Teleport System

Teleport System
Episode 97 berangkat


__ADS_3

"Wah ini adalah ginseng yang sangat bagus paling tidak ini berumur ratusan tahun" ucap kakek terkejut ia kelihatan bersemangat.


"Wah benar, rasanya seluruh energiku kembali lagi setelah seharian berjalan" ucap ayah setelah memakan serbuk ginseng itu.


Faisal hanya tersenyum.


"Apa mereka tak menyadari jika manfaat ginseng lebih dari itu, atau mereka hanya menutupinya?" gumam Faisal sembari lanjut makan.


"Kau juga ikut ke Amerika?" tanya Nabila kepada Nicho.


"Faisal mengajakku jadi aku ikut, lumayan liburan gratis ke Amerika" jawab Nicho.


"Aku juga akan pergi ke sana, ibu bilang keluarga Handoko memiliki istana di Amerika aku penasaran dengan itu aku tak sabar untuk pergi" ucap Nabila.


"Aku akan mengajakmu berkeliling ketika kita sampai di sana" ucap Nabila.


"Tapi, aku akan tinggal dengan Faisal ia memutuskan untuk tinggal berbeda tempat dengan kalian" ucap Nicho.


"Loh kenapa begitu?" tanya Tante Nita memotong ucapan Nicho.


"Entahlah aku juga tidak tau alasannya, aku hanya mengikuti Faisal saja" jawab Nicho.


Tante Nita menatap Faisal dengan kesal"Faisal" ucap tante Nita dengan tegas.


"Kenapa?" tanya Faisal.


"Kenapa kau ingin tinggal sendiri?" tanya tante Nita.


Ibu dan nenek memperhatikan Faisal.


"Sejak kecil aku terbiasa hidup di tempat yang sederhana, rumah yang kecil, lingkungan yang sepi serta kemandirian aku telah terbiasa dengan itu. Tinggal di tempat yang luas dan banyak pembantu itu membuatku merasa tidak enak aku lebih memilih tinggal di apartemen saja atau kosan" jawab Faisal.


Ibu menatap ayah sembari tersenyum kemudian melirik kepada Faisal.


Ayah yang tengah makan kebingungan melihat ibu ia hanya membalas senyumnya.


"Jika keputusan yang ku buat menggangu kalian aku minta maaf dan aku akan tinggal bersama kalian di sana" ucap Faisal sembari menaruh sendok di atas piring.


"Tidak, kami menghargai keputusan mu kau boleh tinggal sendiri asalkan kau pergi mengunjungi ibu dan adik-adik mu setiap minggu" ucap ibu sembari memegang tangan Faisal.


"Terimakasih ibu" ucap Faisal sembari tersenyum.


"Wah Faisal bisa selembut ini aku baru tau" bisik Nicho kepada Bella.


"Ia selalu bersikap manis kepada keluarganya kecuali aku" bisik Nabila.


"Mungkin karena aku terlalu cerewet" bisik Nicho.

__ADS_1


"Stup..!" Nicho di pukul Nabila.


"Sialan kau" bisik Nabila dengan kesal.


****************


Singkat cerita Faisal dan keluarganya pun berangkat menuju bandara.


Saat di dalam mobil Limosin berwarna putih yang di hiasi oleh garis emas.


"Wah jadi seperti ini isi di dalam Limosin" ucap Nicho yang terlihat sangat senang dan kagum dengan isi di dalam mobil Limosin.


"Aku dan Nicho akan naik pesawat biasa" ucap Faisal sembari mengeluarkan tiket pesawat.


"Kenapa kau tidak ikut kami naik pesawat jet pribadi?" tanya ayah.


"Aku tak menginginkannya, belasan tahun hidup sederhana membuatku merasa tidak nyaman saat merasakan kemewahan" jawab Faisal.


"Jawabanmu selalu sama" ucap ayah.


"Aku akan sekolah di New York, ku dengar di sana ada banyak pekerjaan sampingan yang tidak memakan waktu aku akan pergi bekerja ketika pulang sekolah" jawab Faisal.


"Rumah keluarga Handoko ada di Las Vegas kau harus datang ke sana setiap minggu apapun alasannya mau harus pergi ke sana" ucap ayah.


