
Seketika tubuh Faisal yang awalnya hancur menjadi bubur tiba-tiba kembali utuh sekaan tak terjadi apa-apa.
Faisal jatuh berlutut dengan nafas tak beraturan ia benar-benar ketakutan hingga membuat tubuhnya basah oleh keringat dingin.
"Kau terlalu banyak membunuh di usia yang sangat muda, hal tersebut akan merusak hati dan jiwamu" ucap kakek itu.
Seketika Faisal menatap kakek itu yang awalnya ia menatap lantai.
"Duduk lah" ucap kakek itu.
Seketika tubuh Faisal tertarik ke samping kakek itu lalu duduk.
"Tubuhku bergerak dengan sendirinya" gumam Faisal yang kebingungan karena ia tiba-tiba duduk.
"Ini adalah kekuatan kehendak suatu hari kau akan mencapainya juga" ucap kakek itu.
Faisal menarik nafas panjang untuk menenangkan dirinya.
"Apa yang harus ku lakukan" ucap Faisal dengan tenang.
"Kau tau tempat apa ini?" tanya kakek itu.
"Tidak memang tempat apa ini?" jawab Faisal sekaligus bertanya.
"Makan suci dewa api" jawab kakek itu.
"Tempat ini merupakan wadah bagi benih inti api terkuat di dunia" jawab kakek itu.
"Pantas saja panas yang di keluarkan oleh api di ruangan sebelumnya sangat panas tidak seperti biasanya" ucap Faisal menelan ludah.
"Api di ruangan itu hanyalah ilusi jikalau kau merasakan api dari inti api bumi maka kau tak akan tersisa bahkan abu jasadmu sekalipun" ucap kakek itu.
Sekali lagi Faisal menelan ludah.
"Aku mempercayaimu sebagai pemegang inti api bumi setalah diriku. Aku akan membantumu untuk mengendalikan amarah api" ucap kakek itu sembari menyentuh jidat Faisal.
...****************...
Sementara itu di kota Dirta.
Di kediaman Smith word.
"Apa dia orang yang kau maksud Donal?" tanya Smith word yang tengah duduk di kursi ruang tamu.
Smith word tidak memiliki rumah bagaikan istana melainkan rumah sederhana.
"Benar tuan ia adalah orang yang saya maksud" jawab Donal yang tengah duduk di kursi dekat Smith.
"Maaf sebelumnya perkenalkan namaku Jonat aku merupakan kesatria sewaan papan atas" ucap Harold.
__ADS_1
{Kesatria sewaan merupakan profesi sebagian kesatria yang telah berhenti mengabdi pada negara demi mendapatkan keuntungan yang lebih besar dan juga lebih banyak dalam waktu yang singkat.}
"Kau berasal dari organisasi apa?" tanya Smith word penuh curiga.
"Aku merupakan kesatria sewaan independen, aku bekerja sendiri dan aku tak bergabung dengan organisasi apapun" jawab Harold.
Smith tersenyum"kemampuan apa yang kau miliki hingga kau memiliki keberanian untuk menjadi kesatria sewaan independen?" tanya Smith word.
"Selain kemampuan aku juga memiliki keberanian, apa anda ingin mengetes saya?" jawab Harold dengan sombong.
"Stup..!" sebuah tombak yang di lempar ke arah Harold dengan kecepatan tinggi.
"Stap..!" Harold menangkap senjata itu tanpa mengalihkan pandanganya kepada Smith word.
Smith terkejut"berapa biaya yang harus ku siapkan untuk dua kepala?" tanya Smith.
"Bukankah anda berada di level Grand master mengapa perlu menyewa seorang kesatria sewaan?" tanya Harold.
"Kekuatanku sedang melemah karena aku di berikan racun, aku tak dapat mengeluarkan kekuatan penuh ku bahkan untuk mengeluarkan 50 persen saja aku tak mampu" jawab Smith.
"Siapa yang harus ku bunuh dan apa alasannya?" tanya Harold.
"Baltran dan Celiot, mereka merencanakan pembunuhan ku dan berusaha memperbudak seluruh warga demi kepentingan diri mereka sendiri" jawab Smith.
