
"Lihat raja yang angkuh itu" ucap Harold sembari menatap tajam Bravogar.
"Raja Bravogar terlalu fokus dengan peperangan hingga ia lupa dengan keluarganya" ucap Cedric.
"Aku dapat merasakan apa yang di rasakan oleh raja Bravogar, kekecewaan yang begitu besar" ucap Harold.
...****************...
Di dalam ruang rahasia.
Terlihat Richard telah terbaring dengan luka sayatan di dadanya cukup dalam.
Richard tengah sekarat ia menangis"ayah tolong" bisik nya.
Tiba-tiba Faisal muncul di hadapan Richard dengan tampilan aslinya.
"Alex?" gumam Richard terkejut.
perlahan Richard berjalan dengan pelan serta nafas yang terasa kuat membuat Richard panik setengah mati.
"Aku ingat saat kecil" ucap Faisal sembari menginjak dada Richard yang terluka dengan pelan.
"Aku terluka karena saudaramu" ucap Faisal sembari ia menekan dada Richard perlahan demi perlahan membuat Richard berteriak kesakitan.
"Kau datang menekan luka yang ku terima hingga aku pingsan karena tak mampu menahan rasa sakit itu" ucap Faisal sembari ia menginjak-injak dada Richard penuh emosi.
"Ampun..! ampun..! maaf"
Richard memohon ampun dengan mulut yang mengeluarkan darah ia kelihatan sangat menderita.
Tak berhenti dengan itu tiba-tiba Faisal mengeluarkan ramuan penyembuh lalu menuangkannya ke seluruh tubuh Richard.
Belum pulih dengan sempurna Faisal kembali melakukan penyiksaan yang begitu mengerikan ia memotong seluruh jari milik Richard dengan belatih panas yang membara.
"Alex ku mohon maafkan aku maafkan aku!"
Sekali lagi Richard memohon ampun sembari menangis.
Selang beberapa waktu.
Tubuh Richard telah bermandikan darah hingga membuat tanah di sekitar tubuh Richard basah dengan darah hingga menggenang.
Terlihat Faisal tengah duduk di samping Richard sembari ia menghisap rokok dengan puas.
"Ampun... ampun.. ampun.."
Richard tak berhenti meminta ampun.
Terlihat dari kejauhan Elias berlari ke arah Faisal.
"Apa yang terjadi kenapa kau tak kunjung kembali?" teriak Elias sembari berlari ke arah Faisal.
"Aku bingung bagaimana cara mengangkat dirinya, aku tak ingin mengotori tubuhku dengan darahnya yang hina dan kotor itu" jawab Faisal dengan santai.
__ADS_1
"Aaaaa...!"
Elias sangat terkejut hingga ia diam mematung dengan mulut yang menganga lebar.
"Kau apakan pangeran Richard hingga menjadi seperti itu?" tanya Elias dengan panik.
"Aku tak sengaja menginjaknya" jawab Faisal dengan santai sembari ia menikmati rokok.
"Apa kau pikir aku bodoh, kondisinya sangatlah mengerikan bahkan aku saja tak mengenali tubuhnya dari jauh, raja Bravogar pasti akan murka" ucap Elias.
"Masa bodo dengan raja Bravogar putranya telah melakukan tindakan asusila dan ia sudah sepantasnya mendapatkan hukuman yang berat" ucap Faisal.
"Tetapi dia adalah anak dari raja Bravogar, raja Bravogar yang merupakan raja yang begitu di segani di benua Dump satu-satunya raja yang bersedia hidup di perbatasan untuk keselamatan seluruh umat di benua ini" jelas Elias.
"Ya aku tak melimpahkan kesalahan Richard ke ayahnya aku langsung membayar ke anaknya apa aku salah?" tanya Faisal kebingungan.
"Tentu saja salah dia itu anak kedua dari raja Bravogar" ucap Elias.
Faisal kelihatan emosi tiba-tiba ia berdiri dan menebas setengah dari tubuh Richard, kemudian ia menghancurkan token milik Richard yang langsung mengiriminya ke benua Dump.
"Aaaaaaaaaa"
Sekali lagi Elias jatuh berlutut dengan mulut terbuka lebar sekaan tak percaya dengan apa yang di lakukan Faisal.
