Teleport System

Teleport System
Episode 45 memperluas koneksi


__ADS_3

"Anak ini bodoh atau idiot, ia menceritakan pekerjaan ayahnya yang merupakan rahasia negara" gumam Faisal.


"Mengapa kau tinggal di sini, ayah mu tinggal di mana?" tanya Faisal.


"Semenjak ibu dan ayah bercerai aku lebih memilih pergi dan tinggal sendirian di kota ini, ayah ku mengatakan selalu mengirim uang yang banyak namun aku hanya menerima uang yang bisa di katakan kurang namun ibu mencukupinya" jawab Nicho sembari menunduk dengan sedih.


"Sepertinya aku memang harus menghubungi Jarot untuk menanyakan hal ini" gumam Faisal.


"Kuatkan diri mu, kau adalah seorang lelaki kau harus menjadi kuat menahan semua cobaan dan jangan pernah menyerah pada diri mu" ucap Faisal sembari memegang pundak Nicho kemudian ia berdiri.


Perlahan Nicho mengangkat pandangannya dan menatap Faisal yang telah berdiri.


...****************...


Singkat cerita sekolah telah usai dan para siswa antusias untuk pulang kerumah, terlihat jalan menuju gerbang di penuhi oleh murid.


Terlihat Faisal berjalan di tengah kerumunan sembari memainkan hp, di sampingnya Nicho berjalan sembari membuka sebuah makanan ringan.


"Halo" ucap Faisal dalam telepon.


"Halo, ada apa sal" jawab Jarot dalam telepon.


"Aku ingin menemui mu tolong jemput aku di sekolah, dan juga tolong jangan membuat keributan dengan membuat parade atau menjemput ku dengan mobil yang terlalu mewah" jawab Faisal.


"Eeee.. bagaimana kalau anda datang bersama dengan anak-anak ku" tanya Jarot.


"Jangan, jika kau tak bisa menjemput aku akan datang menggunakan taxi" ucap Faisal.


"Baiklah aku akan menjemput mu, kau jangan khawatir" jawab Jarot.


"Baiklah" ucap Faisal kemudian menutup telepon.


Nicho menatap Faisal sembari menekan keripik"siapa itu?" tanya Nicho dengan mulut penuh kripik hingga muncrat saat ia berbicara.


"Dia teman ku" jawab Faisal tetap fokus pada layar hp.


"Halo tante" ucap Faisal.


"Iya ada apa Faiz?" tanya tante Nita dalam telepon.


"Aku akan pergi ke tempat teman ku jadi aku akan pulang terlambat, jangan khawatir aku akan makan dengannya" jawab Faisal.


"Hei pulang lah terlebih dahulu ke rumah, kau pasti lelah bagaimana jika kau sakit" ucap tante Nita.


"Dah aku tutup telponnya" ucap Faisal sembari menutup telpon.


"Sal aku pulang duluan" ucap Nicho tanpa Faisal sadari mereka telah berada di gerbang.


"Oh, baiklah hati-hati di jalan" jawab Faisal dengan tatapan fokus ke hp.

__ADS_1


"Sepertinya ia sibuk" gumam Nicho sembari berjalan meninggalkan Faisal.


...****************...


Singkat cerita di kediaman Jarot.


Terlihat Faisal turun dari mobil yang terparkir di tepat di depan rumah Jarot yang sangat besar dan mewah.


Terlihat Jarot berjalan dari pintu ke arah Faisal.


"Hai Faisal lama tak jumpa" ucap Jarot sembari menjabat tangan Faisal.


"Bagaimana kamar mu?" tanya Jarot.


"Aku baik bagaimana dengan mu" jawab Faisal sekaligus bertanya mereka kemudian berjalan masuk.


"Tentu saja saya baik" jawab Jarot.


"Aku memerlukan bantuan mu" ucap Faisal.


"Bocah ini selalu saja berterus-terang ia tak ingin basa-basi" gumam Jarot.


"Bantuan apa yang kau perlukan?" tanya Jarot.


"Aku ingin membeli beberapa peralatan dan bahan dan juga memerlukan cetak biru dari beberapa senjata" jawab Faisal.


"Anda ingin meminta saya membelikannya?" tanya Jarot.


