Teleport System

Teleport System
Episode 49 berkeliling


__ADS_3

"Tante hidup itu simpel, kau bahagia maka umur mu akan panjang kesuksesan materialis itu tidak memuaskan hasrat ku, aku lebih suka hidup santai dan bebas" ucap Adrianto.


"Terserahlah, kau akan tinggal berapa hari di sini?" tanya tante Nita.


"Aku tak akan lama karena masih ada proyek, aku akan tinggal selama sehari setelah itu aku akan pergi ke Sumatra" jawab Adrianto.


"Pekerjaan apa itu?" tanya Faisal.


"Pembangunan rumah sakit, ini adalah proyek besar ayah yang mengambil pekerjaan ini, selama setengah tahun aku dan ayah akan tinggal di Sumatra" jawab Adrianto.


"Bagaimana dengan ibu dan yang lainya? apa mereka ikut" tanya Faisal.


"Ibu tak ingin ikut, ibu akan tinggal di rumah kakek selama kami di Sumatra" jawab Adrianto.


"Syukurlah aku khawatir jika ibu tinggal sendiri di kampung" ucap Faisal.


"Cepat selesaikan makan mu setelah itu ajak aku berkeliling, aku akan pergi membeli rokok dulu di warung terdekat" ucap Adrianto sembari berdiri kemudian ia berjalan.


"Kau jangan jadikan abang mu sebagai panutan, dia baik tapi hidup nya itu buruk" ucap tante Nita.


"Jangan khawatir tante aku tau dan mengerti apa yang baik untuk ku dan apa yang buruk untuk ku" jawab Faisal.


...****************...


Terlihat Adrianto berjalan sendiri sembari menghisap sebatang rokok.


Jalan begitu sepi karena sudah larut malam serta gerimis yang membuat hawa sangat dingin.


Adrianto mengambil hp dan menelpon seseorang"Di mana lokasi orang itu paman" tanya Adrianto dengan wajah serius kemudian menghisap rokok.


"Aku akan mengirim lokasinya" jawab pria di dalam telpon.


Adrianto mematikan telepon kemudian ia menghilang.


...****************...


Di rumah Jarot.


Terlihat Jarot tengah duduk di meja kerja sembari membaca beberapa dokumen.


Hujan semakin deras di sertai dengan petir yang menggelegar, Jarot membaca di temani sebatang cerutu dan kopi yang masih berasap.


Tiba-tiba lampu mati.

__ADS_1


Jarot terkejut reflek ia melihat ke arah jendela besar di depannya.


Terlihat bayangan seorang pria tengah berdiri dengan kedua tangan masuk ke dalam kantung celana.


Hal itu membuat Jarot terkejut, seketika ia membanting dokumen yang ia baca dan berdiri.


Lampu menyala.


Terlihat Adrianto telah duduk di kursi depan meja kerja Jarot sembari menyalakan rokok"duduk"ucapnya dengan santai.


Jarot terkejut ia kebingungan dan tegang"siapa dia" gumam Jarot.


Adrianto menatap Jarot sembari melempar korek ke meja, Jarot masih berdiri karena kebingungan.


"Duduk" ucap Adrianto dengan tegas bersama dengan tatapan tajam ke arah Jarot dan aura yang di lepaskan membuat Jarot jatuh ke kursinya, tubuh Jarot gemetar sekaan ingin meledak.


Darah mengalir keluar dari mata, hidung, mulut, serta telinga. Matanya mulai memutih.


Adrianto tiba-tiba berdiri"Jarot, pemimpin dari gang mafia palu langit, kekuatan ada di level master, kekuasaan ada di Tanggerang, memiliki dua anak. Memiliki anggota gang sebanyak 25.000 yang tersebar di penjuru pulau Jawa" ucap Adrianto.


"Jangan ganggu adik ku, ku pastikan gang dan keluarga mu aman. Jika kau melukai seinci dari tubuh adik ku, maka akan ku buat darah anak dan bawahan mu menjadi cat yang mewarnai rumah mewah mu ini" ucap Adrianto kemudian ia tiba-tiba menghilang.


"Haaaaa" Jarot menarik nafas sangat panjang ia terjatuh ke lantai dengan tubuh gemetaran.


