Teleport System

Teleport System
Episode 78 ayah bagian 2


__ADS_3

"Mereka memiliki senjata" gumam Bastian yang tengah berdiri di atas pohon yang tinggi mengamati cam tersebut dari jauh.


"Terget di ketahui meminta izin untuk melakukan penyergapan" ucap Bastian sembari memegang telinganya.


"Laksanakan"


Seketika Bastian menghilang.


...****************...


Sementara itu di cam.


Terlihat seorang pria hitam negroid tengah duduk di atas beberapa tumpuk mayat, pria itu menatap anak-anak sembari memainkan pisau di tangannya.


"Satu anak berharga 13 miliar jika kita menjual organnya, sedangkan jika di jual seluruh tubuhnya sebagai budak itu seharga 3 miliar" ucap pria hitam itu berbicara pada seorang bule di sampingnya yang tengah menulis sebuah catatan.


"Para bandar akan datang untuk melihat barang yang kita punya, hubungi para ulat untuk mengantar barang ke cam utama sekarang juga" ucap pria hitam sembari berdiri.


"Siap bos" jawab bule kemudian ia pergi.


Pria hitam berjalan ke arah seorang gadis kecil berumur sekitar 9 tahun, gadis itu memiliki kulit kuning langsat, matanya coklat dan terlihat indah rambutnya bergelombang panjang hingga ke pundak.


Tiba-tiba pria hitam jongkok di depan gadis tersebut sembari tersenyum dan menjilati bibirnya.


Pria hitam memegang pipi gadis itu, sang gadis terlihat ketakutan hingga menangis.


"Kau memiliki kecantikan yang luar biasa wajahmu seperti sebuah karya pahat seorang seniman terkenal" ucap pria hitam sembari meraba seluruh wajah gadis tersebut.


"Kau akan merasakan kenikmatan dari rudal hitam ku" ucap pria hitam sembari meremas leher gadis tersebut.


"Aaaak..!" teriak anak buah pria hitam yang berada di belakangnya.


Seketika seluruh anak buah yang mengerumuni pria hitam jatuh terkapar ke tanah dengan keadaan tubuh terpotong-potong.


"Huh..! apa yang terjadi" ucap pria hitam yang terkejut reflek ia berdiri.


Kakinya gemetar ia terus melirik ke semua arah dengan ketakutan.


"Bicara tentang rudal hitam aku juga memilikinya" ucap sesosok bayangan hitam yang berdiri di atas tenda di depan pria hitam, bayangan itu menunjukkan sebuah pedang yang berwarna hitam pekat.

__ADS_1


"Aaaaa...!" teriak pria hitam sembari menembaki bayangan itu dengan pistol secara membabi-buta.


"Pistol memang kuat tapi rudal hitam ku dapat membuat nyali mu terkoyak" ucap sesosok bayangan yang tiba-tiba muncul di samping pria hitam sembari menodongkan pedang ke lehernya.


Pria hitam gemetar"siapa kau.. apa kau tau siapa aku" ucap pria hitam dengan terbata-bata karena ketakutan.


"Scark..!" jari-jari kanan pria hitam terpotong.


"Aaaaa...!" teriak pria hitam sembari memegangi tangannya yang di basahi oleh darah yang terus mengalir.


"Rudal elit muka sulit cuaks" ucap bayangan itu sembari menebas kaki pria hitam.


"Aaaa.! ampun..! ampun..!" teriak pria hitam memelas ampunan.


Tanpa berlama-lama bayangan itu mulai mencincang tubuh pria hitam secara perlahan di mulai dari kaki.


Sepanjang waktu pria hitam berteriak meminta ampun sembari berguling-guling kesakitan.


"Misi selesai" ucap bayangan itu setelah ia mencincang tubuh pria hitam hingga menjadi daging giling.


Seketika bayangan itu menghilang.


...****************...


Ia di sebut sebagai black death karena ia bekerja dengan memakai pakaian serba hitam hingga tak ada yang mengetahui apa identitas di balik nama tersebut.


Selain itu terdapat juga ciri khas cara membunuh yang terkenal sangat sadis dan tak manusiawi bahkan tak sedikit di temukan beberapa mayat yang di buat seolah-olah sedang memakan kelamin mereka sendiri.


