Teleport System

Teleport System
Episode 84 makam suci


__ADS_3

"Faisal gunakan mata burung hantu" ucap Garuda dalam pikiran Faisal.


"Aku baru ingat, membuat kontrak dengan Garuda membuatku dapat memiliki seluruh kemampuan burung di muka bumi ini" gumam Faisal sembari menutup mata.


Terlihat puluhan mahkluk bertubuh anak kecil dengan kepala botak dan telinga pajang tubuhnya berwarna hitam pekat.


"Mereka seperti goblin" gumam Faisal sembari mengayunkan pedang memotong puluhan goblin tersebut dengan sekali tebasan.


[Host di sarankan mengumpulkan tubuh goblin dan menjual ke sistem.]


"Baiklah, berapa harga untuk satu mayat goblin?" ucap Faisal sembari berjalan mendekati mayat goblin yang telah tergeletak di tanah tanpa luka.


[10 silver perkilonya.]


"Wow itu cukup mahal" gumam Faisal sembari memasukan mayat-mayat goblin ke dalam penyimpanan.


"Baiklah sepertinya aku harus berjalan cukup jauh" gumam Faisal.


...****************...


Di kantor yang di siapkan untuk Cedric.


Terlihat Cedric tengah duduk sembari menangani beberapa dokumen.


"Ada beberapa ajuan permintaan pembangunan di beberapa desa namun aku masih belum bisa mempercayai penanggung jawabnya" gumam Cedric sembari membaca surat izin pembangunan.


"Setiap tahunnya kota Dristia mendapatkan 25 ribu koin emas dari pajak dan juga 100 ribu koin emas dari bisnis, namun itu hanya perkiraan pendapatannya saja. Nyatanya kota hanya mengantongi 1200 koin emas dari hasil pajak dan 100 koin emas dari bisnis" gumam Cedric.


"Sebenarnya aku telah mengetahui apa penyebab dari ini semua namun aku perlu izin dari yang mulia untuk melakukan tindakan" gumam Cedric.


"Untuk saat ini aku akan menyimpan bukti terlebih dahulu dan menggunakan dana pribadi yang mulia untuk menyokong pembangunan jalan antara kota Dristia dan juga kota salju" gumam Cedric.


"Clik" pintu di buka.


Terlihat Danieal masuk ke dalam.


"Tuan Cedric aku ingin membicarakan sesuatu" ucap Danieal.


"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Cedric.


"Kami menemukan sebuah material aneh di gua yang kami temukan saat berlatih" jawab Danieal.


"Apa itu? tanya Cedric penasaran.


"Ada sebuah cairan berwarna silver, cairan ini tak dapat membasahi pedang atau yang lainya namun dapat membakar kulit" jawab Danieal.


"Amankan gua itu tunggu yang mulia kembali" ucap Cedric.


...****************...


Di cam milliter.


Terlihat Harold tengah berdiri di hadapan puluhan prajurit.


"Kalian ku pilih untuk melakukan tugas yang amat penting yaitu penaklukan kota Dirta" ucap Harold.

__ADS_1


Terlihat para prajurit merasa bangga dan tak sedikitpun terlihat rasa takut dari wajah mereka.


"Apa kalian bersedia?" tanya Harold.


"Siap bersedia!" jawab para prajurit dengan tegas.


"Kalian bisa saja mati karena kita hanya membawa 100 orang saja untuk menyelesaikan misi ini apa kalian bersedia?" tanya Harold sembari berjalan.


"Siap bersedia..!" jawab para prajurit penuh semangat.


"Kota Dristia di lindungi oleh tiga orang kesatria di level grand master apa kalian tidak takut?" tanya Harold sembari mengelilingi para prajurit yang berbaris layaknya patung.


"Siap tidak..!" jawab para prajurit.


"Baiklah siapkan diri kalian kita akan berangkat dua hari lagi" ucap Harold kemudian ia menghilang.


...****************...


Sementara itu di cam pelatihan tentara baru kota salju.


Terlihat Elias tengah berlari bersama tentara baru yang lain.


"Aku tak menyangka jika diriku akan terpilih" gumam Elias sembari berlari dengan bahagia.


"Ibu aku berjanji akan mengubah kehidupan kita" gumam Elias.


