutut, dengan tersenyum raja Darsa menyentuh kepala Faisal"sebagai hadiah karena mulai saat ini kau menjadi muridku aku akan memberikanmu pedang darah naga ini untukmu" ucap raja Darsa sembari memberikan pedang.
"Misi pertamamu adalah mencuri hati keponakanku" ucap raja Darsa menggunakan telepati.
"Sial kau belum mengajariku apa-apa tetapi telah memberikan sebuah misi. Ku harap kau telah mengajariku semua yang ingin kau ajari sebelum mati saat pangeran Ejaan menyerang" ucap Faisal menggunakan telepati.
"Kau orang paling kurang ajar yang pernah ku temui, kau jangan khawatir aku akan menang dan dalam perang ini" ucap raja Darsa menggunakan telepati.
"Pernikahan akan di lakukan dua hari lagi, keputusanku telah bulat jika ada pertanyaan cari sendiri jawabnya aku ingin tidur" ucap raja Darsa sembari berjalan pergi.
"Kak" ucap pangeran Raksha sembari mengejar raja Darsa.
"Meskipun kita menikah jangan berharap bahwa diriku akan menjadi milikmu kau hanya beruntung karena di lindungi oleh paman jika tidak aku akan membunuhmu" ucap putri Saras sembari berjalan pergi dengan kesal.
"Kau pria yang menarik, aku menyukaimu" ucap pangeran Barsha.
...****************...
__ADS_1
Bersambung...