Teleport System

Teleport System
Episode 107 pembukaan


__ADS_3

"Apa rencana yang kau miliki untuk anggota yang tidak memiliki pekerjaan?" tanya Faisal.


"Sebenarnya aku tidak memiliki rencana apapun karena aku sibuk merancang kafe dan hotel serta bar yang anda inginkan" jawab Jarot.


"Kau memiliki kenalan untuk membuat perusahaan?" tanya Faisal.


"Aku memiliki beberapa koneksi" jawab Jarot.


"Baiklah, bagaimana dengan pemasaran kafe dan yang lainya apa kau telah memikirkannya?" tanya Faisal.


"Aku memiliki beberapa teman selebritis di Hollywood mereka tidak begitu terkenal tetapi memiliki penggemar yang cukup banyak, dan yang lebih penting lagi mereka memiliki koneksi yang luas" jawab Jarot.


"Cukup bagus" ucap Faisal.


"Bagaimana dengan anda, apa rencana anda mengenai pembangunan usaha ini?" tanya Jarot.


"Aku sebenarnya tidak memiliki rencana apapun, aku hanya memikirkan cara agar semua anggota dan dirimu memiliki pekerjaan yang baik jauh dari dunia kriminal seperti dulu saat di Indonesia, aku mempercayaimu karena kau memiliki kemampuan untuk mengelola banyak hal oleh karena itu aku hanya mengungkapkan rencana pembuatan bukan pengelolaan" ucap Faisal sembari merangkul pundak Jarot.


Jarot menunduk.


"Kalian telah hidup di dalam kegelapan cukup lama, insiden yang terjadi sebelumnya adalah pertanda dari tuhan untuk kita menghentikan perbuatan yang buruk dan menggantinya dengan perbuatan yang lebih baik. Aku yakin gang kita akan berhasil dengan menggunakan cara yang legal" ucap Faisal.


Jarot menatap Faisal dengan haru.


"Jangan pernah menyesali hari di dalam hidup mu" ucap Faisal.


"Mengapa?" tanya Jarot.


"Hari baik memberi kebahagiaan, hari buruk memberi pengalaman, hari terbaik memberi kenangan, dan hari terburuk memberi pelajaran" jelas Faisal dengan bijak.


Jarot terdiam memikirkan kata-kata Faisal.


"Terkadang aku berpikir, umur mu masih 16 tahun tetapi kata-kata yang kau ucapkan itu penuh akan makna yang dalam sekaan dirimu telah hidup ribuan tahun" ucap Jarot.


"Umur tak dapat menjadi tolak ukur akan pemahaman seseorang, orang yang memiliki pengalaman yang banyak belum tentu memiliki pemahaman yang kuat begitu pula sebaliknya"


"Aku pernah membaca sebuah artikel Bruce Lee pernah mengatakan bahwa dirinya lebih takut kepada orang yang berlatih satu jurus seribu kali di banding orang yang berlatih seribu jurus satu kali" ucap Faisal.


...****************...


Keesokan paginya.


Nicho memutuskan untuk izin dan memilih ikut Faisal untuk pembukaan perdana kafe miliknya.


Nadia juga ikut turut membantu ia mengundang teman-temannya untuk datang ke kafe itung-itung mempromosikan.


"Semua berjalan lancar" gumam Faisal sembari mengamati para anggota membersihkan kafe dengan bersemangat.


Ia memperhatikan sembari menghisap rokok dengan nikmat.


Tak hanya itu terlihat pula Nadia dan Nicho membantu membawakan barang-barang.

__ADS_1


[Di sarankan untuk host agar kembali ke benua Dump.!!!!]


"Peringatan?" gumam Faisal terkejut.


"Apa yang terjadi di sana?" tanya Faisal.


[Di sarankan untuk host agar kembali ke benua Dump!!.]


Dengan bergegas Faisal berjalan ke arah Jarot.


"Aku ada urusan dan tak akan kembali dalam beberapa hari, kau urus semuanya termasuk sekolah ku jangan tanya aku di mana dan jangan hubungi aku sebelum aku menghubungimu" ucap Faisal dengan cepat kemudian ia menghilang.


Jarot kebingungan dan terkejut ia terdiam mematung.


...****************...


Sementara itu di mulut gua tempat Faisal beristirahat.


