
Dengan perlahan raja Darsa berjalan menyusuri lorong istana menuju taman Laksmi, dengan kesabaran raja Darsa membawa nampan yang berisi makanan untuk Laksmi.
Di sisi lain Laksmi duduk di ayunan sembari menatap ke arah kerajaan pangeran Ejaan berada berharap pangeran datang menyelamatkannya.
"Tak pernah putus harapku atas kedatangan mu menjemput ku, aku berharap begitu banyak padamu jangan kau hancurkan harapan yang telah menghiasi hidup ku selama ini" gumam putri Laksmi.
"Jaga kesehatanmu Laksmi aku tak ingin kau jatuh sakit, aku telah membawakan makanan untukmu" ucap raja Darsa sembari berjalan mendekat.
"Darsa apakah kau mencintaiku?" tanya Laksmi sembari berbalik.
"Perlukah aku membelah dadaku untuk menunjukan rasa cintaku kepadamu?" jawab raja Darsa dengan pertanyaan.
"Jika kau mencintaiku tolong kembalikan aku dalam pelukan pangeran Ejaan" ucap Laksmi.
"Aku akan memberikan dunia untukmu Laksmi namun namun untuk membiarkan Ejaan dan keluarganya tetap hidup itu sudah cukup untuk mengabulkan permintaan mu itu" jawab raja Darsa sembari menaruh makanan di meja samping Laksmi.
Laksmi menatap tajam ke arah raja Darsa"aku tak akan jatuh cinta padamu, lebih baik aku mati jika benar itu terjadi" ucapnya dengan tegas penuh emosi.
Dengan sabar raja Darsa menuangkan teh ke gelas untuk Laksmi"makanlah jaga kesehatanmu wahai mentariku" ucapnya kemudian ia berikan pergi meninggalkan taman.
Di sisi lain istana terlihat Faisal tengah duduk bersemedi menunggu kedatangan raja Darsa.
"Kau orang yang giat dalam berlatih" ucap raja Darsa yang tiba-tiba muncul di belakang Faisal.
"Waktu terus berjalan, aku tak ingin menyia-nyiakan waktuku untuk bersenang-senang" jawab Faisal.
"Kau memang berbeda, banyak anak muda saat ini lebih mementingkan kebahagiaan mereka seperti para tuan muda ke dua suatu keluarga besar" ucap raja Darsa sembari duduk di depan Faisal.
"Semua bergantung kepada niat dan juga sifat" ucap Faisal dengan tegas.
"Seni Rakshadaksa di buat oleh kakek ku ia adalah seorang iblis yang memiliki kedudukan setara dengan dewa di dunia suci, kakek ku memberikan nama tersebut karena ia ingin menunjukan rasa cintanya kepada putranya yaitu ayahku" ucap raja Darsa.
Faisal membuka mata dan mulia mendengarkan.
"Kunci dari kekuatan teknik ini adalah makanan, teknik di bagi menjadi tiga yaitu tanah, air, dan udara" ucap raja Darsa sembari berdiri.
Raja Darsa mulai menunjukan sebuah gerakan yang menyerupai hewan yaitu monyet"bentuk tanah merefleksikan seekor monyet gunung pemakan buah, di tahap ini kau hanya boleh memakan buah-buahan dan juga sayuran hingga kau dapat mendalami setiap gerakan dari monyet gunung yang sangat fleksibel dan lincah" ucap raja Darsa yang seketika menghilang.
__ADS_1
Tak bersuara dan tak terlihat tiba-tiba raja Darsa telah berada di belakang Faisal, sontak Faisal terkejut hingga melompat menjauh dari raja Darsa.
Raja Darsa mengambil sebuah kerikil lalu menyentil ke arah Faisal, batu itu melesat sangat cepat hingga menimbulkan suara angin yang keras.
Faisal bergegas menangkap kerikil tersebut namun raja Darsa telah menangkapnya tanpa menimbulkan suara ia berdiri menatap Faisal yang terlihat sangat terkejut.
Raja Darsa memberikan sebuah buku teknik yang terlihat sangat usang termakan oleh usia"kau pelajari jika ada yang tidak kau fahami cari aku" ucap raja Darsa sebelum ia menghilang.