"Jadi ayah dulu se mengerikan itu?" ucap Adrianto sembari mengangguk seolah paham.


"Kalian itu hampir mirip yang membuatnya berbeda adalah target kalian. Ayah mu bekerja di bidang assassin yang melakukan tugas sendiri sedangkan dirimu menjalankan tugas bersama tim" ucap kakek Pur.


(Kita sebut saja kakeknya Faisal itu kakek Pur)


"Dan apa alasan ayah sangat di segani di asosiasi bahkan kepala asosiasi sangat menghormati ayah?" tanya Adrianto.


"Ayahmu memiliki temperamen yang buruk, ia sangat mudah marah dan saat ia marah ia akan membunuh bahkan menyiksa orang yang menyinggungnya. ketua asosiasi sebelumnya hampir mati akibat menyinggung ayahmu" jawab kakek Pur.


"Loh.. bukanya ayah itu sangat penyabar bahkan ia tak pernah mengamuk ketika aku dan Faisal berbuat salah, ayah selalu menanggapi dengan bercanda atau ia lebih memilih untuk diam" ucap Adrianto.

__ADS_1


"Seorang iblis akan menjadi malaikat saat ja bertemu oleh seorang bidadari yang dapat mengubahnya" ucap kakek Pur.


"Maksud kakek, bidadari itu adalah ibu?" tanya Adrianto.


Kakek tersenyum"kau benar Sitianti Handoko seorang wanita yang dapat mengubah iblis menjadi seorang malaikat" jawab kakek Pur dengan bangga.


"Boong... boong.. boong" ucap ayah yang tiba-tiba muncul di depan tenda.


"Pergilah dan jangan ganggu kami, aku sedang bercerita dengan cucuku" ucap kakek Pur sembari mendorong ayah yang berusaha masuk.


"Hei... kalian membicarakan ku, seharusnya kalian berhenti masalalu adalah masalalu tak perlu di ingat" ucap ayah.


"Masalalu harus di jadikan pelajaran serta pengingat agar kesalahan yang sama tak di ulangi lagi di masa depan, kita tak bisa memisahkan masalalu dengan masa kini dengan cara melupakannya" ucap kakek Pur.


"Wow kek kau kedengaran sangat bijak walaupun sesat" ucap Adrianto.


"Tup" kepala Adrianto di pukul.


"Kek itu sakit" ucap Adrianto sembari mengelus kepalanya yang benjol.


"Kau tau dulu ayahmu sampai menangis dan memelas agar ibumu tidak memutusnya sebagai pacar" ucap kakek Pur sembari tersenyum ke arah ayah untuk mengejek.


"Pelajaran ya pelajaran, mengapa kau menceritakan hal memalukan" ucap ayah sembari berjalan pergi dengan kesal.


"Pada awalnya kakek mengira jika ayahmu itu terobsesi dengan ibumu hingga kakek hampir saja membunuhnya karena takut akan melukai ibumu. Tapi seiring berjalannya waktu kakek melihat perubahan signifikan dari sifat ayahmu yang awalnya seorang pemarah hingga menjadi seorang yang sangat sabar seperti sekarang" ucap kakek Pur.


Adrianto diam termenung.


"Temukan pendamping hidupmu tapi yang normal, jikalau kau mencintai sesama jenis maka aku orang pertama yang akan membunuh dan menyiksa mu" ucap kakek Pur sembari menepuk pundak Adrianto.


Adrianto menepis tangan kakek dengan kesal"kek jangan menghinaku" ucap Adrianto


"Ahahahah..!" tawa kakek Pur sangat puas.


"Sebenarnya aku berniat untuk mencari pasangan karena umurku yang sudah dewasa, tapi setelah melihat apa yang terjadi dengan Faisal aku mengurungkan niat ku dan lebih memilih berfokus ke tujuan utama ku terlebih dahulu" ucap Adrianto sembari menunduk.


"Kau benar kakek bahkan merasa sakit hati saat melihat apa yang terjadi pada Faisal akibat ulah wanita ****** itu, Faisal yang sebelumnya cerita dan tiba-tiba menjadi seorang yang hanya berbicara sepatah dua kata saja, bahkan ia kehilangan berat badan sebanyak 10 kilo dalam satu bulan" ucap kakek Pur terlihat sedih.


...****************...

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2