
Di kota salju.
Terlihat Bella tengah duduk di bawah pohon sembari memegang pena dan kertas.
Wajah nya terlihat begitu cantik nan anggun ketika disinari oleh cahaya yang melewati sela-sela dedaunan di pohon.
Rambutnya terurai ketika angin lembut tertiup wangi rambutnya tercium hingga jauh membuat hati gembira.
Bella termenung memandangi Harold yang tengah melatih Akin.
"Apa yang sedang Faisal lakukan sekarang, sudah tiga hari namun ia belum kembali" gumam Bella sembari menulis.
"Akin kau harus menggunakan nafsu mu saat menghunuskan pedang" ucap Harold dengan tegas suaranya terdengar oleh Bella.
Akin terlihat lelah ia berlutut bertopang pedang dengan nafas terengah-engah" guru aku masih tidak mengerti yang anda maksud" ucap Akin.
Harold mengerutkan dahi"ilmu pedang ku di kenal dengan api iblis, setiap tebasan akan menghasilkan api berwarna hitam yang mana api itu akan melahap apapun di sekitarnya" ucap Harold sembari memperagakan gerakan tebasan pedang.
Terlihat muncul sebuah api berwarna hitam kehijauan dari hasil tebasan itu.
"Api ini akan melahap kehidupan layaknya nafsu yang merusak keimanan dan juga kebaikan di dalam diri, dalam setiap gerakan kau harus mengeluarkan amarah di hati mu kau luapkan segalanya dalam sekali tebasan" ucap Harold sembari memasukan pedang ke dalam sarung.
Akin menelan ludah melihat api hitam itu melahap rumput menjadi abu dalam sekejap.
"Kau lihat" ucap Harold menunjuk pada rumput yang telah menjadi abu.
Akin mengangguk.
"Api nafsu tak akan membiarkan targetnya sebelum ia binasa menjadi abu bahkan menghilang" ucap Harold.
"Ayo bangun" ucap Harold menarik Akin untuk bangun.
"Aku melihat ada api yang membara di dalam hati mu, itu adalah api dendam yang tak akan pernah bisa di padamkan api ini adalah bahan bakar dari kekuatan mu mulai sekarang" ucap Harold sembari menepuk-nepuk pundak Akin dengan bangga.
Terlihat seorang pelayan datang menghampiri Bella membawakan sebuah surat.
"Putri ada surat untuk anda" ucap sang pelayan sembari memberikan surat kepada Bella.
"Baiklah terimakasih" jawab Bella sembari tersenyum.
"Sama-sama putri" jawab pelayan kemudian ia pergi.
Bella membuka surat tersebut"Surat dari siapa ini" gumamnya.
(Halo sahabat ku Bella tersayang
Aku mendapatkan izin dari ayahku untuk datang mengunjungi mu di kota salju dan aku dalam perjalanan, aku benar-benar merindukan mu jadi aku meminjam beast terbang ayah ku untuk mengantar ku ke kota salju agar lebih cepat. Aku akan tiba dua hari lagi.
Dari Salsa)
Seketika senyum indah Bella terukir jelas di wajahnya ketika membaca surat tersebut, wajahnya memerah karena terlalu senang.
Bella melompat kegirangan sembari berteriak"Hore.. salsa datang"
__ADS_1
Hal ini membuat perhatian Harold dan Akin teralihkan padanya.
"Fokus Akin" ucap Harold.
Akin menunduk"maaf guru" ucapnya.
...****************...
Sementara itu di tempat Faisal.
Terlihat ia tengah duduk sembari melihat membaca sebuah buku.
"Aku telah berhasil membuat semua senjata di buku ini namun, semuanya hanya menjadi senjata biasa mengapa tak naik tingkat ke tingkat dasar atau menengah" gumam Faisal kebingungan.
[Untuk membuat senjata tingkat sadar anda memerlukan material yang bagus dan khusus. Host memiliki skill yang sangat bagus karena semua senjata yang berhasil anda tempa hampir naik tingkat ke tingkat senjata sihir dasar, minimal anda menambah core beast atau batu kristal ke dalam senjata.]
