
"Ohw.. menarik, sepertinya kau merupakan salah satu jenderal di wilayah ini" ucap pria tua sembari terus menangkis serangan Roberto dengan santai.
"Berhentilah mengoceh!" teriak Roberto sembari ia menyerang pria tua itu semakin kuat.
"Roberto kelihatan kesulitan melawan pria itu, aku harus segera menghabisi prajuritnya" gumam Archa sembari menebas musuh.
...****************...
Selang beberapa waktu.
Terlihat murid-murid sekte pedang surgawi telah habis dan hanya menyisakan pria tua sebelumnya yang tak lain adalah tetua ke 8 sekte pedang surgawi yang bernama Guan Lin.
Empat jenderal telah mengepung Guang Ling mereka mengeluarkan bentuk perubahan mereka masing-masing.
Roberto mengeluarkan bentuk tempur amarah dewa yang mana tubuhnya di tutupi oleh zirah yang terbuat dari petir.
Sedangkan Archa melepas pakaiannya dan mengeluarkan mode berserk yang mana ia melepas bajunya dan hanya mengenakan celana, ototnya kelihatan lebih besar serta tato yang menyala berwarna biru.
"Tak ku sangka benua kecil ini memiliki banyak talenta yang cukup bagus, aku memberikan kalian pilihan untuk menyerah dan menjadi murid sekte Pedang surgawi ku" ucap Guang ling sembari ia melipat tangannya tanda meremehkan musuhnya.
"Lebih baik aku mati dari pada masuk ke dalam sekte sampah mu" ucap Abunaka.
Seketika Guang ling menghilang dan muncul di hadapan Abunaka sembari mencekiknya.
"Jangan kau hina sekte ku, kau hanyalah semut yang tak berguna seharusnya kau merasa beruntung dengan bertemu master sepertiku" ucapnya penuh emosi hingga matanya memerah.
Auranya keluar membuat para prajurit benua Dump jatuh berlutut hingga tak sadarkan diri.
"Tekanan yang begitu mengerikan ia berada di level Holy Elder" gumam Tufak yang kelihatan kesulitan untuk bernafas.
"Semuanya berhati-hatilah" ucap Tufak dengan susah payah.
Tiba-tiba Roberto menyerang belakang Guang ling.
"Tebasan penebusan!" teriaknya sangat keras sembari menebas bagian belakang Guang Ling.
Bersamaan dengan itu muncul petir dari langit menyambar Guang Ling, tak cukup dengan itu Archa melompat ke atas Guang Ling kemudian ia memukul kepala Guang Ling menggunakan kapak yang mana telah di lindungi oleh energi dingin.
Tak mau kalah dengan generasi muda Tufak juga melancarkan serangan yang berupa batu berbentuk pedang yang menusuk perut Guang Ling.
__ADS_1
Menerima serangan sebanyak itu Guang Ling terdiam namun cengkraman tangannya tidak lepas.
Semua orang mulai panik ketika melihat senyuman Guang Ling.
Guang Ling membuka mulut dan menghisap seluruh kekuatan Abunaka hingga membuat tubuhnya perlahan mengering Abunaka berusaha memberontak namun usahanya sia-sia.
"Dia adalah seorang praktisi jalan iblis" ucap Roberto sembari ia mengambil jarak cukup jauh sama seperti yang lainya.
Perlahan luka yang di miliki Guang Ling sembuh secara perlahan.
Tufak menjentikkan jari untuk memberikan mantra penguat kepada para prajurit, sebagian besar prajurit terbangun dan dapat bergerak secara leluasa.
"Pergi dan laporkan apa yang terjadi di sini!" teriak Tufak sangat cepat sembari ia menciptakan sebuah penghalang yang menutupi perbatasan.
Tanpa berpikir panjang para prajurit yang sadarkan diri terbang memencar untuk melaporkan kejadian ini.
Tiba-tiba kepala Guang liang berputar ke belakang sembari tersenyum.
"Sekarang giliranmu anak petir" ucapnya sembari menunjuk ke arah Roberto.
"Mimpi!" ucap Archa sembari ia melancarkan serangan berupa gumpalan kristal es yang mana langsung pecah dan menghilangkan ketika mendekati Guang Ling.
