Teleport System

Teleport System
Episode 81 raja


__ADS_3

Terlihat Faisal tengah berdiri di balkon istana yang mengarah ke kota, terlihat pula ribuan penduduk yang berkumpul dan bersorak gembira menyambut Faisal.


Tak ketinggalan pula Faisal di hujani dengan bunga warna-warni yang harum.


"Perasaan apa ini, aku merasa benar-benar bahagia ketika melihat wajah bahagia mereka" gumam Faisal.


****************


Dalam waktu singkat berita tentang keberhasilan Faisal untuk mengambil alih kota Dristia telah menyebar ke seluruh penjuru kekaisaran Terrasen.


Beberapa raja merasa senang dan juga beberapa raja merasa terancam.


****************


Di kamar raja Bravogar.


Terlihat ia tengah duduk di kursi sembari tersenyum ketika membaca sebuah surat.


"Dia membuatku bangga menjadi pamannya" ucap raja Bravogar penuh haru dan gembira.


"Pelayan persiapan barang-barang ku aku akan pergi ke kota Dristia" ucap raja Bravogar sembari berdiri.


****************


Sementara itu di istana kekaisaran Terrasen.


Terlihat sang kaisar tengah duduk di singgasananya di temani oleh perdana menteri yang berdiri di samping singgasana dengan menunduk.


Aula istana kekaisaran sangatlah besar bahkan mampu menampung puluhan ribu orang dalam satu waktu yang sama.


Ornamen yang begitu elegan dan mewah memenuhi seisi aula hingga membuat mata terpana saat pertama melihatnya.


Alfonso Ardagona merupakan nama yang paling di takuti di kekaisaran Terrasen di karenakan ia merupakan seorang petarung yang sangat tangguh dan bengis.


Ia sering di kenal dengan sebutan iblis darah di karenakan ia selalu bermandikan darah ketika bertarung.


Alfonso Ardagona merupakan kaisar ke 7 kekaisaran Terrasen ia berumur 35 tahun saat di angkat menjadi kaisar.


Kulit putih pucat rambut panjang berwarna pirang serta mata merah menyala membuat musuh ketakutan saat melihat penampilannya.


"Apa ada berita yang menarik?" tanya kaisar Alfonso sembari mengusap wajahnya.


"Ada sebuah berita mengenai anak berumur 16 tahun yang berhasil menaklukkan kota Dristia" jawab perdana menteri yang bernama Baldan Ardagona.


Baldan Ardagona merupakan adik dari kaisar Alfonso mereka merupakan saudara satu ayah.


Baldan juga sangat terkenal di karenakan ia selalu berada di samping kaisar Alfonso selama hidupnya.


Rambut hitam panjang dan mata merah menyala menjadi ciri khas dari Baldan ia sering di sebut sebagai shadow di karenakan selalu berada di belakang kaisar.


"Hmm, lanjutkan" ucap kaisar.


"Kejadian ini baru terjadi satu hari yang lalu, seorang pangeran kerajaan Kroas tiba-tiba memutus hubungan dengan kerajaan Kroas di karenakan suatu masalah yang di rahasiakan, setelah kembali dari kerajaan Kroas ia memulai aksi untuk menaklukkan kota Dristia hebatnya hanya dalam sehari ia dapat mengambil alih kota tanpa adanya korban sipil atau dari pihaknya" jawab Baldan sembari membaca sebuah teks.


"Siapa yang memimpin kota Dristia?" tanya kaisar.


"Mungkin nama ini sudah tak asing di telinga anda, Guilin tribal" jawab perdana menteri Baldan.


"Aku tak ingat, kau awasi anak itu dan juga kau amati apa ia akan berada di pihak kita atau ia akan menjadi musuh kita" ucap kaisar Alfonso.

__ADS_1


"Seorang remaja berumur 16 tahun yang bahkan belum membangkitkan spiritnya dapat mengalahkan seorang kesatria yang tangguh seperti Guilin" gumam kaisar Alfonso.


"Siap yang mulia" jawab Baldan sembari menunduk.


Terlihat seorang pria berambut hitam tebal dan panjang tengah berjalan dari pintu menuju aula.


"Salam yang mulia kaisar" ucap pria itu sembari berlutut.


"Ada masalah apa jenderal?" tanya perdana menteri.


Pria itupun berdiri.


"Lapor yang mulia pangeran pertama telah berhasil meningkatkan level menjadi master puncak" jawab pria itu yang tak lain adalah jenderal Roberto Ardagona.


Jenderal Roberto Ardagona merupakan adik kedua dari kaisar Alfonso Ardagona. Ia merupakan seorang jenderal yang sangat di sayangi dan di cintai oleh rakyat karena sifat baik dan juga kebiasaannya untuk merakyat di penjuru kekaisaran.


