Teleport System

Teleport System
Episode 121 paviliun yang megah


__ADS_3

"Selamat datang tuan-tuan ingin pesan apa?" tanya wanita itu sembari memberikan buku menu.


Elias menatap wanita itu seakan sedang melihat bidadari.


"Bawa semua makanan yang paling enak" jawab Faisal.


"Wah kami mendapatkan pelanggan besar kali ini, bagaimana dengan araknya" ucap pelayan wanita sembari tersenyum.


Mulut Elias terbuka lebar saat melihat sang pelayan tersenyum.


"Plak"


"Jangan mempermalukan yang mulia" bisik Akin.


"Ada arak jenis apa di tempat ini?" tanya Faisal.


"Arak mawar merah, arak mawar putih, dan yang terbaik arak mawar emas" jawab pelayan wanita dengan ramah.


"Berikan kami tiga botol arak mawar emas" ucap Faisal.


"Bagaimana dengan kamarnya, apa kalian ingin menginap di penginapan ini?" tanya pelayan itu.


"Bisa kami pesan 4 kamar" jawab Faisal.


"Wah.. kalian sengat beruntung malam ini dewa bulan akan tampil dan hanya para pengunjung penginapan yang dapat menontonnya, kalian dapat makan malam bersama jikalau dapat membuat dewi bulan terkesan" ucap pelayan wanita dengan antusias.


Faisal membalas dengan senyuman.


Pelayan itupun pergi.


Elias memandangi pantat wanita itu dengan mata penuh nafsu.


"Plak"


"Sudah ku bilang jangan permalukan yang mulia, jaga mata mu kita ini orang terhormat tidak boleh bermain dengan wanita malam mereka itu kotor" ucap Akin.


Elias menunduk.


"Walaupun mereka wanita malam bukan berarti mereka kotor, jangan pandang seseorang dari pekerjaannya kita tidak pernah tau kondisi apa yang ia alami hingga memilih menjadi wanita malam" ucap Faisal menasehati Akin.


"Tapi mereka bekerja untuk memuaskan hasrat para lelaki" ucap Akin menyangkal.


"Jika sebuah berlian jatuh ke dalam tumpukan kotoran apa berlian itu berubah menjadi kotoran?" tanya Faisal.


"Tidak"bawah Akin.


"Apa berlian itu akan tetap berharga atau tidak?" tanya Faisal.


"Tentu berharga" jawab Akin sembari menunduk.


"Baiklah kau sudah paham, untuk saat ini memang benar pekerjaan mereka itu kotor tetapi hal itu tak menentukan hati mereka juga kotor" ucap Faisal.


"Maaf yang mulia" ucap Akin menyesali perkataannya.


"Kita harus fokus dengan misi, lihat makanan yang kita pesan telah tiba" ucap Faisal sembari melirik ke arah pelayan wanita yang tengah berjalan membawa makanan menuju meja Faisal.

__ADS_1


Makanan yang sangat banyak dan bervariasi menggugah selera hanya dengan melihatnya, wangi dari masakan itu menusuk hidung dan membuat air liur mengalir.


Tak tahan melihat makanan yang kelihatan benar-benar enak Elias dan Akin segera mengambil mangkuk dan memakan makanan tersebut.


"Yang mulia maafkan mereka" ucap Donal sembari tersenyum.


Faisal membalas senyuman Donal"santai saja cepat makan dan habiskan" jawab Faisal sembari mengambil mangkuk.


Selang beberapa waktu arak pesanan Faisal datang.


Meja telah berisi Elias dan Akin telah menghabiskan semua makanan hingga tak tersisa.


Faisal penasaran dengan arak tersebut ia segera membuka botol, seketika tercium aroma manis dan sedikit asam menusuk hidung.


Dalam sekejap seisi restoran melirik ke arah Faisal karena aroma arak mawar emas yang sangat terkenal dan mahal.


"Bangsawan dari mana dia"


"Apa dia adalah pangeran"


"Wah pria itu membeli satu botol anggur mawar merah itu setara dengan senjata tingkat mistik"


"Apa memang semahal itu minuman ini?" gumam Faisal sembari menuang arak ke gelas.


