
Saat pulang sekolah.
Terlihat seluruh siswa berjalan keluar dengan semangat yang tinggi untuk pulang ke rumah.
"Sekolah di sini cukup melelahkan" ucap Nicho sembari berjalan menuju gebang sekolah.
"Menurutku sekolah di sini itu lebih santai jika di banding di tempat kita dulu" ucap Faisal.
"Ada benarnya juga, guru di sini lebih sering memberikan praktek di bandingkan materi seperti mencatat dan sebagainya aku jadi lebih mudah memahaminya walaupun bahasa Inggris ku belum begitu lancar" ucap Nicho.
"Ya, setiap negara memiliki cara mengajar yang berbeda-beda di sekolah ini tidak di ajarkan tentang agama berbeda dengan di negara kita yang mana pelajaran tersebut itu wajib bahkan menjadi yang paling utama di beberapa sekolah" ucap Faisal.
"Kita pulang naik apa?" tanya Nicho.
"Taxi, setiap sekolah kita akan menggunakan taxi ya walaupun ini boros tetapi ini lebih baik dari pada kita jalan kaki" ucap Faisal.
"Gunanya kau membeli mobil dan motor itu apa?" tanya Nicho.
"Anak di bawah umur di karang membawa kendaraan ke sekolah aku akan membawanya ke sekolah saat aku memilih SIM" jawab Faisal.
"Lalu untuk di luar sekolah bagaimana?" tanya Nicho.
"Tentu saja aku akan menggunakan mobil yang telah ku beli, aku saja sudah tidak sabar untuk mengendarainya berkeliling kota" jawab Faisal
"Kriiing"
"Ada apa Jarot?" ucap Faisal mengangkat telpon.
"Aku telah melakukan semuanya, kami telah membeli bangunan untuk tempat tinggal kemudian kafe serta hotel masalah utama ku sekarang adalah pemberian nama untuk kafe dan hotel anda" jawab Jarot dalam telepon.
"Aku akan mengunjungi kalian nanti malam, kalau soal nama buat saja Pras aku ingin menggunakan nama itu" ucap Faisal.
"Baiklah saya akan menggunakannya, kafe akan di buka besok bersamaan dengan hotel saya menantikan kedatangan anda" ucap Jarot.
"Baiklah" ucao Faisal sembari menutup telpon.
"Siapa itu?" tanya Nicho.
"Temanku" jawab Faisal.
...****************...
Saat di apartemen.
"Bagaimana sekolah kalian?" tanya Nadia sembari ia memasak nasi goreng untuk Faisal dan Nicho yang telah menunggu di meja makan.
"Cukup baik guru di sana sangat ramah" jawab Nicho.
"Sudah pasti, apa lagi kalian memiliki tampang yang sangat tampan, bahkan teman ku bercerita mengenai kalian" ucap Nadia dengan bahagia.
__ADS_1
"Wah benarkah apa yang temanmu ceritakan" tanya Nicho dengan antusias.
"Temanku bercerita saat pertama kalian masuk ke halaman seluruh siswa dan guru langsung menatap kalian bahkan mereka tak berkedip ataupun bernafas" jawab Nadia sembari membawa nasi goreng menuju meja makan.
"Itu berlebihan" ucap Faisal sembari ia mengambil piring dan sendok.
"Itu yang di katakan temanku aku hanya menyampaikan pada kalian saja" ucap Nadia sembari menuangkan nasi goreng ke piring Faisal dan Nicho.
"Aku akan izin masuk besok" ucap Faisal.
"Hah..!" ucap Nadia terkejut.
"Kau baru masuk sekali dan sudah ingin libur, setidaknya kau memikirkan Nicho ia belum fasih berbahasa inggris" ucap Nadia dengan kesal.
"Aku ada urusan jadi aku akan izin" ucap Faisal.
"Memang urusan apa yang membuatmu ingin libur sekolah?" tanya Nicho.
"Ini berkaitan dengan pekerjaan Sari, restoran yang ku buat telah selesai di renovasi dan besok akan siap untuk buka jadi aku harus mengurus beberapa hal di sana agar semua berjalan seperti yang ku rencanakan" jawab Faisal.