"Semuanya atur pernafasan dan tetap semangat" ucap pelatih yang tengah berlari di depan prajurit baru.


"Siap" jawab para prajurit baru dengan semangat.


...****************...


Di kota Dirta.


Terlihat Harold tengah berjalan di jalan kota mengenakan jubah hitam.


"Aku memerintahkan pasukan untuk berpencar dan mencari informasi agar kami tidak salah langkah" gumam Harold sembari memasuki sebuah bar yang cukup besar.


Terdengar keributan dari dalam bar tersebut.


"Aku telah berada di kota selama 5 hari dan tempat ini adalah tempat bertukar informasi paling lengkap" gumam Harold sembari berjalan ke arah meja yang kosong di antara pria yang mabuk.


"Ternyata kerajaan Esia memperkuat pertanahan kota Dirta karena mereka telah mengetahui jikalau kita Dirta yang akan menjadi sasaran berikutnya setelah kota Dristia" gumam Harold sembari duduk.


"Kota di perkuat dengan 40 ribu prajurit" gumam Harold sembari memanggil pelayan.


"Ingin pesan apa?" tanya seorang wanita dengan angkuh.


"Satu botol bir berukuran besar" jawab Harold.


"Baiklah" ucap pelayan kemudian ia pergi.


"Saat ini kota berada di dalam konflik internal antara tiga kesatria grand master" gumam Harold sembari mengeluarkan tiga gambar.


__ADS_1


Baltran Gusmao merupakan kesatria level grand master yang merupakan salah satu pemimpin dari kota Dirta.



Celiot bartan ia juga merupakan pemimpin kota Dirta.



Smith word


"Tiga orang ini adalah pemimpin kota Dirta" gumam Harold sembari memperhatikan ketiga foto tersebut.


"Dari ketiga pemimpin Celiot lah yang paling berbahaya karena ia memimpin di bidang kemiliteran, semua urusan militer di tangani olehnya" gumam Harold sembari mengambil gambar Celiot bartan.


"Lalu yang kedua adalah Baltran Gusmao, ia berasal dari keluarga bangsawan di kerajaan Esia dan untuk pekerjaan ia tak memiliknya, selama ini ia hanya hidup dengan bersenang-senang" gumam Harold sembari mengambil gambar Baltran Gusmao.


"Dan untuk Smith word ia merupakan pemimpin yang paling di cintai oleh rakyat kota Dirta di karenakan ia selalu turun tangan membantu warga yang membutuhkan tak sama seperti pemimpin yang lain" gumam Harold sembari menyimpan ketiga gambar tersebut.


"Ini minuman mu" ucap pelayan wanita sembari memberikan pesanan Harold.


Terlihat seorang pria berjalan mendekati Harold.


"Salam jenderal" ucap pria itu sembari duduk di depan Harold.



Nama:Donal


umur:19 tahun


level: master awal


spirit: es


"Apa ada kabar baru?" tanya Harold pada Donal.


"Saya belum menemukan keburukan kesatria Smith, kesatria Baltran sering kali menyiksa seorang penempa wanita demi memuaskan hasratnya, sedangkan Celiot sering kali menumbalkan seorang penempa tua" jawab Donal.


"Baiklah lalu bagaimana dengan hubungan mereka bertiga?" tanya Harold.


"Celiot dan Baltran kini mulai saling serang seperti mengirim pembunuh bayaran atau melukai pasukan dan sebagainya, namun semua ini di lakukan secara tertutup" jawab Donal.


"Baiklah kumpulkan lagi berita dan segera melapor padaku jika ada pergerakan mencurigakan dari Smith" ucap Harold.


"Siap jenderal" jawab Donal kemudian ia pergi.


"Aku masih kebingungan bagaimana cara yang mulia merekrutnya, ia telah menjadi mata yang mulia selama tiga bulan dan yang mulia telah menaruh banyak mata-mata di setiap kota di kerajaan Esia" gumam Harold sembari memperhatikan Donal dengan seksama.


"Aku akan memenggal kepala bocah yang memimpin pasukan penyerangan kota Dristia" ucap seorang pria di belakang Harold.


"Scrak..!" tubuh pria itu terbelah menjadi dua.


"Tak ada yang berhak menghina yang mulia" gumam Harold dengan emosi sembari ia pergi.


...****************...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2