"Dengan anugrah dewa cahaya Putaka aku putramu meminta berkat dan pertolongan" ucap Tufak membaca mantra di sebuah kitab yang melayang di hadapannya, kedua tangannya menyatu dan ia menutup mata serta ia duduk sila.
Tak bereaksi Guang Ling hanya tersenyum lebar ke arah Tufak.
Tufak meregangkan tangannya sembari membaca mantra"dewa cahaya Putaka putramu meminta bantuan, cahaya adalah penerang kegelapan adalah kehampaan cahaya mengisi kehidupan dengan nama dewa cahaya Putaka ku musnahkan dirimu wahai iblis" bersamaan dengan mantra yang di ucap darah mengalir keluar dari setiap lubang di tubuh Tufak bahkan matanya berubah menjadi putih.
Tubuhnya perlahan menjadi kering seperti di hisap oleh sesuatu yang tak di ketahui.
Guang Ling menatap lingkaran sihir di atasnya dan seketika ribuan jarum cahaya jatuh ke bawah dengan kecepatan cahaya menembus tubuh Guang Ling.
"Apa yang terjadi?" gumam Roberto kebingungan melihat Tufak.
"Kakek tua apa yang terjadi padamu!" teriak Archa sembari ia terbang ke arah Tufak.
Sesaat Archa tiba tubuh Tufak mulai jatuh dengan ringan layaknya sebuah kapas yang di tiup angin.
Melihat hal tersebut Roberto terbang menyusul Archa kemudian ia menggendong Tufak.
__ADS_1
"Aku mengorbankan sisa umurku untuk menyegel mahkluk itu, ia dapat keluar kapan saja hanya yang mulia kaisar Alfonso yang dapat membunuhnya" ucap Tufak dengan lirih sebelum ia kehilangan nyawanya.
Roberto memegang pundak Archa "pergi dan temui yang mulia kaisar Alfonso aku akan menahan iblis ini, kau masih muda dan kau memiliki banyak potensi untuk melebihi ku. Kita tengah berada di dalam krisis jangan jadi egois"
Roberto mengumpulkan angin di sekitarnya melalui tangan kanan kemudian ia memukul Archa yang kelihatan linglung Archa terpental sangat jauh.
Tatapan Archa masih tertuju kepada Roberto yeng tengah menggendong mayat Tufak sembari menatap segel yang kelihatan akan segera hancur.
"Duask....!"
Segel itu meledak dan memunculkan sosok Guang Ling yang mana ia telah berubah menjadi wujud iblis nya secara utuh.
Kepalanya di tumbuhi tanduk matanya menjadi merah terdapat sayap kelelawar besar di punggungnya. Serta giginya menjadi tajam.
"Aku akan menghisap kekuatanmu" ucap Guang Ling dengan suara yang semakin berat dan mengerikan.
Roberto menaruh mayat Tufak dengan perlahan di permukaan tanah"kau adalah seorang pahlawan" ucapnya.
"Sekarang giliranmu" ucap nya sembari mengeluarkan aura yang bertambah kuat akibat emosi yang tak dapat ia tahan.
Perlahan petir yang awalnya berwarna putih kini menjadi berwarna hitam.
"Sdahs..!" Guang Ling dan Roberto saling menahan serangan.
Hal tersebut menimbulkan ledakan yang sangat besar hingga getarannya terasa di seluruh benua Dump.
...****************...
Di stadion.
Serentak para petinggi berdiri sesaat merasakan fluktuasi energi yang begitu kuat dari arah daratan es kematian.
Seketika kaisar Alfonso terbang menuju asal ledakan itu terjadi.
"Anda merasakannya?" ucap Baldan yang menyusul kaisar Alfonso.
"Sepertinya terjadi sesuatu yang gawat di sana" ucap kaisar Thor sembari ia bangun dari tempat duduknya dan segera menyusul kaisar Alfonso.
"Cedric tetap di sini dan awasi pergerakan Elias dan juga yang mulia aku akan melihat keadaan di sana" ucap Harold sembari ia melepas jubahnya.
__ADS_1
………………………
Bersambung...