Nadia duduk termenung memandang Faisal"sebenarnya berapa umurmu, di usia semuda ini kau telah membuat usaha yang mana diri mu sendiri yang merancangnya" gumam Nadia.
"Apa kau tidak lelah?, kau telah membantu Sari keluar dari masalah besar kau juga sudah sekolah seharian apa kau tidak lelah?" tanya Nadia.
"Lebih baik aku lelah selama 5 tahun di banding aku harus lelah selama 60 tahun" jawab Faisal.
"Tidak ada, aku akan berangkat Nicho kau kunci saja pintu aku tak akan pulang malam ini" ucap Faisal sembari menyalakan rokok lalu ia pergi menuju pintu.
"Tunggu" ucap Nadia.
Faisal berbalik"kenapa?"
"Hati-hati" ucap Nadia.
Faisal tak membalas ucapan Nadia ia langsung membuka pintu dan pergi.
Faisal kelihatan murung sesat setelah mendengar kata-kata Nadia.
...****************...
Di sebuah bangunan kafe.
Terlihat Jarot tengah berdiri di depan toko tersebut sembari berbicara kepada seorang pekerja bangunan.
"Kau tambahkan kata Pras di atas" ucap Jarot sembari menunjuk ka atap toko tersebut.
Dari kejauhan terlihat Faisal datang dengan menggunakan motor yang ia beli sebelumnya.
"Baiklah tetapi untuk pemasangan memerlukan waktu kurang lebih dua hari" ucap pekerja bangunan
__ADS_1
"Ku berikan tiga kalo lipat kau buat dalam semalam anak buah ku akan membantu pekerjaan mu, aku ingin besok kafe ini akan beroperasi itu yang di inginkan bos ku" ucap Jarot.
"Baiklah jika seperti itu yang anda inginkan maka saya akan berusaha semaksimal mungkin" jawab pekerja bangunan.
"Jadi bagaimana perkembangannya?" tanya Faisal sesaat setelah tiba di dekat Jarot.
Jarot berbalik"Oh bos ternyata anda" ucap Jarot terkejut.
Faisal hanya diam dan menyalakan rokok.
"Jadi ini bos anda" ucap pekerja bangunan.
"Ya benar sekali" jawab Jarot.
"Tuan semuanya sudah beres saya dapat menjamin besok kafe ini akan buka" ucap pekerja bangunan.
"Bagus, bawa aku ke tempat tinggal para anggota" ucap Faisal seolah tidak mempedulikan pekerja bangunan itu.
"Ikuti aku" ucap Jarot sembari berjalan.
Pekerja itu menatap Faisal dan Jarot dengan kesal.
"Tempat tinggal untuk para anggota berada tepat di belakang kafe" ucap Jarot.
"Yang kau maksud apartemen itu?" tanya Faisal sembari menunjuk ke arah apartemen yang memiliki 5 lantai dan arsitektur yang sederhana.
"Benar itu adalah tempatnya, setiap ruangan memiliki dua kamar satu kamar mandi dapur dan ruang tamu, tempatnya sangat layak untuk di tinggali" jawab Jarot.
"Berapa harganya?" tanya Faisal.
"Aku membeli tiga bangunan apartemen dengan harga 1,3 triliun rupiah" jawab Jarot.
"Wow itu angka yang fantastis aku telah memberikan mu sertaus batang emas apa itu kurang?" tanya Faisal.
"Anda memberikan dana lebih dari cukup bahkan saya hanya menggunakan 20 batang emas saja selama ini" jawab Jarot.
"Lantas bagaimana dengan makanan untuk semua anggota?" tanya Faisal.
"Untuk makanan masih kita tanggung karena mereka belum mendapatkan penghasilan apapun, sejauh ini mereka hanya membantu dalam pembangunan hotel dan kafe" jawab Jarot.
"Itu tidak masalah, apa kau telah membagi tugas untuk para anggota?" tanya Faisal
"Untuk 28 anggota merasa telah di tetapkan sebagai staf hotel, 10 orang sebagai staf kafe dan 25 sebagai staf bar sisanya mereka akan menganggur" jawab Jarot.
Faisal mengangguk seakan ia mengerti.
...****************...
Bersambung..
__ADS_1