"Baiklah aku memiliki teman yang paling cocok untuk itu, aku akan mengantarkan mu kepadanya sekarang juga" ucap Jarot.


"Baguslah" ucap Faisal.


...****************...


Singkat cerita saat di dalam mobil.


"Seperti apa teman mu itu?" tanya Faisal.


"Dia merupakan seorang bupati di sebuah kota, ia menjadi bupati hanya untuk menutupi bisnis gelap nya, ia merupakan salah satu bandar dagang dunia hitam" jawab Jarot yang tengah menyetir.


"Ia menjual apa saja?" tanya Faisal.


"Ia melakukan penyelundupan senjata api, bom, bahan material, bahan tambang, obat, narkoba, dan juga manusia" jawab Jarot.


"Perdagangan manusia?, apa itu masih terjadi di jaman ini" tanya Faisal yang terkejut mendengar pernyataan tersebut.


"Ya tentu masih ada, para bandar membeli manusia sesuai kebutuhan mereka, di dunia hitam manusia yang di tangkap atau di tawan lebih rendah di banding hewan peliharaan" jawab Jarot.


"Tapi teman ku ini sebenarnya tak ingin melakukan hal tersebut namun karena ia bekerja untuk organisasi ia tak memiliki pilihan lain, tekam ku merupakan veteran perang yang telah pensiun" jawab Jarot.

__ADS_1


"Jika aku berhubungan dengan orang ini maka secara tidak langsung aku akan masuk ke dalam lingkungan tikus berdasi dan juga politik" gumam Faisal.


"Kau jangan khawatir dia adalah sahabat ku" ucap Jarot.


"Sebenarnya aku tak yakin dengan apa yang ingin ku beli namun aku hanya ingin memperluas koneksi ku" ucap Faisal.


"Tidak masalah kau merupakan pelindung geng palu langit dan tentu saja kau akan ku perkenalkan kepada koneksi yang ku miliki" ucap Jarot.


"Baguslah jika seperti itu" ucap Faisal.


"Aku harus segera kembali ke kota salju dengan membawa obat-obatan yang banyak untuk bella dan juga persediaan kota" gumam Faisal.


"Sal kau harus ingat dia memiliki kekuatan yang besar bahkan ia dapat menggunakan tenaga dalam secara bebas walau tidak besar namun ia telah termasuk menjadi master yang di segani di provinsi ini" ucap Jarot dengan serius.


"Aku bahkan dapat membakar mobil ini dengan mana ku, untuk apa aku takut padanya" gumam Faisal.


...****************...


Singkat cerita sampailah mereka di rumah jabatan bupati di salah satu daerah.


Jarot keluar dari mobil"ayo kita masuk" ucap nya sembari menutup pintu mobil.


Faisal keluar dari mobil kemudian ia berjalan mengikuti Jarot.


"Aku sengaja hanya membawa mobil Avanza mati pajak agar para satpol tidak curiga" ucap Jarot.


"Teman ku ini menutupi identitasnya dengan sangat hati-hati bahkan keluarganya tak mengetahuinya" ucap Jarot sembari membuka pintu rumah.


Terlihat seorang pria tengah berdiri di tengah ruangan, pria itu terlibat muda dengan rambut berwarna hitam pekat, pria itu memiliki dada yang bidang dan juga tinggi, ia mengenakan jas hitam dengan bagian dada di buka ia tengah meroko.


"Lama tak jumpa sob" ucap Jarot sembari tersenyum dan ia mempercepat langkahnya menuju pria tersebut.


"Duak" Jarot di tendang saat dekat dengan pria tersebut.


Terlihat Jarot terpental jauh ke belakang dengan cepat namun beruntung Faisal menahan bagian belakang Jarot dengan tangan kirinya, ia masih berdiri tegak dengan tangan kanan masuk ke dalam kantung celana.


Pria tersebut tersenyum"anak SMA ini menarik" gumam nya.


Terlihat Faisal marah matanya seakan bersinar dengan kobaran api.


"Faisal tenangkan diri mu dia adalah teman yang ku maksud" ucap Jarot.


...****************...


Bersambung....



Nama: Sobran Gandrung

__ADS_1


Umur:53 tahun


__ADS_2