
"Bangsawan, memang ada bangsawan di negara ini?" tanya Faisal.
"Bangsawan yang di maksud bukan keluarga presiden atau mentri, namun orang-orang yang memiliki darah kerajaan yang pernah ada di negara kita seperti kraton dan yang lainya. Memang saat ini kebanyakan mereka tak memiliki istana namun sebenarnya mereka memiliki kekuasaan di atas presiden yang mengatur negara di balik layar" jawab Jarot.
"Aku baru mendengar tentang ini, di mana kita dapat menemui mereka?" tanya Faisal.
"Aku belum pernah bertemu dengan mereka karena mereka bersembunyi dan menutup identitas mereka" jawab Jarot.
"Bagaimana dengan keturunan Hamengkubuwono?" tanya Faisal.
"Mereka juga bangsawan namun hanya yang di permukaan namun masih banyak lagi para bangsawan yang lebih memilih hidup di dunia bawah tanah dari pada menunjukkan diri mereka seperti keturunan Hamengkubuwono yang berada di Yogyakarta" ucap Jarot.
"Apa yang di miliki oleh bangsawan hingga menjadi kasta tertinggi di dunia bawah negara ini?" tanya Faisal.
"Yang ku dengar selama ini mereka memiliki sumberdaya latihan yang memadai dan teknik kuno turun-temurun yang membuat mereka memiliki banyak grand master, selain itu mereka memiliki kekuasaan dan juga senjata sihir yang banyak karena peninggalan kerajaan mereka di masa lampau. Dan yang paling di takuti mereka memiliki darah titisan dewa" jawab Jarot.
"Titisan dewa?" ucap Faisal kebingungan.
"Mereka dapat menggunakan atau meminjam kekuatan dari dewa-dewa yang mereka anut seperti ada salah satu bangsawan yang menyembah batara kala mereka dapat meramal masa depan dan sebagainya" jawab Jarot.
"Baiklah aku mengerti" ucap Faisal.
Singkat cerita sampailah mereka di rumah Sobran.
Terlihat Sobran telah menunggu di depan pintu menyambut Faisal dan Jarot.
Faisal dan Jarot keluar dari mobil dan langsung berjalan ke arah Sobran.
Tiba-tiba Sobran menjabat tangan Faisal sembari tersenyum.
"Aku telah menyiapkan barang yang kau inginkan, semua ada di dalam" ucap Sobran.
Faisal menatap Sobran dengan ekspresi kebingungan karena sikap Sobran yang tiba-tiba berubah.
"Baiklah aku ingin melihat barang itu" jawab Faisal sembari melepas tangannya.
"Hei kau tidak menjabat tangan ku?" tanya Jarot.
"Tidak penting" jawab Sobran sembari berjalan dan membuka pintu.
__ADS_1
"Dia menjadi sangat menghormati mu karena kau kalahkan kemarin" bisik Jarot sembari berjalan.
Merekapun berjalan dan duduk di meja makan yang telah di siapkan, terlihat meja makan di penuhi oleh hidangan dari berbagai daerah makanan itu di susun dan di hidangkan sedemikian rupa hingga membuat orang lapar hanya dengan memandangnya.
"Sal aku tak dapat memberikan barang yang kau inginkan dengan jumlah besar seperti yang kau inginkan, aku hanya bisa memberikan setengah dari jumlah yang kau inginkan" ucap Sobran.
"Tidak masalah aku akan membelinya di lain waktu" jawab Faisal sembari membalik piring.
"Kau meminta bubuk mesiu sebanyak dua ton aku hanya bisa memberikan satu ton saja, kemudian kau menginginkan panah logam kualitas tinggi sebanyak 200 pasang, lalu kau juga meminta 200 kilo baja tamahagane yang merupakan bahan baku pembuatan katana di Jepang, lalu anda meminta beberapa dus obat jantung dan juga antibiotik lainya. Total semuanya 14 miliar" ucap Sobran membaca kertas.
"Apakah emas yang ku berikan kurang?" tanya Faisal.
"Tidak kau memberikan dua batang emas lebih dan ini ku kembalikan" jawab Sobran sembari memberikan dua batang emas kepada Faisal.