Faisal berdiri lalu berjalan ke arah tempat penempaan miliknya.
"System apa kau menjual material yang kau sebut tadi?" tanya Faisal.
[System memiliki beberapa core beast setiap tipe elemen namun hanya berada di level rendah.]
"Baiklah aku ingin lima setiap masing-masing elemen" ucap Faisal.
[Memotong 200 koin emas.]
Singkat cerita dua hari kemudian.
Di kota salju.
"Salsa akan datang aku tak sabar untuk itu" gumam Bella yang terlihat sangat antusias menunggu kedatangan sahabatnya salsa.
"Aku dan salsa tinggal di asrama yang sama saat di sekolah, dia adalah teman terbaikku dia seperti saudara bagi ku. Kami selalu menghabiskan waktu bersama mau itu saat belajar atau saat istirahat kami selalu bersama" gumam Bella.
Terlihat Cedric berjalan menghampiri Bella.
"Putri semua yang anda inginkan telah saya siapkan, semua fasilitas telah lengkap" ucap Cedric.
"Terimakasih Cedric atas kerja keras mu, aku akan memberitahu Faisal untuk menaikan gaji mu nanti" ucap Bella.
"Gaji?" gumam Cedric yang terlihat tersinggung.
"Saya undur diri" ucap Cedric.
"Baiklah" jawab Bella.
Terlihat dari kejauhan seekor burung raksasa terbang dengan cepat ke arah kota salju.
"Kuaaaak..!" suara burung itu sangat keras.
Bella tiba-tiba bangun ia terlihat sangat senang.
"Salsa datang" ucap Bella dengan antusias.
__ADS_1
Burung itupun mendekat ke gerbang dengan kecepatan yang pelan, angin dari kibasan burung itu sangat kencang hingga menerbangkan payung dan juga kursi, selain itu rok para pelayan juga terangkat.
Burung itupun mendarat di dekat Bella yang melompat bahagia.
Terlihat sebuah bangunan terlihat seperti kereta kuda yang terpasang di punggung burung itu.
Pintu kereta itupun di buka.
Terlihat seorang wanita yang cantik sangat cantik melompat turun ke bawah.
"Salsa..!" teriak Bella sembari memeluk wanita tersebut yang tak lain adalah salsa sahabat Bella.
"Aku sangat merindukanmu salsa" ucap Bella yang sangat bahagia atas kedatangan salsa.
Mereka terlihat seperti saudara yang tak pernah bertemu setelah sekian lama, melompat kegirangan dan saling berpelukan.
...****************...
Singkat cerita di ruang makan istana.
Terlihat Bella dan Salsa tengah makan bersama dan juga terlihat seorang pria tua tengah berdiri di belakang salsa.
"Bella aku sangat merindukanmu, sudah lama kita tak bertemu setelah kelulusan enam bulan yang lalu" ucap Salsa.
"Aku melakukan perjalanan menuju kota salju memakan waktu yang cukup panjang hampir empat bulan aku dan paman Pieter berada di perjalanan" jawab Bella.
"Oh iya maaf jika kehadiran tetua Brox mengganggu mu" ucap Salsa.
"Ah tidak masalah" jawab Bella sembari tersenyum.
"Ayah sangat menghawatirkan ku jika pergi ke kota rusak ini, jadi ia mengutus salah satu tetua di perguruan ku untuk menjaga ku. Selain itu ayah juga mengutus anak buahnya untuk membangun istana untuk ku sendiri agar lebih bersih dan aman di kota ini" ucap Salsa.
"Tunggu kau harus meminta izin kepada Faisal dulu untuk melakukannya" ucap Bella.
"Untuk apa meminta izin kepada pria idiot sepertinya" ucap tetua Brox mengejek.
"Ahahah.." tawa Salsa.
"Untuk apa meminta izin kepada orang bodoh itu, jika ia marah maka aku akan mengatakan kepada ayah untuk membuatnya bersujud kepada ku" ucap Salsa.
"Bruk" suara pintu ruang makan yang di buka.
...****************...
Bersambung.
Nama: Akin
umur: 18 tahun
level: alite dasar
__ADS_1