Teleport System

Teleport System
Episode 145 daftar Hunter


__ADS_3

Akhirnya Faisal memutus untuk mendaftar ke Guild Hunter, karena bantuan Mateus yang memiliki banyak kenalan di sana proses pendaftaran menjadi lebih mudah tak perlu menunggu waktu yang lama.


Empat jam kemudian setelah Faisal menyelesaikan masalah dokumen dan surat izin serta ia melakukan tes kekuatan, fisik, Qi, dan juga kepintaran.


Di luar Guild Hunter terlihat Mateus tengah duduk bersama beberapa Hunter yang lain, Mateus begitu di hormati oleh mereka.


"Aku melawan monster laba-laba itu sangat sulit apakah kau memiliki saran?"


"Gunakan api semua serangga takut api" ucap Mateus.


"Kau sangat berpengalaman aku sangat mengagumi mu"


Mateus tersanjung dan tertawa"ah biasa saja" ucapnya.


"Tapi kau hebat aku dengar kau adalah seorang pahlawan kota Liong saat sedang terjadi amukan beast"


"Bukan hanya aku ada ratusan Hunter lainya yang juga merupakan pahlawan aku hanya ikut serta dalam perang itu karena kebetulan aku sedang di sana" ucap Mateus.


"Aku dengar ada tiga orang pendatang dari organisasi pagoda surgawi yang membantu, mereka masih muda umurnya masih 20 an tetapi memiliki pangkat yang tinggi apa itu benar?"


"Aku melihat bagaimana meraka menebas sekumpulan monster seperti sedang memotong kayu, perang itu benar-benar gila bahkan ada raja beast di sana aku hampir mati jika tidak di bantu oleh salah satu dari tiga orang itu" ucap Mateus.


"Saat mengingat kejadian itu aku menjadi merinding, lebih baik jangan mengungkitnya lagi kejadian itu sangatlah mengerikan bahkan menimbulkan trauma berat bagi kebanyakan orang" ucap Mateus.


Seketika perhatian Mateus teralihkan saat melihat Faisal keluar dari gedung Hunter, senyum bahagia terukir di wajahnya.


Dengan penuh semangat ia berjalan menghampiri Faisal tanpa mempedulikan teman-temannya.


"Bagaimana tes mu pengemis?" tanya Mateus sembari menepuk pundak Faisal.


"Aku masih bingung" jawab Faisal sembari memperhatikan token miliknya yang berwarna silver dan terdapat sebuah bola emas di tengahnya.


Mateus terkejut saat melihat token tersebut seakan ia tak percaya segera ia mengambil token miliknya yang hanya terbuat dari logam silver murni tanpa campuran lainya.


"Mungkin saja itu adalah token yang baru di keluarkan, tapi benar-benar sangat mengejutkan anak ini dapat token silver hanya dari mencoba tes sekali" gumam Mateus.


"Tapi aku pernah mendengar tentang token ini, apa jangan-jangan memang benar" gumam Mateus.


"Mereka mengatakan untuk level ku aku termasuk di dalam Hunter level half gold, aku masih tidak mengerti dan aku ingin bertanya kepadamu" ucap Faisal kebingungan.


Mateus terkejut hingga terdiam dengan mata melotot serta mulut terbuka ketika mendengar ucapan Faisal.

__ADS_1


"Mereka mengatakan jikalau dirimu memiliki kekuatan setara dengan seorang Hunter level Gold namun karena pengalaman ku masih kurang meraka menaruh ku di level half Gold, aku akan di resmikan menjadi Hunter tingkat Gold dengan syarat aku menyelesaikan misi" ucap Faisal menjelaskan kepada Mateus.


Mateus berpikir sejenak sebelum menjawab karena ia masih tidak menyangka jikalau pemuda di hadapannya memiliki level Hunter lebih tinggi darinya.


"Faisal kau berada di ranah apa?" tanya Mateus dengan serius.


"Kekuatan ku telah kembali sekitar 50% setelah makan banyak dan aku sekarang memiliki kekuatan seorang master di level Holy Elder" gumam Faisal.


"Aku berada di level Holy Elder" jawab Faisal.


"Apa kau yakin, aku saja hanya berada di level Elder puncak bagaimana bisa kau memiliki level yang begitu tinggi di usia muda?" ucap Mateus dengan cepat.