Faisal menolak"itu adalah bayaran untuk mu" ucap Faisal.
"Baiklah aku tak akan menyia-nyiakan rezeki" ucap Sobran sembari mengambil kembali emas tersebut.
"Kemana harus ku antar semua barang ini?" tanya Sobran sembari memberikan keras yang sebelumnya ia baca.
"Aku akan membawanya" jawab Faisal.
"Baguslah" ucap Faisal.
"Sob kau sudah mendengar berita tentang penyerangan yang terjadi dengan ku?" tanya Jarot.
"Tentu aku telah mendengar namun aku memilih untuk tidak ikut campur" jawab Sobran.
"Mengapa?" tanya Jarot.
"Aku adalah seorang yang bekerja di bawah pemerintah aku tak dapat ikut campur di dalam masalah personal aku harus mendapatkan izin dari ketua untuk membantumu" jawab Sobran.
"Para berandalan itu sulit untuk di hadapi karena kekuatannya yang besar, aku harus mencari bantuan yang lainya untuk mempertahankan wilayah palu langit" ucap Jarot.
"Tapi ketua golok merah memberikan tawaran yang cukup bagus kepada ku, ia mengatakan akan memberikan komisi yang tinggi untuk ku jika tetap diam dan tidak ikut campur dengan masalah ini" ucap Sobran.
"Sial kau lebih memilih uang daripada teman mu?" tanya Jarot terlihat kesal.
"Teman?, lagi pula kau tak pernah menghubungiku untuk apa menganggap mu sebagai teman. Bahkan kau tak mengundang ku di pesta ulang tahun anak-anak mu" ucap Sobran.
__ADS_1
"Sial, saat itu kau sedang bertugas di luar negeri aku tak dapat menghubungi mu" ucap Jarot terlihat kesal.
"Aku sebenarnya ingin memesan senjata api namun belum saatnya, aku akan membeli beberapa panah baja yang memiliki kekuatan setara dengan senjata sihir" gumam Faisal.
"Cukup berdebat nya, Faisal ketua tertarik dengan mu ia ingin kau menemuinya" ucap Sobran.
"Bukan urusan ku, jika ia tertarik dengan ku maka ia yang harus menemui ku bukan aku yang datang padanya" ucap Faisal.
"Duh anak ini merepotkan" gumam Jarot menghela nafas.
"Kakak ku akan datang dalam waktu dekat aku harus tetap di Bekasi jadi aku tak bisa pergi keluar kota" ucap Faisal.
"Baiklah aku akan memberitahu ketua" ucap Sobran.
"Sal kau berasal dari keluarga bangsawan?" tanya Jarot.
"Bangsawan?, aku hanya berasal dari keluarga biasa di desa" jawab Faisal yang terlihat kebingungan.
"Sulit untuk mempercayainya, aku memiliki kekuatan setara dengan orang yang telah berlatih lebih dari 80 tahun, saat ini kau masih berumur 16 bahkan keturunan bangsawan juga tidak mungkin untuk melakukannya" ucap Sobran.
"Anggap saja ini adalah berkah dari tuhan" ucap Faisal.
"Ini semua berkat system" gumam Faisal.
"Apa perlu Kakak mu kami jemput?" tanya Jarot.
"Jangan itu tidak perlu" jawab Faisal.
"Mencari masalah saja" gumam Faisal.
"Kau tidak ingin masuk militer?" tanya Sobran.
"Tidak, aku tak ingin terikat dengan sesuatu aku akan membantu negara ini di saat di perlukan namun aku tak ingin berada di bawah kekuasaan orang lain" jawab Faisal.
"Sayang sekali, militer dapat memberikan sumberdaya yang melimpah untuk kau berlatih jika masuk ke dalam. Kau akan menjadi aset paling berharga di negara jika kau masuk ke militer" ucap Sobran.
"Aku tak menginginkannya aku hanya ingin hidup dengan tenang dan tanpa tanggung jawab yang menghantui aku ingin bebas" jawab Faisal.
...****************...
__ADS_1
Bersambung..