Teleport System

Teleport System
Episode 137 investigasi


__ADS_3

Sementara itu di Cappadocia turki.


Terlihat sebuah portal berwarna merah terbentuk di tengah wilayah itu, terdapat pula lima siluman burung yang terbang sama seperti yang lainya mereka diam mematung tak bergerak.


Terdapat cam militer yang di bangun di sekitarnya sama seperti yang berada di Rusia tak hanya itu tentara Indonesia juga ikut ambil adil untuk membantu.


"Itu adalah iblis Kaja" ucap Deviatan berbicara kepada ayah.


"Sebenarnya kau ini berasal dari mana?" tanya ayah.


"Dunia ku telah hancur anggap saja aku baru terlahir kembali" jawab Deviatan.


"Menurutmu apa yang akan terjadi kepada dunia ini jikalau semua mahkluk dari portal menyerang secara bersamaan?" tanya ayah.


"Kurang lebih ada 45 portal yang terbuka di beberapa negara, dan setiap dari portal memiliki kekuatan bos yang berbeda juga jumlah mereka yang tak sama tapi selagi ada kami dan uang mulia mereka bukanlah ancaman" jawab Deviatan.


"Tapi tetap saja mereka akan mengakibatkan kehancuran yang tak bisa di ukur bisa saja dunia ini juga akan hancur" ucap ayah.


"Memang tak bisa kita hindari tetapi yang mulia memiliki rencana jikalau hal tersebut benar-benar terjadi" ucap Deviatan.


"Rencana apa itu, aku terkadang bingung dengan Faisal dia adalah putraku tetapi pemikirannya bisa melebihi diriku" ucap ayah.


"Terkadang pengalam yang mendewasakan seseorang bukan umurnya" ucap Deviatan.


"Kau benar mungkin apa yang telah Faisal alami selama ini membantunya untuk masuk ke fase dewasa lebih cepat" ucap ayah.


"Bagaimana dengan kabar pengungsian para warga?" tanya Deviatan.


"Kami menghabiskan total 14 triliun untuk membuat cam serta menyiapkan bahan pangan yang bergizi untuk semua orang di sana. Ada beberapa orang kaya yang membantu menyumbang uang tetapi itu tak seberapa hanya beberapa miliar saja. Dan jika di konversikan kami akan menghabiskan total 250 triliun untuk hidup semua orang selama 1 tahun" jawab ayah.


"Itu angka yang fantastis, yang mulia memiliki kekayaan yang begitu banyak" ucap Deviatan.


"Faisal memiliki beberapa miliar namun uangnya tak akan cukup untuk menanggung ratusan juta jiwa" jawab ayah.


"Dia belum tau jikalau yang mulia memiliki kekayaan yang begitu melimpah dari hasil kekaisaran Dump" gumam Deviatan.


"Bagaimana dengan iblis Lucifer?" tanya ayah.


"Setelah menyiksanya hampir selama 2 hari penuh ia akhirnya setuju untuk menjadi budak yang mulia, ia menyerahkan seluruh total kekayaannya yang berjumlah 2300 triliun rupiah. Saat ini ia sedang di kirim untuk mengurus portal yang berada di arab bersama Boru" jawab Deviatan.


"Dia adalah iblis yang sangat berbahaya aku pernah bertemu dengannya di medan perang, saat itu aku melihat dirinya sedang memakan otak dari musuhnya" ucap ayah.

__ADS_1


"Itu adalah hal biasa untuk para iblis" ucap Deviatan.


"Aku merasakan perasaan yang menusuk saat aku menatap matanya di kala itu, tubuhku seakan kaku tak berdaya untuk bergerak aku seolah sedang berdiri di hadapan sebuah monumen yang sangat besar hingga aku tak bisa membedakan rasa kagum dan rasa takut" ucap ayah.


"Jiwamu terlalu lemah, kau harus mencontoh anak mu ia tak pernah merasakan hal seperti itu ia berdiri layaknya seorang raja di mana tak ada yang boleh berada sejajar dengannya. Tapi ia akan menjadi padi yang menunduk di hadapan orang yang ia sayang" ucap Deviatan.


Ayah tersenyum"anak-anakku tak pernah mengecewakan ku" ucapnya.


