
Kota Bulok.
Asap mengepul di atas kota sangat tebal hingga menutupi pandangan, api menyala sangat besar hingga membuat malam yang gelap terasa seperti siang suara teriakan yang terus menggem tanpa henti seolah menjadi seperti lantunan musik begitulah keadaan kota Bulok saat ini.
Hanya tersisa seperempat kota saja yang masih aman sisanya telah hancur dan terbakar semua itu di sebabkan oleh sesok mahkluk yang memiliki tubuh besar seukuran sebuah gunung, monster itu berbentu seperti goblin dengan perut besar yang di lilit oleh rantai.
Monster itu terus menghancurkan kota dan juga membunuh para warga tanpa pandang bulu, banyak para prajurit kerajaan Aloka tengah beterbangan berusaha mengalahkan monster tersebut namun sayang mereka semua mati tanpa adanya perlawanan.
Tak hanya para prajurit kerajaan Aloka banyak pula para master beladiri yang ikut serta menaklukkan monster tersebut namun keadaan mereka sama seperti prajurit kerajaan Aloka.
Warga kota telah pasrah mereka tak memikirkan tentang harta atau keluarga yang ada di pikiran mereka hanyalah hidup.
Di tengah-tengah gedung yang terbakar.
"Ibu.. !" teriak seorang anak laki-laki yang terduduk di tengah-tengah gedung yang terbakar itu, ia menangis dan terus berteriak memanggil ibunya api mengepung jalan keluar bocah itu terperangkap.
Dari balik kobaran api nampak mata dari monster goblin menatap bocah tersebut, melihat hal itu bocah tersebut berteriak semakin keras memanggil ibunya.
Seketika tangan monster itu memukul ke arah bocah yang tak berdaya, bocah itu menutup mata sembari ia berteriak memanggil ibunya berharap ia datang untuk menyelamatkan dirinya.
"Stank..!" Sebuah pedang menghantam tangan monster tersebut hingga terpental dan membuat sang monster jatuh.
"Bush" Faisal mendarat tepat di samping bocah itu dan bergegas menggendongnya sembari ia terbang ia berfikir"serangan ku tak mampu menembus kulitnya, kekuatan fisik monster itu sangat hebat"
Terlihat Raja Darsa dan ketiga adiknya telah berkumpul di atas monster yang terbaring di tanah, terlihat pula 15 panglima tempur mereka berkumpul bersama.
"Dia adalah Lord goblin, aku tak pernah melihatnya sejak 1000 tahun yang lalu" ucap raja Darsa mengamati monster yang tak lain adalah lord goblin.
"Kekuatannya meningkat aku dapat merasakan aura yang familiar" ucap pangeran Rakshasa.
"Jangan membuang waktu" ucap pangeran Barsha sembari ia meluncur ke arah perut lord goblin yang baru bangkit setelah terjatuh.
__ADS_1
Tanpa di duga-duga lord goblin itu mampu memukul pangeran Barsha hingga membuatnya terpental ke arah sisa kota yang masih utuh, serangan itu sangat kuat hingga membuat pangeran Barsha terus terpental hingga menghancurkan sisa bangunan kota.
Tanpa menunggu lama pangeran Karsha membalas serangan lord goblin atas adiknya berbeda dengan pangeran Barsha ia menyerang menggunakan tombak tak hanya itu kelihatan jelas jikalau pangeran Karsha mengeluarkan seluruh kekuatannya dapat di lihat dari aura yang keluar membentuk sebuah sosok naga biru.
Lord goblin menahan serangan itu dengan kedua tangannya yang mana berakibat kedua tangannya hancur lebur"Aaaaarkh.." teriak lord goblin penuh rasa derita.
Faisal datang.
Tak menunggu waktu lama pangeran Karsha segera mengeluarkan serangan keduanya yang mengarah tepat ke arah kepala lord goblin, sama hal nya seperti tangannya kini kepala lord goblin terebut hancur lebur hingga membuatnya jatuh terkapar.
Faisal terkejut melihat serangan yang begitu kuat dari pangeran Karsha.
Pangeran Karsha bergegas kembali ke sisi kedua saudaranya"Dia telah selesai" ucapnya sesaat tiba.