Air liur menetes dari mulut Elias dan Akin tak sabar untuk mencicipi arak tersebut.


Faisal meminum arak tersebut.


"Rasanya cukup enak tetapi tidak seenak anggur di bumi" gumam Faisal.


Faisal pergi ke arah balkon yang sangat besar.


Balkon menyajikan pemandangan dari seisi kota yang sangat terang dan bersinar meski di siang hari cahaya dari setiap bangunan masih terasa.


Faisal menghisap rokok sangat dalam.


"Hei pria kaya dari mana kau berasal?" tanya seorang wanita.


Faisal melirik wanita itu lalu mengabaikannya.


Wanita itu mendekati Faisal"mamaku Olivia" ucap wanita itu sembari menawari jabat tangan.


Faisal menatap tangan wanita itu yang terlihat sangat halus kemudian ia menepisnya seraya berkata"Alexander" kemudian ia pergi ke sudut balkon.


Wanita itu menatap Faisal sembari tersenyum"pria yang menarik" pikirnya.



Nama: Olivia Wilde


umur:19 tahun


level:grand master puncak


"Nona apa perlu ku bunuh pria sombong itu?" tanya seorang pemuda tampan yang tiba-tiba muncul di samping Olivia.

__ADS_1


"Tak perlu ia kelihatan menarik" jawab Olivia sembari tersenyum.


"Tempat ini malah tapi tidak bisa memberi ketenangan" gumam Faisal.


...****************...


Saat malam hari.


Di sebuah ruangan yang megah seperti aula dansa, terlihat sebuah panggung di ujung ruangan.


Seluruh orang yang menginap datang ke pesta ini tak terkecuali Faisal dan yang lainya.


Seluruh mata tertuju kepada Faisal karena ia mengenakan pakaian yang begitu indah di bantu tampang yang sangat menawan.


Tak kalah tampan Elias, Akin, dan juga Donal menjadi pusat perhatian hingga banyak wanita yang mengerumuni mereka.


Faisal berjalan dengan wajah dingin membuat para wanita segan mendekatinya dan hanya berani menatap dari jauh.


"Dewi bulan akan membawakan lagu malam ini, aku mendengar jikalau ia akan mengajak seseorang untuk makan malam bersamanya"


"Aku juga mendengar rumor itu oleh sebab itu aku menginap malam ini"


Faisal duduk di sudut ruangan sembari memperhatikan sekeliling.


"Aku telah menghabiskan 20 batang emas untuk makanan 2000 batang emas untuk satu botol arak dan 200 batang emas untuk menginap selama satu minggu. Sial aku telah menghabiskan hampir 5 triliun jika di bumi aku pasti mendapatkan fasilitas yang lebih" gumam Faisal merenung dengan wajah serius.


Akin dan yang lainya berpencar.


Olivia tiba-tiba duduk di meja yang sama.


"Bukankah itu putri Olivia"


"Seorang jenderal perang datang ke sini"


"Hei mau pesan minuman?" tanya Olivia.


"Berhenti memata-matai ku, aku bisa saja membunuh prajurit yang kau kirim mereka hanya berada di level Elder" bisik Faisal.


Olivia terkejut"bagaimana bisa ia mengetahui tentang para assassin?" gumam Olivia terkejut.


"Jika ingin berkenalan gunakan cara yang normal, aku dapat membunuh mu jika aku merasa terganggu" ucap Faisal sembari mengeluarkan aura untuk menekan Oliva.


"Huk" Oliva batuk darah serta tubuhnya gemetar tak dapat bergerak.


Faisal menarik auranya kemudian merangkul Olivia"aku ini pria berbahaya bisa saja aku menikmati tubuhmu" bisik Faisal di dekat telinga Olivia membuatnya ketakutan.


Faisal menyuapi minum ramuan yang seketika menyembuhkan luka dalam milik Olivia kemudian ia pergi sambil tersenyum.


"Dasar bajingan" bisik Olivia dengan kesal sembari menatap Faisal penuh benci.


"Dasar wanita dia pikir dia siapa" gumam Faisal sembari berjalan ke arah meja yang lain.


Seketika semua orang duduk ke meja yang telah di siapkan.


...****************...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2