
"Tuan saya tak mengetahui kesalahan apa yang telah saya buat" ucap ketua sekte dengan terbata-bata penuh rasa takut.
"Stak..!" tangan ketua sekte putus terpental jauh akibat tendangan dari Goku.
"Aaark..!"
Kepala sekte mencengkram lukanya sembari menangis.
"Tuan mohon ampuni aku, aku mohon ampuni aku" ucap nya meminta berkas kasihan.
"Sebenarnya aku tidak mempunyai dendam dengan dirinya tetapi sebagai pemimpin di benua Dump sudah jadi tanggung jawab ku untuk membalas dendam rakyat ku" gumam Faisal sembari memandang rendah ketua sekte pedang surgawi.
"Apakah kalian mengetahui metode siksaan yang bagus?" tanya Faisal sembari melipat kakinya.
"Aku akan melakukannya" ucap Goku dengan antusias.
"Lakukanlah" jawab Faisal sembari berdiri.
"Aku ingin kembali ke bumi terlebih dahulu" gumam Faisal sembari meregangkan tubuhnya.
Goku tersenyum lebar ke arah ketua sekte pedang surgawi.
(Akibat level system
...****************...
Sementara itu di bumi.
Los angeles California Amerika.
Seorang pria tampan tengah mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi dan suara musik yang sangat keras.
Pria itu mengangguk menikmati musik sembari menghisap ganja, tanpa ia sadari mobil polisi telah mengikutinya.
"Tinu tinu" sirine polisi.
Menyadari polisi mengikutinya pria itupun menghentikan mobilnya dan segera mematikan ganja.
Polisi itupun keluar dari mobil dan berjalan sembari membawa pistol dan catatan.
"Selamat malam pak" ucap polisi sembari mengetuk jendela mobil.
Jendela mobil di turunkan, pria itu tersenyum"ada apa pak?"
"Matikan musik mu"
"Hah aku tidak mendengar mu"ledek pria itu sembari tertawa kecil.
Polisi itupun mematikan musik.
"Wow wow wow ada masalah apa"
"Kau melaju di jalan umum dengan kecepatan 120 kilometer perjam, dan juga kau beberapa kali menerobos lampu merah tolong tunjukan SIM mu" ucap polisi sembari menulis di kertas tilang.
"Santai santai, jangan bersikap seolah dirimu tak pernah melanggar hukum" ucap pria itu sembari tersenyum.
Sang polisi kebingungan"apa maksud mu berbicara seperti itu kepadaku?" ucap polisi dengan nada tinggi.
"Ok ok akan ku ambil" ucap sang pria sembari mengambil dompet lalu mengeluarkan uang 100 dolar.
__ADS_1
"Ambil ini"
"Apa kau berusaha untuk menyuapiku?"
"Tantu saja, iya apa masih kurang" jawab pria itu sembari menambah 300 dolar.
"Hei jangan bermain-main dengan polisi bisa saja aku menembak mu" ucap polisi dengan kesal sembari menodongkan pistol.
"Ambil ini dan anggap tidak ada yang tejadi" ucap pria itu sembari menaruh 1000 dollar ke saku baju polisi.
"Itu yang ku maksud" ucap sang polisi sembari ia menarik pistolnya.
"Senang bekerja sama denganmu" ucap polisi sembari berjalan pergi.
"Dasar budak harta" bisik pria itu sembari melihat polisi lewat kaca spion.
Ia pun pergi.
Beberapa saat kemudian ia tiba di sebuah bar yang sangat ramai.
Pria itu menaruh mobil di depan bar lalu.
"Selamat malam bos"ucap pelayan.
Pria itu melempar kunci mobilnya lalu masuk.
Di ruang kantor di dalam bar terlihat pria itu tengah duduk sembari menghisap cerutu.
"Salam tuan Lucifer"
...****************...
Terlihat Jarot tengah berbicara kepada seorang pria Nigeria botak bertubuh besar di meja VVIP bar tersebut.
"Jadi tuan apa yang membuat anda hingga datang ke bar kecil kami?" tanya Jarot dengan sopan.
"Kau tau siapa aku?" tanya pria itu dengan nada tinggi seakan mengancam.
"Kau adalah Boris salah satu anggota dari organisasi black angel" jawab Jarot.