"Paman coba anda perhatikan lagi" ucap Faisal menujuk ke arah mayat lord goblin tersebut yang mana muncul sebuah asap hitam yang masuk ke dalam tubuhnya.
Asap itu perlahan berubah menjadi sebuah daging yang membentuk kembali kepala lord goblin yang sebelumnya hancur tak hanya itu tangan lord goblin juga tumbuh kembali berkat tersebut asap tersebut.
Tanpa menunggu lama pangeran Karsha kembali meluncurkan serangan kuat ke arah lord goblin tersebut, aneh ternyata lord goblin mampu menghindari beberapa serangan dari pangeran Karsha tak hanya itu lord goblin juga mampu membalik keadaan yang mana kini kelihagan pangeran Karsha yang kesulitan menahan serangan dari lord goblin tersebut.
"Ayah mertua apa anda tidak ingin turun tangan?" tanya Faisal.
"Tak dapat di pungkiri lagi jikalau kekuatan Karsha itu melampau ku aku hanya akan menjadi beban dengan bergabung ke dalam pertarungan itu" jawab pangeran Raksha sembari mengamati pergerakan musuh.
"Bagaimana dengan mu guru?" tanya FaisalFaisal.
"Aku sedang mengamati lord goblin itu yang mana ia kini telah meningkat menjadi seorang Lord Golbin yang mana memiliki kekuatan setara dengan Karsha, aku sedang mengamati dari mana kekuatan aneh itu muncul" jawab Raja Darsa.
Terlihat pangeran Karsha mulai kewalahan melawan Lord Golbin, Faisal tak dapat menahan ia segera menghampiri pangeran Karsha dan menyumbangkan sebuah serangan tebasan pedang yang memberikan efek luka goresan tepat di wajah lord Golbin.
"Aku tak ingat nama teknik ini tapi aku merasa solah telah menguasainya" gumam Faisal.
__ADS_1
Raja Darsa kelihatan terkejut melihat teknik yang di gunakan oleh Faisal"Tebasan itu seolah menghilang saat berada dekat dengan target namun nyatanya tidak seperti itu, tebasan pedang tersebut menyusut menjadi kecil dan menyerang masuk ke dalam pembuluh darah efek serangan tak berkurang dan menimbulkan luka dalam yang sangat parah" gumam Raja Darsa.
Selang beberapa saat setelah Faisal menyerang lord Golbin tiba-tiba monster itu muntah darah dan terjatuh sama seperti sebelumnya.
"Serangan Alex mengenai otak dari lord Golbin itu apakah kau yang mengajarinya?" tanya pageran Raksha.
"Aku tak pernah mengajarkan teknik semacam itu kepada Alex, dan aku tau betul jika ayahnya juga tak nenguasainya teknik tersebut di pelajari olehnya entah dari master mana" jawab raja Darsa.
Sama seperti sebelumnya Lord Golbin itu bangkit kembali setelah asap aneh memasuki tubuhnya.
...****************...
Sementara itu di goa tempat pangeran Ejan berada.
Terlihat pangeran Ejan tengah duduk di hadapan Azazel yang tengah berbaring sembari ia menonton sebuah layar yang berbentuk seperti portal.
Layar tersebut menampilkan pertarungan Faisal dan pangeran Karsha melawan Lord Golbin yang begitu kuat.
"Tuan ini akan membantu tujuan mu dengan syarat kau memberikan aku makanan" ucap Azazel.
"Aku akan melakukan segalanya tuan primordial" jawab pangeran Ejan dengan sangat lembut sejujurnya ia takut menghadap Azazel karena tampangnya yang kelihatan sangat menyeramkan.
"Aku adalah Azazel aku adalah primordial yang paling kuat tumbal yang ku inginkan tidaklah mudah apakah mau bersedia?" tanya Azazel dengan nada seolah sedang mengejek.
"Apapaun akan ku lakukan demi mendapatkan kekasihku kembali" jawab pangeran Ejan.
"Ahahaha.. ! kau mahkluk aneh yang menarik" ucap Azazel.
...****************...
Bersambung..
__ADS_1