Teleport System

Teleport System
Episode 94 Anugerah


__ADS_3

Cahaya itu sangat terang hingga membuat banyak monster mendekatinya, ratusan ribu monster dari berbagai tingkatan berlarian menuju cahaya tersebut.


Tanah bergetar layaknya gempa akibat hentakan kaki para monster.


Hujan salju mulai turun, angin berhembus kencang tak karuan petir menyambar dengan ganas.


Tubuh Faisal mulai terangkat berlahan-lahan ke atas langit.


Para monster yang tiba seketika berjalan memutari Faisal seakan sedang menyembahnya.


Tak sedikit monster tingkat mistik juga berada di sana mereka mengambil barisan paling depan.


"Mulai saat ini daratan es kematian akan menjadi kekuasaan Faisal, aku akan pergi kembali berkumpul bersama saudara-saudari ku di surga aku pergi teman-temanku" ucap Bolunggu sebelum ia menghilang seutuhnya.


...****************...


Sementara itu di sebuah perguruan bernuansa China yang berada entah di mana.


"Brak..!" Hun Jintao jatuh tepat di hadapan singgasana yang sangat megah.


Terlihat seorang pria tengah duduk di sana.


"Apa yang terjadi?" tanya pria itu dengan tegas tanpa perasaan.


"Kepala sekte tolong saya, benua Dump melakukan serangan, seluruh murid yang saya bawa untuk ekspedisi di daratan es kematian mati dengan mengenaskan" ucap Hun Jintao sembari menangis.


"Dushk..!" setengah tubuh Hun Jintao meledak, hebatnya ia masih bisa bernafas dan juga memiliki kesadaran utuh.


"Maafkan saya tuan" ucap Hun Jintao sembari ia menunduk menyentuhkan dahi di lantai.


Pria yang di sebut kepala sekte itu tiba-tiba berdiri"perbaiki tubuhmu aku akan mempersiapkan pasukan, adik ku harap kau mengerti apa maksud dari perbuatan ku" ucap pria itu sembari pergi meninggalkan Hun Jintao yang terbaring tak berdaya dengan setengah tubuh hancur.


...****************...


Di kota Dristia.


"Kek kota ini sangat indah" ucap Nala sembari berlari di jalan kota dengan bahagia.


"tentu saja ini adalah kota milik yang mulia" jawab Cedric sembari berjalan mengikuti Nala dengan santai.


"Pagi tuan Cedric"


"Pagi tuan Cedric"


Ucap beberapa warga yang melihat kehadiran Cedric.


"Kek kamu orang yang terkenal, banyak yang menyapamu sejak kita berjalan" ucap Nala.


Cedric berjalan lebih cepat lalu ia memegang kepala Nala, Nala menoleh kepada Cedric dengan kebingungan.


"Jika kau ingin di hormati oleh banyak orang maka kamu harus menghormati orang lain juga, berbuat baik tanpa pandang bulu dan suatu saat tuhan akan membantumu" ucap Cedric sembari berlutut di hadapan Nala.

__ADS_1


"Kakek kau terlalu banyak bicara hal-hal yang sulit untuk ku pahami, tapi aku menyukainya saat kau mengatakan banyak kata-kata aneh" ucap Nala sembari tersenyum.


Cedric tersenyum kemudian mereka berjalan bergandengan untuk berkeliling kota.


...****************...


Sementara itu di cam milliter kota Dristia.


Terlihat Harold tengah duduk di kursi yang berada di bawah pohon, terlihat pula beberapa petinggi yang tengah berdiri di hadapannya tak terkecuali Elias.


"Mengapa jenderal memanggil kami para komandan secara tiba-tiba" gumam Elias kebingungan.


"Kalian pasti kebingungan apa alasan kalian di panggil menemuiku" ucap Harold sembari ia mengelap bilah pedang dengan sebuah tanaman.


"Dua minggu lagi kita akan pergi untuk mengorbankan diri dan membuktikan kecintaan terhadap raja kita" ucap Harold.


Tanpa ragu seluruh komandan berteriak"siap kami laksanakan" secara serentak dan keras membuat bulu kuduk merinding.


"Kalian ada 3 orang, Elis kau pasti bingung mengapa ku panggil" ucap Harold.