"Untuk apa kau mengambil pekerjaan di sana, nenek akan mengirim uang sebanyak yang kau mau kau jangan mengambil pekerjaan" ucap nenek marah.


"Ya uang keluarga kita terlalu banyak sampai-sampai kakek kebingungan cara menghabiskannya, nenek sudah tidak tahan melihat keluarga kalian hidup sederhana" ucap nenek.


"Sederhana belum tentu buruk nek, sederhana itu hidup dengan damai aku lebih suka hidup sederhana di banding hidup mewah" ucap Faisal.


"Dia itu keras kepala seperti ayahnya jangan ibu nasehati lagi biarkan dia melakukan apa yang ia mau selagi itu tidak merugikan orang lain" ucap ibu dengan kesal.


"Aku masih memiliki beberapa miliar di akun bank yang di berikan oleh Jarot" gumam Faisal.


"Jarot telah menungguku di New York, kami memutuskan untuk pindah ke Amerika dan mulai membangun kekuatan dari bawah" gumam Faisal.


"New York adalah kota yang sangat besar jadi aku pasti akan mendapatkan banyak peluang di sana" gumam Faisal.


Sementara itu Nabila dan Nicho masih asik berdua mereka bercanda dan tak berhenti tertawa.


"Adrianto dan om Hendra sedang melakukan investigasi tentang masalah dugaan adanya iblis darah di cam pengungsian" ucap ayah.


"Kapan mereka akan selesai?" tanya Faisal.


"Entahlah ayah tak tau, tetapi yang pasti setelah pekerjaan mereka selesai mereka akan pergi ke rumah keluarga Handoko di Las Vegas" jawab ayah.


"Mengapa ayah tidak ikut membantu?" tanya Faisal.

__ADS_1


"Masalah kecil seperti itu belum pantas untuk membuatku turun tangan" jawab ayah dengan sombong.


"Orang yang biasanya di marahi oleh ibu hingga di suruh mencuci baju dan piring sekarang berkata seperti itu" gumam Faisal.


...****************...


Singkat cerita saat di dalam pesawat.


Faisal duduk di ujung dekat jendela.


"Akhirnya aku akan pergi ke Amerika" ucap Nicho bersemangat ia duduk tepat di samping Faisal.


Faisal hanya diam menatap awan yang tebal.


"Berapa lama waktu yang di perlukan untuk tiba di Amerika?" tanya Faisal tanpa mengalihkan pandanganya.


"Entahlah mungkin seharian aku juga tak tau" jawab Nicho.


"Apa yang akan kau lakukan ketika pertama tiba di Amerika?" tanya Faisal.


"Turun dari pesawat?" jawab Nicho.


"Ahahaha..!" Faisal tiba-tiba tertawa dengan keras hingga membuat seluruh penumpang menatapnya dengan bingung.


"Kau ada benarnya" ucap Faisal.


"Apa kau akan mencari pacar atau semacamnya?" tanya Faisal.


"Tidak aku akan belajar dengan sungguh-sungguh, aku telah di biayai dan aku merasa tidak enak jika aku malah bersenang-senang di Amerika" jawab Nicho.


"Santai saja dan nikmati tak akan ada yang melarang dirimu untuk bersenang-senang" ucap Faisal.


"Bukanya kau bisa terbang?" bisik Nicho.


"Aku bisa memang kenapa?" jawab Faisal.


"Mengapa kau tidak menggunakan kekuatanmu itu dan mengapa kau memilih menggunakan pesawat?" tanya Nicho.


"Ya aku ingin berangkat bersama kalian, memang mudah untukku terbang ke Amerika dan hanya memerlukan beberapa detik saja namun waktu yang ku rasakan bersama dengan kalian itu sangat berharga aku lebih memilih menikmatinya" jawab Faisal.


"Kau ada benarnya menyenangkan rasanya ketika berkumpul dengan keluargamu" ucap Nicho.


"Berkumpul dengan keluargaku atau berkumpul dengan Nabila?" tanya Faisal dengan wajah mengejek.


Wajah Nicho memerah ia memalingkan wajah.


...****************...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2