"Entahlah mungkin karena aku memiliki bakat dan juga aku bekerja keras" jawab Faisal.


"Bakat saja tak cukup bahkan meskipun dirimu berlatih 24 jam itu tak akan berhasil kecuali kau adalah seorang yang di berkahi oleh surga" ucap Mateus.


"Bisakah kau membantuku menyelesaikan misi pertama?" tanya Faisal mengalihkan pembicaraan.


"Memang misi apa yang kau dapat?" tanya Mateus penasaran.


"Kau pernah mendengar soal seorang raja bernama Dasa?" tanya Faisal.


"Bukankah pagoda surgawi berisi orang-orang kuat mengapa mereka tak berani mengambil langkah?" tanya Faisal.


"Raja Dasa menang kejam dan terkenal jahat, namun itu semua berlaku untuk semua musuh-musuhnya, tapi ia menjadi raja yang sangat di cintai oleh rakyatnya meskipun ia memiliki tampang yang tidak tampan tetapi ia adalah orang yang baik" jawab Mateus.


"Aku semakin penasaran dengan raja ini, bisakah kau ikut ambil dalam misi ini?" tanya Faisal.


"Memang apa misinya?" tanya Mateus.


"Baru-baru ini putri kaisar timur yang di katakan sangat terkenal dengan kecantikannya di culik oleh raja Dasa, misinya adalah aku harus menculik kembali putri tersebut sebelum pangeran kekaisaran Utara menyerang" jawab Faisal.


"Aku mendengar berita tentang kedua orang tersebut pangeran Ejaan melambangkan sebuah kesempurnaan seorang lelaki di katakan juga ia memiliki tubuh dewa dan putri Laksmi melambangkan sebuah keindahan mereka adalah pasangan yang serasi yang akan segera menikah" ucap Mateus.


"Jadi apa kau akan membantuku?" tanya Faisal.


"Aku akan ikut ke pasukan penyerangan pangeran Ejaan, aku tak dapat membantumu tapi aku pasti akan menyelamatkanmu saat aku pergi ke sana" jawab Mateus.


"Baiklah aku akan pergi ke menuju kerajaan raja Dasa besok, mungkin ini akan menjadi perpisahan aku benar-benar berterimakasih atas segalanya" ucap Faisal sembari tersenyum lembut.


"Wah kau juga bisa tersenyum ya aku baru tau" ejek Mateus.

__ADS_1


"Aku akan mentraktir mu minum" ucap Faisal sembari berjalan.


...****************...


Kerajaan Aloka.


Di ruang kamar tempat putri Laksmi di tahan.


"Brak..!"


"Lepaskan aku dasar iblis..!" teriak seorang wanita yang begitu cantik dengan wajah khas Timur Tengah yang mana memiliki hidung yang mancung.



Nama: Laksmi Anugra


umur:23 tahun


Wanita itu adalah Laksmi yang merupakan tunangan dari pangeran Ejaan, Laksmi kelihatan begitu murka saat ia mengetahui jikalau dirinya di culik.


Ia melempar semua barang yang berada di kamar tersebut.


"Lepaskan aku iblis..!" teriak Laksmi sembari menjatuhkan cermin hingga pecah.


Teriakannya menggema di seluruh istana hingga membuat istana menjadi ribut.


Laksmi jatuh dan duduk di tengah ruangan dengan tangan yang terluka terkena pecahan kaca.


Di tengah ruangan yang telah kacau Laksmi duduk sembari menangis ia tak bisa melakukan apa-apa ia hanya bisa menangis meminta pertolongan.


"Brak..!" suara pintu kamar yang di buka dengan keras.


Terlihat seorang pria setinggi 2 meter berjalan dengan perlahan ke arah Laksmi, melihat kaki pria itu Laksmi kelihatan ketakutan tubuhnya seketika gemetar tak berani ia mengeluarkan suara sedikitpun saat pria itu mendekat.


...****************...


Bersambung...


Maaf semua karena lama tidak up.


Saya masih memikirkan tentang konsep cerita kedepannya dan saya berusaha memberikan cerita yang menarik menurut saya jadi mohon maaf atas ketidak nyamananya

__ADS_1


__ADS_2