
Satu bulan kemudian.
Terlihat daratan es kematian telah di penuhi oleh para prajurit yang terdiri dari berbagai penjuru, mereka mengenakan pakaian yang berbeda.
Sudah lebih dua bulan keberadaan Faisal belum di temukan dan pihak kekaisaran memutuskan untuk menganggap jikalau Faisal telah mati akibat terkubur hidup-hidup.
Harold dan Floki telah berangkat menuju kota berikutnya, mereka sangat berambisi untuk menaklukkan kota-kota besar lainya.
Raja kerajaan Esia tidak tinggal diam mereka menyewa pasukan pembujhb bayaran untuk membantu pertahanan kota bahkan mereka meminta pasukan kepada kerajaan lain.
...****************...
Di daratan es kematian.
"Mengapa di perbatasan sangat ramai?" ucap Jack kebingungan saat melihat para pasukan penjaga di perbatasan daratan es kematian.
"Mereka berasal dari kekaisaran yang berbeda" ucap Faisal.
"Stup..!" anak panah yang di tangkap Faisal.
"Tunggu" ucap Faisal sembari mencengkram pundak Jack.
"Anak panah" ucap Jack terkejut melihat anak panah di tanah kanan Faisal.
"Menyerah dan turunkan senjata kalian" ucap salah seorang komandan di sana.
Faisal memegang leher belakang Jack kemudian ia terbang sangat cepat hingga menghasilkan angin yang sangat kuat dari kibasan sayapnya.
Saking kuatnya seluruh prajurit yang berisi di bawah jalur Faisal terbang dan terpental entah kemana, serta kibasan sayapnya mengakibatkan pepohonan terbakar karena kecepatan yang sangat mengerikan.
"Apa itu tadi?" gumam komandan pasukan ketakutan saat melihat pasukannya yang terpental serta pepohonan yang terbakar serta tumbang.
Nafas sang komandan tak beraturan.
...****************...
Faisal mendarat di atas bukit lebih tepatnya di sebuah gua.
"Aku ingin bertapa kau tolong jaga aku" ucap Faisal sembari memasuki gua tersebut.
"Ingat selama aku bertapa jangan pernah menyalakan api di dalam gua" ucap Faisal.
"Baiklah" jawab Jack.
"Aku telah mendapatkan berkah yang sangat besar saat pergi ke daratan es kematian" gumam Faisal.
"System lihat status" gumam Faisal.
[Nama: Alexander
umur:17 tahun
Level: Holy Elder menengah
Spirit: Api dan es
Telent: All
__ADS_1
kontrak roh: Garuda, reog Ponorogo, Bolunggu sang naga es
title: Raja dari kota Dristia dan kota salju serta Dirta. Sang anak api serta anak es, raja daratan es kematian, sang pengubah takdir, raja yang di sayangi, pemimpin baik hati, pembunuh tak berperasaan.
Total kekayaan: 2,7 juta batang emas
Level system: 3
Note: Anda dapat membuat avatar di bumi untuk menggantikan peran anda di sana tanpa harus berpindah setiap saat, semua yang di lakukan avatar akan di ketahui oleh host.]
"Menarik, tetapi aku ingin kembali terlebih dahulu ke bumi untuk mengatasi beberapa masalah" gumam Faisal sembari membuka shop.
"Apa yang dapat ku beli di sini?" gumam Faisal.
[System telah berada di level tiga anda dapat membeli rumah, bangunan, gedung, benteng, dan sebagainya bangunan akan di spawn di titik yang host inginkan.]
"Menarik, bagaimana dengan progres misi ku?" gumam Faisal.
[Misi1: Mendapatkan empat soul spirit 2/4
misi2: Mengumpulkan 4 herbal mistik 1/3
Misi utama: menguasai seluruh dunia 1/1000000]
"Akankah ada misi lain setelah aku menyelesaikan misi 1 atau 2?" gumam Faisal.
[Sudah pasti]
"Aku ingin kembali ke bumi terlebih dulu, aku sudah pergi terlalu lama" gumam Faisal.
...****************...
Terlihat Nicho tengah duduk di samping ibu yang tengah membersihkan tanaman.
"Kau harus belajar lebih giat lagi agar kau menciptakan keluarga yang baik di masa depan nanti" ucap ibu sembari mencabut rumput di lot tanaman.