"Kau.. kau.. kau.. memotong tubuhnya, ia akan mengalami kecacatan permanen walupun ia kembali ke benua Dump, kondisi tubuhnya akan tetapi sama seperti di dalam ruang ini" ucap Elias dengan panik dan ketakutan.
"Masa bodo ia telah melakukan kesalahan fatal dan aku telah menghukumnya jadi semua sudah selesai" ucap Faisal.
"Dia adalah anak dari raja Bravogar" tegas Elias.
"Kondisinya baik namun ia mengalami sedikit trauma atas apa yang menimpanya" jawab Elias seolah ia lupa dengan masalah sebelumnya.
"Ayo kita pergi ke tempatnya" ucap Faisal mengajak Elias untuk pergi.
"Baiklah" jawab Elias.
"Bocah ini sangat mudah untuk di bodohi" gumam Faisal.
Note:saat kejadian Faisal menyiksa Richard system membantu Faisal untuk menutupi kejadian tersebut dari dunia luar alias system memblokir kamera.
...****************...
Di tempat wanita sebelumnya berada.
Terlihat wanita tersebut dengan duduk di dekat batu sembari memeluk kakinya.
Faisal dan Elias tiba.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Faisal dengan lembut.
"Richard mengambil segalanya, ia mengambil segalanya ibu tolong aku ayah tolong" bisik wanita itu ketakutan.
"Lebih baik kita kirim dia kembali, ia mengalami trauma berat akibat kejadian itu" ucap Faisal sembari memegang token wanita di depannya yang sebelumnya di ambil oleh Richard.
__ADS_1
Wanita itu tak merespon ia seakan tak mengetahui jikalau ada Faisal dan Elias di dekatnya.
Faisal menghancurkan token tersebut dan mengirim kembali wanita itu ke benua Dump.
...****************...
Di stadion.
Terlihat Richard muncul di tengah lapangan dengan kondisi hanya tersisa setengah badan.
Seketika Dalbert terbang dan memeluk adiknya.
"Apa yang terjadi padamu" ucapnya penuh amarah hingga ia tak dapat menahan tangis.
Kemudian saudara-saudarinya terbang ke arah Richard.
"Kak apa yang terjadi padamu?" tanya Albert sembari memegang tangan Richard penuh haru.
Mereka tak kuasa untuk menahan tangis melihat kakak tercinta mereka menjadi CACAT.
"Alex" ucap Richard dengan pelan sebelum ia kehilangan kesadaran.
"Perlahan mereka mendapatkan karma dari apa yang mereka kerjakan dulu" ucap Harold sembari menatap perkumpulan keluarga itu dengan hina.
"Kau benar, aku saja merasa jijik saat melihat mereka" ucap Cedric kesal.
Selang beberapa saat wanita korban Richard di muncul.
...****************...
Ruang rahasia.
"Sial ku pikir wanita itu akan jatuh cinta kepadaku karena aku berhasil melumpuhkan Richard dengan dua serangan" ucap Elias sembari duduk.
"Seharusnya kau malu karena melakukan serangan secara tiba-tiba, andai saja Richard sadar akan keberadaan mu lebih cepat mungkin hasilnya akan berbeda" ucap Faisal sembari menyalakan rokok.
"Setidaknya kau mengiyakan jikalau tidak bisa ikut senang, setiap orang memiliki tingkat kebahagiaan yang berbeda-beda" ucap Elias dengan kesal.
"Kau benar-benar menjijikan, dirimu adalah laki-laki kita tak memikirkan perasaan itu" ucap Faisal.
"Kau tau apa, bahkan melihat anak kucing saja bisa membuatku bahagia hingga aku menangis" ucap Elias.
"Ku bunuh kau di sini jikalau kau masih berbicara mengenai hal memalukan itu" ucap Faisal sembari memegang kepala Elias dengan kesal.
"Aku membicarakan sebuah fakta kenapa kau jadi marah" ucap Elias.
Tiba-tiba Faisal menatap tajam ke arah gunung.
"Ia dapat melihatku" ucap seorang pria terkejut saat Faisal menatapnya yang tengah membidik dari kejauhan.
Faisal tersenyum lalu ia mengambil sebuah ranting di dekat Elias.
"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Elias.
__ADS_1
...****************...
Bersambung...