"Ternyata benar yang paling berbahaya sebenarnya adalah Smith, ia berkamuflase menjadi baik sebenarnya ia tak jauh berbeda dengan yang lainya" gumam Harold.
"Bagaimana dengan biayanya?" tanya Smith sembari berdiri di ikuti oleh Donal.
"Ketika misi selesai aku akan mengambilnya" jawab Harold kemudian ia menghilang.
"Bagaimana menurutmu Donal?" tanya Smith word.
"Ia berada di level grand master dan pemahamannya juga sangat dalam, misi akan sukses" jawab Donal.
"Baiklah, kau dipaksa pasukan untuk membunuh antek-antek Celiot dan Baltran" ucap Smith.
"Siap tuan" jawab Donal sembari memberi hormat.
...****************...
Sementara itu di kota Dristia.
Terlihat Cedric tengah berdiri di atas tembok memantau kota Dristia.
Ia di temani Danieal.
"Menurutmu apa yang kurang di kota ini?" tanya Cedric sembari memperhatikan seluruh kota.
"Bisa di bilang kota ini sudah lengkap, ada bar, ada pasar, ada rumah sakit, ada sekolah, aku tak melihat kekurangan di kota ini dan, kota ini juga telah aman dari kejahatan seperti perampokan dan yang lainya" jawab Danieal.
__ADS_1
"Kita kekurangan penghasilan, kita perlu membuat sebuah wisata hingga dapat mengundang banyak minat orang-orang di seluruh benua" ucap Cedric.
"Bagaimana dengan membuat festival makanan atau karya tulis" ucap Danieal.
"Itu ide yang bagus namun, sudah ada tempat seperti itu" ucap Cedric berpikir keras.
"Dask..!" sebuah tombak menancap dengan erat tepat di samping Cedric.
Sontak Danieal berbalik dan manarik pedangnya.
Seluruh menjaga bersiap siaga untuk serangan berikutnya.
"Apa yang terjadi, kota kita di serang dan siapa mereka?" gumam Cedric yang tengah di lindungi oleh beberapa prajurit.
Terlihat ratusan prajurit berkuda melaju dengan cepat ke arah kota Dristia.
Bendera hitam dengan gambar awan merah di kibarkan oleh mereka.
"Bajingan organisasi awan hitam menyerang kita" ucap Danieal sembari naik ke atas pagar dinding kota.
"Semua pemana..! bersedia" teriak Danieal sembari mengambil panas lalu membidik ke arah pasukan organisasi awan hitam yang tengah melaju dengan cepat.
"Tembak..!" teriak Danieal sembari melepas anak panahnya di ikuti oleh para penjaga.
"Bertahan..!" teriak komandan pasukan organisasi awan hitam sembari menaruh perisai di atas kepalanya.
Tanpa berlama-lama pasukan organisasi awan hitam mengikuti perintah komandannya.
Walau efektif namun terdapat puluhan prajurit yang tumbang akibat serangan anak panah itu.
"Panah ini sangat hebat karena memiliki kecepatan dan kekuatan yang jauh berbeda dari panah kayu biasa" gumam danieal sembari memperhatikan panah besi moderen yang di bawa Faisal dari bumi.
"Kalian terlalu lama..!" teriak Floki yang tengah melompat ke tengah pasukan sembari memegang senjatanya.
Terlihat juga beberapa ratus prajurit Viking mengikuti Floki.
"Sial aku juga mau" ucap Danieal sembari melompat mengikuti Floki.
"Musuh berjumlah 800 sebagian pasukan maju membantu jenderal Floki dan sisanya mengevakuasi warga di dalam kota!" teriak Cedric dengan keras.
"Organisasi awan hitam bukanlah organisasi biasa, mereka memiliki koneksi yang sangat luas di benua ini. Bahkan organisasi ini menjalin hubungan yang dekat dengan kekaisaran Terrasen bagaimana bisa mereka menyerang kota Dristia" gumam Cedric sembari memerhatikan Floki yang tengah menghajar musuh dengan santai dan bahagia.
"Akhirnya ada pertarungan ini sangatlah menyenangkan..!" teriak Floki kegirangan sembari terus memukul dan membunuh pasukan musuh yang panik dan ketakutan.
"Yang mulia mohon cepat kembali" gumam Cedric.
...****************...
Bersambung...
__ADS_1