"Orang itu, dia iblis" gumam Jarot sembari memegangi dadanya.


...****************...


Terlihat om Hendra tengah berdiri di balkon sembari menikmati cerutu dan segelas bir di tangan serta ia menikmati malam yang di guyur hujan dan petir yang menari di langit.


"Terlalu berlebihan jika membunuh Jarot, ia telah bersikap baik ke Faisal" ucap Adrianto yang tiba-tiba muncul dari dalam ruangan berjalan mendekati om Hendra.


"Dia adalah orang yang licik, aku akan awasi apa yang di lakukannya terhadap Faisal" ucap om Hendra berbalik ke arah Adrianto.


"Dua hari lagi aku dan ayah akan mengurus Sumatra ku harap kau dapat menjaga pulau Jawa, portal break akan terjadi dalam waktu dekat entah itu lima atau dua tahun lagi" ucap Adrianto.


"Kau jangan khawatir, kau harus segera memberikan pelajaran mengenai kuktivasi kepada Faisal, ia telah terlambat untuk berlatih aku takut perkembangannya akan lambat jika masih di tunda" ucap om Hendra.


"Ia telah mempelajarinya, dan kekuatannya tidak kecil" ucap Adrianto.


"Apa yang kau maksud, ia belajar dari siapa" tanya om Hendra.


"Faisal terlahir dengan keajaiban karena ia terlahir di dua kota yang berbeda, ia terlahir dengan bakat surgawi oleh karena itu ayah tidak melatihnya sejak dini seperti ku. Ayah membiarkan Faisal memahami nilai kebaikan terlebih dahulu agar ia tidak terjebak dengan iblis hatinya di masa depan nanti" jawab Adrianto sembari berjalan.

__ADS_1


"Tadi sore aku melempar tas ku dengan kekuatan besar ke arahnya, ia dapat menangkap tas itu dengan santai. Tas itu berisi barang seberat 250 kilo" ucap Adrianto.


"Bagus kita harus mengumpulkan kekuatan sebanyak mungkin agar saat break terjadi kita akan aman" ucap om Hendra.


"Faisal akan menggabungkan kekuasan kecil di negara kita, kita jangan ikut campur dengan apa yang ia lakukan" ucap Adrianto kemudian ia menghilang.


...****************...


Keesokan harinya Faisal dan Adrianto berkeliling kota dan menghabiskan waktu bersama seperti seorang saudara.


...****************...


Sementara itu di kota salju.


Terlihat Harold tengah berdiri bersandar tembok sembari mengamati Bella dan juga Salsa.


Bella belum sadarkan diri, Salsa terlihat sangat khawatir dengan Bella.


"Andai saja kau tak naik kuda tadi siang kau tak akan mengalami ini, ku mohon kau harus sembuh. Kau adalah satu-satunya teman ku kau adalah saudari ku" ucap Salsa sembari menggenggam tangan Bella sembari menangis.


"Hari sudah hampir pagi, wanita ini menangis tanpa henti sejak yang mulia masuk ke dalam kamarnya. Air matanya tidak habis-habisnya" gumam Harold.


...****************...


Sementara itu di kamar Faisal.


Terlihat Faisal bangun dari ranjang kemudian ia berjalan keluar.


"Aku akan mengenyampingkan urusan bumi, aku akan lebih berfokus ke dunia ini, keselamatan Bella nomor satu" gumam Faisal sembari berjalan cepat di lorong.


"Aku akan membuat Brox membayar semua ini" gumam Faisal sembari mengingat kejadian tadi siang saat Bella terjatuh.


...****************...


Di kamar Bella.


Terlihat cahaya matahari menembus jendela dan menyinari Bella yang belum sadarkan diri.


"Bruk" suara pintu yang di buka.


Terlihat Faisal berjalan cepat ke arah ranjang dengan wajah datar, Faisal membawa sekotak obat-obatan dan juga infus.


Faisal melihat Salsa tengah menangis"apa yang di lakukan sialan ini, sungguh menggangu" gumam Faisal yang terlihat kesal.

__ADS_1


...****************...


Bersambung...


__ADS_2