Ia memiliki rambut hitam panjang seperti Baldan Ardagona namun, matanya mengeluarkan cahaya biru yang menenangkan mata saat memandangnya.


"Bagus" ucap kaisar Alfonso dengan wajah biasa sekaan tak peduli dengan kabar tersebut.


"Pangeran ke 7 siap melakukan upacara kedewasaan tiga bulan lagi, saat ini ia berada di level master awal" ucap jenderal Roberto.


"Baldan persiapan upacara kedewasaan pangeran ke 7 dengan matang, kemudian kau sebarkan undangan untuk seluruh bangsawan di kekaisaran tak terkecuali anak yang kau maksud" ucap kaisar Alfonso sembari berdiri.


"Siap yang mulia" jawab Baldan sembari berlutut sama juga dengan jenderal Roberto.


****************


Singkat cerita satu minggu kemudian.


Faisal telah melakukan perancangan perbaikan jalan menuju kota salju agar transportasi para penduduk lebih terjamin.


Selain itu Faisal telah mengisi staf pengurus kota Dristia dengan orang-orang terpercaya dan dapat di andalkan.


...****************...


Faisal duduk di singgasana dengan tegap dan gagah.


"Apa keluhan kalian?" tanya Faisal.


Majulah seorang kakek tua yang mengenakan pakaian lusuh.


"Yang mulia saya adalah perwakilan desa Obak, kami kekurangan bahan makanan di karenakan bandit gunung Lokon yang terus mengambilnya" ucap kakek tersebut sembari menunduk serta suara yang serak.


"Seberapa jauh jarak desa Obak dan kota ini?" tanya Faisal.


"Kurang lebih 3 jam perjalanan" jawab kakek tua dengan lembut.


"Cedric desa apa yang jaraknya berdekatan dengan desa Obak?" tanya Faisal kepada Cedric yang tengah menulis.


"Yang mulia ada desa Dolk, dan juga desa Bolk, tiga desa ini berdiri di kaki gunung Lokon jarak antar desa hanya beberapa puluh menit perjalanan kaki" jawab Cedric.


"Perwakilan desa yang di sebutkan silahkan maju" ucap Faisal.


Majulah dua orang tua yang memiliki pakaian yang sama lusuh serta raut wajah yang memelas.


"Sebutkan keluhan kalian" ucap Faisal.


"Yang mulia kami memiliki keluhan yang sama seperti desa Obak" jawab perwakilan desa Dolk.

__ADS_1


Tiba-tiba Faisal berdiri.


"Harold, bawa semua anggota bandit gunung Lokon ke kota ini" ucap Faisal.


Seketika Harold muncul di depan Faisal dengan berlutut"siap yang mulia" jawabnya kemudian menghilang.


"Baiklah rapat cukup sampai di sini saja" ucap Faisal kemudian ia pergi.


"Aku harus menyapu bersih semua kejahatan di bawah kekuasaan ku" gumam Faisal sembari berjalan meninggalkan aula.


"Aku masih perlu menaklukkan tiga kota lagi untuk meresmikan kerajaan ku di mata kekaisaran, dan tentu saja tujuanku bukan hanya itu aku menginginkan seluruh kerajaan Esia" gumam Faisal.


"Yang mulia persiapan telah selesai lubang telah siap di masuki" ucap Floki yang tiba-tiba muncul di belakang Faisal.


"Baiklah, buat penjagaan lebih ketat di sekitar lubang itu agar warga sipil tak ada yang mendekat" ucap Faisal sembari terus berjalan.


"Siap yang mulia" jawab Floki kemudian ia menghilang.


...****************...


Bersambung...



Nama: Alfonso Ardagona


Umur:69 tahun


Level:Elder puncak


Spirit:api


Talent: sword master.


Note:Kaisar Alfonso merupakan seorang petarung darah dingin yang lebih cocok di sebut sebagai predator, di matanya hanya ada pertarungan dan kemenangan hal tersebut menjadikan sosok penguasa yang di takuti di benua Dump.



Nama: Baldan Ardagona


Umur: 68 tahun


Level: Elder menengah


spirit: api


Telent: Which


Note: merupakan perdana menteri yang memiliki riwayat paling kelam di banding perdana menteri kekaisaran lain di karenakan ia selalu ikut bertarung di belakang kaisar Alfonso, selain memiliki kekuatan yang besar ia juga memiliki otak yang jenius dalam segala bidang menjadikan seorang pendamping kaisar terbaik.



Nama: Roberto Ardagona


Umur: 43 tahun


Level: Elder puncak


spirit: es dan air

__ADS_1


Telent: Swordsman


Note: Merupakan seorang jenderal yang sangat di takuti karena bakat yang ia miliki.


__ADS_2