Teleport System

Teleport System
Episode 111 ruang rahasia


__ADS_3

"Aku takut tidak sengaja membunuh peserta lain, teknik yang ku pelajari adalah teknik yang tidak hanya memotong raga melainkan juga jiwa" gumam Faisal sembari memperhatikan sekeliling.


"Ingat saat kalian berada di dalam bahaya hancurkan token maka kalian akan segera di kirim kembali ke dunia" ucap Abuja dengan tegas serta suara yang lantang.


Tiba-tiba empat kaisar berdiri kemudian mereka mengangkat senjata milik mereka ke langit.


"Fsuuu" mereka mengeluarkan energi ke langit hingga membuat sebuah gumpalan cahaya berwarna ungu.


Cahaya tersebut menarik para peserta masuk ke dalam.


"Ku harap perwakilan kita akan selamat dan membawa kemenangan" ucap Cedric.


"Jangan remehkan perwakilan kita, ia merupakan pahlawan paling berjasa dalam pembinasaan organisasi awan hitam" ucap Harold dengan percaya diri.


"Tentu aku tak meremehkan kekuatan Elias ia adalah kesatria yang sangat berbakat, terkadang aku memikirkan bagaimana caranya selamat dalam penyergapan markas organisasi awan hitam waktu itu" ucap Cedric.


****************


Saat penyergapan markas organisasi awan hitam.


Akin berjalan mendekati Elias yang kelihatan akan meledak akibat energi yang terus keluar dari dalam tubuhnya.


Seketika Elias menghilang ia membunuh semua anggota organisasi awan hitam yang tersisa hanya dalam hitungan detik.


Melihat hal tersebut Akin jatuh tertunduk kemudian ia muntah darah"Dia membuatku takut" gumam Akin sembari memegangi jantungnya.


Ia menonton Elias yang kehilangan kesadaran dan terus menghabisi musuh tanpa belas kasihan.


Ratusan anggota yang berdatangan di bunuh hanya dengan satu gerakan olehnya.


"Ia memiliki fisik surgawi dan juga jiwa dewa, aku tak memahami garis keturunan miliknya, ia mengatakan jikalau dirinya berasal dari keluarga miskin di desa yang mana ayahnya bahkan tak pernah menyentuh pedang sekalipun" gumam Akin.


"Tetapi setelah melihat apa yang terjadi di sini aku sekaan hanyalah sampah di matanya, bahkan diriku yang memiliki garis keturunan murni dari kaisar tak mampu mengejar bakatnya. Aku yang telah di latih oleh orang sehebat jenderal Harold masih tak sebanding dengannya" gumam Akin sembari memandang tangannya yang berlumuran darah.


Beberapa saat kemudian.


Elias telah berhasil membantai seisi markas kemudian ia berjalan perlahan dengan tubuh berlumuran darah ke arah Akin yang diam mematung dengan berlutut.


Elias telah kehilangan aura yang ia miliki sebelumnya dan kini ia menjadi orang biasa.


"Senior maafkan aku, aku telah berusaha semaksimal mungkin" ucap Elias sesaat sebelum ia terjatuh di depan Akin.


"Elias..!" teriak Akin bergegas memeriksa Akin.


Dengan sigap Akin memeriksa nadi milik Elias tiba-tiba seketika ia menjadi sangat panik dan segera menggendong Elias menuju luar markas.

__ADS_1


Ia tak memikirkan kondisi tubuhnya ia berlari dengan sisa tenangnya untuk mencari pertolongan.


****************


"Elias di bawa oleh Akin dengan kondisi kritis akibat dirinya memaksakan tubuh untuk menggunakan kekuatan jiwa alhasil ia kehilangan seluruh kekuatannya dan seketika menjadi manusia biasa" ucap Harold.


"Hebatnya hanya dalam waktu satu bulan ia berhasil mengembalikan kekuatannya bahkan sekarang kekuatannya meningkat ke level master awal" ucap Cedric.


"Aku telah menyediakan kuota turnamen ini untuk Akin tetapi dia memaksa untuk memberikannya kepada Elias. Ia mengatakan jikalau tanpa Elias ia tak akan bisa hidup hingga sekarang" ucap Harold.


"Biarkan saja lagi pula Elias juga memiliki kualifikasi untuk masuk ke turnamen ini" ucap Cedric sembari menepuk pundak Harold.