"Lapor tuan ada sebuah pergerakan dari salah satu portal yang terbentuk di Singapura, anda di minta oleh presiden untuk mengeceknya" ucap salah satu tentara.


"Baiklah" jawab ayah.


Kemudian ayah dan Deviatan terbang.


"Menurutmu apa yang akan terjadi?" tanya ayah sembari terbang dengan kecepatan penuh miliknya.


"Portal di Singapura merupakan portal paling lemah di isi oleh bos manusia dengan kekuatan di ranah grand master puncak. Kemungkinan bos itu telah bergerak" jawab Deviatan.


...****************...


Sementara itu di Singapura.


Seorang pri tampan dengan pakaian seperti dewa Yunani, pria itu berdiri di sembari memperhatikan sekeliling.


"Dush!!" Deviatan dan ayah mendarat tepat di hadapan pria tersebut.


Seketika pria itu jatuh berlutut dengan tubuh gemetar sekaan ingin meledak.


"Dia sangat lemah seperti debu di hadapanku" ucap Deviatan.


"Jangan berlebihan kita memerlukan informasi darinya" ucap ayah sembari menepuk pundak Deviatan.


Beberapa saat kemudian di dalam tenda.


"Kau berasal dari mana?" tanya ayah kepada pria dari portal.


"Namaku Bereus aku berasal dari dunia Olimpus. Dunia kami kehilangan koneksi dengan dewa dan tiba-tiba ada portal yang terbentuk aku di kirim oleh raja sebagai bentuk hukuman ku sebagai seorang penjahat" jawab Bereus.


"Apa kejatahan yang telah kau lakukan?, hingga mendapatkan hukuman" tanya ayah.


"Aku menyelamatkan seorang wanita yang hendak di perkosa oleh pangeran, alhasil aku di pukuli hingga sekarang kemudian wanita yang ku selamatkan di perkosa oleh seluruh warga di alun-alun hingga meninggal" jawab Bereus dengan tatapan kosong.

__ADS_1


Ayah mengangguk lalu menghisap rokok"apa yang ingin kau lakukan kepada raja jikalau dirinya berada di hadapanmu?" tanya ayah.


Tatapan kosong berubah menjadi tatapan penuh amarah serta dendam"aku akan merobek kulitnya dengan perlahan kemudian aku akan mengencingi daging nya yang terbuka, aku akan memasukan bara api ke mulutnya" ucap Bereus penuh emosi hingga ia tak sadar air mata mengalir keluar.


"Dia bukan orang yang jahat, sepertinya kita harus memeriksa ke dalam" ucap ayah sembari berdiri.


"Kau ingin pergi kemana?" tanya Bereus menghentikan ayah.


"Aku akan masuk ke dalam portal" jawab ayah.


"Jangan, dunia itu telah menjadi tempat yang berbeda mereka semua telah menjadi iblis hanya aku yang selamat" ucap Bereus dengan cepat.


"Karena kau berkata seperti itu aku jadi merasa lebih penasaran" ucap ayah.


"Aku katakan jangan kau akan mati!" teriak Bereus sembari memegang kaki ayah dengan erat.


"Lepaskan aku, aku harus masuk ke dalam" ucap ayah.


"Ku mohon jangan" ucap Bereus sembari berlutut kemudian membenturkan kepala ke lantai hingga berdarah.


"Kekuatannya meningkat, sepertinya ada yang aneh" gumam Deviatan.


Ayah berlutut mencoba untuk mengangkat Bereus.


"Scrak..!" Bereus menyerang ayah menggunakan tangan yang telah berubah menjadi pedang.


Serangan itu berhasil menggores pipi ayah beruntungnya Deviatan dapat menarik ayah terbang ke atas untuk menghindari serangan tersebut.


Bereus berdiri sembari tersenyum, kemudian ia menjilat dara di tangannya.


"Dasar manusia lemah kau percaya dengan ucapan ku" ucapnya sembari tertawa.


"Kekuatannya meningkat hingga ke level kaisar dan itu terus meningkat" gumam Deviatan.


"Hahahaha..." tawa Bereus sangat keras.


"Semuanya mundur..!"


...****************...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2