"Siap anda benar tuan" jawab Elias.


"Bakat mu hebat, dan hanya medan perang yang mampu memberikan mu pengalaman" ucap Harold.


"Siap bersedia" ucap Elias.


"Elias kau bertugas memimpin pasukan pengintai dan juga mata-mata, Donal akan membantumu kau akan menjadi wakilnya. Pelajari apa yang di lakukan oleh Donal ia sangat berpengalaman" ucap Harold.


"Donal, ia merupakan salah satu rekan jenderal Harold ketika mengambil alih kota Dirta, ia menjadi poros keberhasilan misi ini karena kemampuan manipulatif yang sangat hebat dan juga permainan psikologis yang sama mengerikannya" gumam Elias.


...****************...


Sementara itu Danieal tengah melatih para prajurit.


"Berikan aku 1000 push up tanpa jeda dan istirahat..!" teriak Danieal.


"Siap..!" jawab para prajurit.


"Bukankah itu berlebihan, mereka masih harus lari keliling kota dan juga berlatih teknik" ucap asisten Danieal yang bernama Aftar.



Nama:Aftar Dushk


Umur: 27 tahun


level: alite puncak


spirit: es


note: Ia merupakan teman seperjuangan Danieal sejak masih di perguruan, walau bakatnya kurang tetapi ia tak pernah menyerah hingga ia mendapatkan gelar pelatih kebugaran di cam militer dan di luar itu ia juga merupakan komandan dari pasukan pemanah kota.

__ADS_1


"Ya aku tak peduli mereka telah melakukan kesalahan dan sudah kewajiban ku sebagai pengawas untuk menghukum merak" jawab Danieal.


"Terserahlah aku sudah lelah menanggapi mu" ucap Aftar.


...****************...


Singkat cerita dua minggu kemudian.


Faisal telah berhasil menyerap kekuatan dari soul elemen es yang berada di daratan es kematian.


Hal tersebut mengakibatkan sebuah penghalang raksasa yang berada di daratan es kematian terbuka dan hancur.


Di balik penghalang yang sebelumnya hanya terlihat dataran es tanpa batas tiba-tiba menjadi sebuah dunia yang indah di mana banyak hewan-hewan langka yang belum pernah di temui di benua Dump.


Faisal menunggu dan bersemedi di bantu oleh buah Gomolun yang tumbuh sangat subur di dalam gua Bolunggu, tak membuang kesempatan Jack juga bersemedi untuk menyerap buah Gomolun.


...****************...


Sementara itu di istana kekaisaran Terrasen.


"Bajingan..! penghalang itu hancur" teriak kaisar Alfonso dengan emosi yang membara hingga membuat keributan di ibukota istana.


"Bajingan...! bajingan..!" teriak kaisar Alfonso sembari memukul-mukul udara tanpa ia sadari efek dari hal itu membuat dinding-dinding aula istana menjadi retak serta berlubang.


"Yang mulia ada apa, mengapa anda menjadi mengamuk?" tanya perdana menteri berusaha menenangkan kaisar Alfonso.


"Kirik surat kepada ketiga kaisar, gerbang penghalang benua utama telah di buka kita harus menjaga perbatasan agar tidak terjadi hal yang tak di inginkan" ucap kaisar Alfonso dengan cepat dan terburu-buru.


"Siap yang mulia saya mohon izin pergi" jawab perdana menteri sembari menunduk lalu menghilang.


"Ini sangat gawat, kekuatan benua Dump tak ada apa-apanya di banding benua utama" gumam kaisar Alfonso dengan panik.


INTER MISSION


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Season satu telah selesai.


Untuk para pembaca mohon maaf atas kelalaian saya karena tidak bisa konsisten dalam update.


Untuk season berikutnya cerita akan lebih berfokus di dunia Dump land di banding bumi, tapi jika ada dari kalian yang ingin cerita di antara bumi dan dunia Dump land itu seimbang silahkan berkomentar.


Sekedar info saja buat kalian semoga ujian kalian lancar dan mendapatkan nilai yang memuaskan.


Prasetya undur diri.

__ADS_1


terimakasih atas semuanya.


__ADS_2