Tiba-tiba muncul sebuah layar besar di atas stadion, layar tersebut menunjukan kejadian yang berada di dalam ruang rahasia.


****************


Di dalam ruang rahasia.


Terlihat Faisal muncul di tengah hutan yang rimbun dan sangat lembab.


"Bau yang menyengat, ini adalah sarang monster ular rawa" ucapnya sesaat tiba di tempat tersebut.


Seketika pandangannya tertuju pada lubang besar yang berada di bebatuan yang menumpuk terlihat seperti gua namun memiliki lubang yang tidak terlalu besar.


Terdapat sepasang mata berwarna merah hijau menatap tajam ke arah Faisal.


"Shaark.!"


Monster tersebut menyerang Faisal dengan sangat cepat.


Faisal menendang kerikil di dekatnya mengakibatkan kepala ular tersebut hancur.


"Aku harus mengumpulkan inti monster" ucap Faisal sembari berjalan ke arah mayat untuk mengambil inti monster tersebut.


"Setiap aku membunuh monster atau musuh system akan memberikan poin untuk menaikan level, walaupun tidak terlalu banyak tetapi itu lumayan jikalau di kumpulkan" gumam Faisal.


"Aku harus membasmi seluruh monster di dunia ini, sepertinya aku akan naik ke level Lord menengah jikalau berhasil" ucap Faisal.


[Host perlu membunuh 200 monster mistik untuk naik ke level tersebut, semakin tinggi level yang di miliki maka akan semakin banyak poin yang di butuhkan untuk meningkatkannya.]


"System pindai di mana keberadaan perwakilan dari kerajaan ku" ucap Faisal.


...****************...


Sementara itu Elias muncul di tengah gurun.

__ADS_1


"Sial aku mendapatkan tempat yang benar-benar buruk, ku dengar monster di gurun itu lebih ganas di banding medan yang lain" ucap Elias sembari ia berjalan menelusuri gurun.


"Selain itu aku juga memerlukan air, makanan juga pasti langka di sini sial sial sial sial.." ucap Elias dengan kesal.


"Apa kau menganggap dirimu sebagai kesatria?" ucap Faisal yang tiba-tiba muncul di hadapan Elias.


"Aaaaa hantu...!" teriak Elias terkejut sembari ia berlari sekuat mungkin.


"Apa kau yakin kau adalah kesatria?" ucap Faisal yang telah menyusul dengan cara terbang.


Seketika Elias mutar lalu berlari.


"Kau ingin pergi kemana, kesatria tidak lari dari bahaya mereka pergi menghadapinya" ucap Faisal.


"Kau itu hantu" ucap Elias sembari ia belok dan menambah kecepatannya.


"Lantas apakah itu menjadi alasan untuk mu lari?" tanya Faisal.


"Apa kau yakin dirimu adalah kesatria?" tanya Faisal berulang kali sembari terus mengejar Elias.


Beberapa saat kemudian.


Terlihat Elias telah berbaring seakan pasrah dengan keadaan.


"Aku kehabisan tenaga" ucapnya.


"Sebenarnya siapa dirimu!" teriak Elias sembari menunjuk Faisal yang tengah duduk di samping Elias dengan santai.


"Aku peserta turnamen" jawab Faisal dengan santai sembari ia memakan pisang.


"Sial, kenapa kau tidak mengatakannya sedari awal dan juga mengapa kau mengikuti ku seperti hantu" ucap Elias sembari duduk.


"Kau perwakilan dari mana?" tanya Faisal.


"Aku merupakan perwakilan dari kerajaan Atlan" jawab Elias sembari membersihkan rambutnya dari pasir.


"Atlan aku baru mendengar nama itu" ucap Faisal.


"Atlan adalah kerajaan yang di bangun oleh raja Alexander beberapa bulan yang lalu, kami berhasil mengambil alih kerajaan Esia dan mengakusisi semua wilayah kerajaan tersebut, secara tidak langsung kami menggantikan posisi kerajaan Esia" jawab Elias.


"Ku dengar raja kalian sangat tampan dan karismatik apa itu benar?" tanya Faisal.


"Dari yang sering ku dengar sih memang begitu tapi aku belum pernah bertemu dengan sosok sehebat dirinya, aku benar-benar mengagumi raja Alex" jawab Elias.


...****************...

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2