Faisal menerima buku itu, seketika ia jatuh terduduk"huuff"
"Orang itu sangat kuat aku yakin akan mati jika berhadapan dengannya bahkan aku dapat di bunuh hanya dengan jarinya saja" gumam Faisal ia kelihatan panik terlihat dari raut wajah dan keringat yang bercucuran.
Faisal menatap buku tersebut dengan rasa penasaran"apakah teknik ini dapat membantuku menjadi sekuat dirinya" ucap Faisal.
...****************...
Keesokan harinya undangan mulai di sebar, banyak sekali undangan yang di sebarkan bahkan hingga mencapai ratusan ribu.
Pangeran Raksha tak hanya memberikan undangan kepada para master klan monster atau iblis tapi juga kepada beberapa kerajaan manusia termasuk kerajaan Earth.
Istana kerajaan Earth.
"Perkembangan mereka sangat baik tahun ini kami bisa mengirimkan perwakilan untuk pertandingan antar kerajaan di kekaisaran ini" gumam Deviatan.
"Aku merasakan fluktuasi energi milik yang mulia di dunia ini" ucap Lioan yang tiba-tiba muncul di belakang Deviatan.
"Aku juga merasakannya" ucap Leviathan yang muncul di samping Deviatan.
"Aku juga merasakannya" ucap Goku yang muncul sembari memegang paha ayam yang sangat besar.
"Yang mulia telah kembali, jangan cari keberadaan beliau aku merasakan jikalau yang mulia enggan bertemu dengan kita di waktu dekat ini" ucap Deviatan.
"Bagaimana jika kita bertemu dengan beliau?" tanya Lioin.
"Bersikaplah seakan kita tak mengenalnya, keluarga yang mulia tak mengetahui tentang tubuh ganda milik yang mulia dan lebih baik kita juga menyembunyikannya hingga yang mulia mengungkapkan identitasnya sendiri di hadapan keluarganya" ucap Deviatan.
"Anda mengetahui kondisi nyonya seperti apa" ucap Lioan.
__ADS_1
"Akan lebih baik jika yang mulia tetap melanjutkan perjalanan tanpa di Bebani oleh tanggung jawab keluarga, aku yakin kita mampu melindungi keluarga yang mulia hingga beliau kembali" jawab Deviatan.
Deviatan mengeluarkan sebuah kertas yang tak lain adalah undangan pernikahan dari kerajaan Aloka, tertulis nama Alexander di undangan tersebut.
"Aku akan pergi untuk menghadiri pernikahan putri kerajaan Aloka, jaga kerajaan untukku" ucap Deviatan.
"Apa kau akan pergi sendiri?" tanya Leviathan.
"Perjalanan menuju kerajaan Aloka sangatlah jauh pernikahan di selenggarakan besok, aku akan datang sendirian sebagai rasa penghormatan kepada raja Darsa" jawab Deviatan.
"Bagaimana jika kau terluka?" tanya Lioan.
"Akankah bisa?" jawab Deviatan sebelum ia menghilang.
Sementara itu di sisi lain istana yang terlihat begitu indah, terlihat ibu tenaga duduk sembari menonton merak yang menari di temani oleh Nadia dan juga Nabila.
"Merak yang berwarna putih terlihat sangat indah" ucap ibu sembari tersenyum.
"Aku masih tidak menyangka semua benar-benar berakhir seperti ini" gumam Nadia.
"Aaaa tolong" terdengar suara anak kecil yang berlari ke arah Nadia.
Ibu seketika tersenyum melirik ke arah asal suara tersebut"nenek" ucap seorang bocah sembari memeluk ibu dengan erat.
Wajah yang begitu imut dan begitu mirip dengan Faisal, dengan rambut kecoklatan seperti milik Nadia.
Nama:Faisal Basri Handoko
umur: 2 tahun
"Faisal jangan berlari nanti kau jatuh" ucap Nadia sembari mengelus rambut anak tersebut.
Nadia telah hamil setelah ia berhubungan dengan Faisal ia tak memberitahu Faisal akan hal itu hingga Faisal mati, kelahiran putra Faisal memberikan semangat kepada keluarga Handoko selama mereka menemukan cahaya setelah mengalami kegelapan panjang.
...****************...
__ADS_1
Bersambung..