"Tentu saja bu, aku akan belajar lebih giat lagi" jawab Nicho sembari ia memasukan tanah ke dalam pot kosong.
"Tumben Faisal belum bangun ini sudah jam 8 pagi, biasanya dia yang paling awal bangun ketika di rumah" ucap ibu.
"Mungkin dia kelelahan setelah melakukan perjalanan di gunung" ucap Nicho.
"Benar juga ya, setelah Faisal bangun ajak dia untuk berkeliling desa ini kau pasti akan menyukainya" ucap ibu dengan lembut.
"Baik bu" jawab Nicho sembari menunduk ia sedih.
"Andai saja ibu bersikap seperti ini padaku" gumam Nicho.
"Apa makanan kesukaanmu?" tanya ibu sembari menatap Nicho yang menunduk.
"Aku sangat menyukai daging sapi yang di masak rendang, dulu ayah sering membawakannya ketika pulang dari bekerja" jawab Nicho sembari tersenyum.
"Nicho mulai sekarang aku adalah ibumu" ucap ibu sembari mengelus kepala Nicho dengan lembut serta senyum yang manis.
Tanpa Nicho sadari air matanya menetes dengan deras.
Ibu tiba-tiba memeluk Nicho"ibu tau apa yang kau rasakan itu benar-benar sulit, mulai sekarang kamu jangan khawatir ibu akan selalu membantumu dan juga akan selalu mendukungmu" ucap ibu sembari mengelus kepala Nicho.
__ADS_1
Nicho membalas pelukan ibu dan mulai menangis dengan keras.
Faisal menonton kejadian itu dari jendela.
"Senang rasanya bisa kembali" gumam Faisal sembari tersenyum melihat kejadian itu.
...****************...
Saat siang hari.
Faisal dan Nicho pergi menuju kandang sapi keluarga Handoko mereka di temani ayah.
"Nicho ini adalah kebun milik keluarga Handoko, totalnya ada 278 hektar yang di tanami oleh berbagai sayuran dan juga buah-buahan" ucap ayah sembari menunjuk kebun yang sangat besar di depannya.
"Wah ini sangat besar" ucap Nicho kagum.
"Faisal sejak kapan kau mulai merokok?" tanya ayah ketika ia melihat Faisal menyalakan rokok.
"Entahlah rasanya cukup enak ketika menghisap rokok ini" jawab Faisal.
"Apakah ayah akan memarahi Faisal?" gumam Nicho kelihatan takut.
Ayah kelihatan serius ia perlahan berjalan mendekati Faisal.
Faisal menelan ludah.
"Nanti ayah rekomendasikan rokok yang rasanya jauh lebih enak" bisik ayah tepat di telinga Faisal.
"Baiklah ayo kita ke peternakan sapi keluarga Handoko" ucap ayah sembari berjalan lebih cepat.
"Ayah mu menakutkan" ucap Nicho dengan lirih.
"Biasa saja kok" jawab Faisal sembari berjalan mengikuti ayah.
...****************...
Singkat cerita sampailah mereka di peternakan yang sangat besar.
Peternakan itu memiliki luas sekitar 50 hektar. Kurang lebih sapi di sana ada puluhan ribu dan ada juga kambing, ayam, bebek, domba, serta kuda.
"Kau ingin makan rendang bukan?" tanya ayah pada Nicho sembari masuk ke dalam peternakan.
"Bisa di bilang begitu" jawab Nicho.
"Kau sembelih sendiri sapi nya" ucap ayah.
Seketika langkah Nicho terhenti"aku tidak berani" ucap Nicho sedikit takut.
"Tidak aku hanya bercanda, aku hanya ingin mengajak mu berkeliling agar lebih mengenal tempat ini" ucap ayah.
"Huft.. syukurlah" ucap Nicho sembari mengelus dada.
"Santai saja" ucap Faisal.
"Ku anggap ini adalah liburan setelah aku mati-matian di benua Dump bumi harus menjadi tempat untukku beristirahat" gumam Faisal.
"Kekayaan yang di miliki keluargaku ternyata sangatlah melimpah bahkan orang terkaya yang terdaftar tak sebanding dengan kekayaan keluarga Handoko" gumam Faisal.
__ADS_1
...****************...
Bersambung...