"Aku tak akan membiarkan dirimu memasuki gua ini dan mengganggu tuan Faisal" ucap Jhon sembari menahan sebuah kapak besar dengan bersusah payah.


Tubuh Jhon telah di penuhi oleh luka goresan akibat serangan kapak pria tersebut.


"Aku sudah tidak tahan lagi, aku harus kuat" gumam Jhon.


Pria tersebut terlihat santai menghadapi Jhon ia tersenyum sembari perlahan mendorong Jhon ke bawah.


Terlihat pula puluhan orang yang terbang di belakang pria tersebut mereka menonton pertarungan Jhon dengan gembira.


"Duash....!" sebuah ledakan yang begitu dashyat dari dalam gua tempat Faisal berada.


Ledakan itu sangatlah kuat hingga membuat seperempat gunung hancur.


"Sampah berani menggangu kokiku" ucap Faisal penuh amarah.


Ia terbang di atas reruntuhan gua dengan air yang menyelimuti tubuhnya.


"Scark..!"


"Siapa orang bodoh ini"


Seketika tubuh puluhan orang yang terbang itu terbelah menjadi dua dengan rapi sama seperti biasanya mereka tidak mengeluarkan darah sedikitpun.


"Saudaraku...!" teriak pria pemegang kapak penuh amarah sembari ia mengeluarkan seluruh energinya hingga membuat Jhon terpental cukup jauh


"Dusk..!" Faisal memukul kepala pria itu hingga ia terkubur di tanah.


"Banyak bacot" ucap Faisal.


"Kau tau betapa sulitnya mencari koki yang hebat di dunia ini, aku tak ingin terjebak dengan makanan sampai" ucap Faisal sembari terus memukuli wajah pria tersebut.


"Tuan dia sangat marah ketika aku di sakiti, tuan kau adalah idola ku" gumam Jhon sembari menonton Faisal dengan kagum seakan melihat seorang malaikat yang menolongnya.

__ADS_1


"Ampun...! tolong hentikan" ucap pria itu meminum ampun hingga menangis.


...****************...


Beberapa saat kemudian.


Faisal menghisap rokok sangat dalam.


"Jadi begitu" ucap pria yang sebelumnya di pukuli Faisal.


Mereka telah duduk melingkar di dekat reruntuhan.


"Kau berasal dari benua utama yang berada di ujung daratan es kematian, kau merupakan salah satu murid di sekte pedang surgawi sekte tempat Jintao berada" ucap Faisal.


"Benar aku adalah tim pengintai yang di kirim pemimpin untuk mencari informasi mengenai benua pinggir" ucap pria itu.


"Apa hanya dirimu yang di kirim?" tanya Faisal.


"Masih ada ratusan pengintai yang di kirim mereka terbagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 20-35 murid aula pengintaian" jawab pria itu.


"Bagaimana cara kami mengetahui para pengintai?" tanya Faisal.


"Kami tak dapat mengatakan huruf r dengan sempurna semua orang di benua utama sulit mengatakan r secara sempurna" jawab pria itu.


"Crak" kepala pria itu menggelinding di tanah.


"Dia sudah tak berguna, mati kita lanjut mencari tanaman herbal mistik" ucap Faisal sembari berdiri.


"Bagaimana dengan ancaman benua utama?" tanya Jhon khawatir.


"Itu urusan para kaisar urusanku adalah mencari herbal, selagi tidak mengusik penduduk ku atau bawahan ku maka itu bukan urusanku" jawab Faisal.


"Bukankah itu terlalu egois?" ucap Jhon dengan ragu dan sedikit takut.


"Untuk apa peduli dengan orang yang tidak mempercayaiku, dengan mempedulikan orang seperti mereka kau akan sengsara kau tak akan dihargai dan di anggap sampah" ucap Faisal.


"Bagaimana dengan para penduduk yang tak bersalah?" tanya Jhon.


"Apa ada korban jiwa sekarang?" tanya Faisal


"Belum" jawab Jhon.


"Aku akan turun tangan jikalau para pemerintah tak dapat melindungi rakyat kecil" jawab Faisal.


"Mengapa anda tidak membereskan masalah kecil terlebih dahulu?" tanya Jhon.


"Kau sudah cukup berani dan banyak bertanya" ucap Faisal dengan kesal.


...****************...


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2