"Tepat sekali, kau membangun bar tanpa persetujuan bos kami dan untuk hukuman kau harus memberikan 70% keuntungan dari bar ini" ucap Boris dengan sombong.
Dua pengawal di belakangnya tertawa.
"70% itu terlalu berlebihan kalian seolah ingin merampok kami, mungkin kami bisa memberikan 2% penghasilan" jawab Jarot dengan kesal.
Seketika ekspresi Boris menjadi datar tiba-tiba kedua pengawalnya mengeluarkan pistol.
"Aku tak memberikan pilihan untukmu" ucap Boris sembari menaruh pistol di atas meja dengan wajah marah.
Jarot mendekat dengan percaya diri"kalian pikir kami orang yang mudah di tindas?, lihat sekelilingmu" ucap Jarot dengan berbisik.
Terlihat puluhan anggota telah menodongkan senjata ke arah Boris dan kedua pengawalnya.
Boris melirik sedikit takut"aku peringatkan organisasi black angel bukanlah organisasi yang dapat kalian atasi" ucap Boris.
"Organisasi kami juga bukan organisasi yang dapat kau atasi dengan mudah" ucap Jarot.
"Kami di dukung secara langsung oleh keluarga Handoko seharusnya tidak masalah" gumam Jarot.
__ADS_1
"Aku telah memperingati mu" ucap Boris sembari berdiri dengan kesal kemudian pergi.
"Siapa pria itu?" tanya seorang pria tampan dengan rambut pirang.
"Namanya Boris ia mengaku sebagai anggota dari black angel" jawab Jarot sembari menyalakan rokok.
"Sial bahkan keluarga Handoko tak mampu melawannya" ucap pria itu dengan panik.
"Memang sekuat apa mereka?" tanya Jarot penasaran.
"Sial organisasi ini di bentuk oleh 7 pangeran neraka, mereka adalah iblis" jawab Julian gemetar.
"Aku tak mengetahui jikalau hal ini akan menjadi masalah besar, aku harus segera menghubungi Faisal" ucap Jarot sembari berdiri dengan panik.
"Crang..!" kaca atap pecah.
"Aaaa..!"
Semua pengunjung berlarian keluar dengan panik.
"Siapa yang meremehkan organisasi black angel" ucap sesosok pria bertubuh besar serta bermata merah di tengah bar dengan suara yang sangat besar.
"Dor dor" tempakan di arahkan kepada pria itu oleh para anggota geng Pras.
Pria itu mengeluarkan sayap kelelawar yang seketika menutupi tubuhnya dan memantulkan seluruh peluru yang mengenainya.
"Semua keluar..!" teriak Jarot sembari berjalan ke tengah bar.
Tembakan di hentikan.
Seketika pria itu menerjang Jarot dengan cakar yang tajam.
Dengan sigap Jarot menginjak meja bulat di bawanya dan menendang ke arah pria itu.
"Crak..!" meja kayu itu hancur seketika mengenai cakar pria tersebut.
Melihat kondisi yang semakin kacau Julius melompat dan memukul wajah pria tersebut hingga terpental.
"Nasi telah menjadi bubur, kita habisi orang ini" ucap Julian sembari mengenakan sarung besi yang di lengkapi oleh pisau di bagian tangan.
"Tentu saja" jawab Jarot sembari mengeluarkan palu besar.
"Hraaaak..!" teriak pria itu dengan keras wajahnya berubah menjadi kelelawar.
Mereka saling beradu pukulan hingga membuat masing-masing dari mereka mengalami luka dalam terutama Jarot yang kelihatan telah gugur.
"Apa yang terjadi!" teriak sesaat memasuki bar.
"Nadia lari..!" teriak Julian sembari menendang pria tadi hingga terpental.
Tak membuang kesempatan seektika pria yang kini telah berubah menjadi monster kelelawar secara utuh terbang dengan cepat ke arah Nadia.
"Aaaaa" Nadia berteriak sembari jongkok dan menutupi telinganya.
Sebuah bayangan jatuh dari atap menghantam kepala monster kelelawar.
"Sepertinya ada pengganggu di tempat usaha ku" ucap Faisal sembari menendang mayat monster tersebut yang mana kepalanya telah hancur di injak oleh Faisal.
...****************...
__ADS_1
Bersambung...