Teleport System

Teleport System
Episode 55 lanjutkan perjalanan


__ADS_3

Keesokan paginya Faisal bangun sangat awal di mana matahari belum terbit.


Terlihat Faisal tengah sibuk mengatur prajurit yang tengah berbaris rapi menunggu komando dari Faisal.


"Siapa di sini yang bersedia untuk tinggal?" tanya Faisal.


Serentak semua prajurit mengangkat tangan sembari berkata"kami siap melaksanakan perintah apapun"


"Apa kalian yakin tanpa bantuan komandan seperti Harold dan aku, apa kalian siap berada di dalam bahaya di antara hidup dan mati?" ucap Faisal dengan tegas.


"Kami bersedia" jawab para prajurit.


"Desa ini berada di dekat hutan yang kemungkinan besar terdapat monster seperti goblok atau yang lainya, aku akan meminta bantuan kepada raja untuk membantu desa ini tapi aku harus menjaga mereka terlebih dahulu" gumam Faisal.


"Sebelumnya para monster di habisi oleh para penipu namun kehadiran para penipu lebih berbahaya di banding para monster. Pasukan ku saat ini merupakan pasukan elit yang berada di level elit awal" gumam Faisal sembari berjalan perlahan mengamati prajurit yang berdiri dengan tegap tanpa gerakan.


"Desa ini merupakan tempat peristirahatan bagi para pedagang yang ingin pergi ke utara dan menjadi satu-satunya jalan yang aman untuk di lalui menuju utara" gumam Faisal tiba-tiba ia menepuk beberapa orang.


"Yang ku pegang maju ke depan" ucap Faisal.


Majulah 10 orang yang di tepuk Faisal.


"Kalian memiliki bakat yang bagus dan juga fondasi yang kuat untuk menjadi pelindung, kalian harus menjaga warga desa dan juga membantu meraka" ucap Faisal.


Serentak 10 prajurit itu berlutut"kami siap yang mulia" ucap mereka berteriak.


"Baiklah sisanya kalian persiapkan diri untuk berangkat ku tunggu di sini dua jam lagi" ucap Faisal kemudian ia pergi ke rumah tempat Bella tidur.


"Siap yang mulia" jawab para prajurit.


...****************...


Saat di rumah Faisal bergegas untuk naik ke kamar Bella.


"Ini sudah jam enam apa ia sudah bangun" gumam Faisal sembari membuka pintu.


Terlihat Bella tengah membuka koper yang berisi pakaian.


"Bella kau sudah bangun, apa yang kau lakukan" ucap Faisal dengan girang sembari ia berjalan menuju Bella.


"Aku mencari gaun yang bagus untuk berangkat" jawab Bella.


"Bruk" Faisal menjatuhkan diri ke ranjang.


"Kau akan keliatan cantik walau menggunakan pakaian biasa" ucap Faisal sembari meregangkan tubuhnya.


"Hmm kau tidak mengerti" ucap Bella dengan kesal sembari melempar gaun ke lantai.


"Laki-laki tak akan mengerti dasar" ucap Bella sembari memasukan pakaian ke koper dengan kasar dan buru-buru.


Tiba-tiba Faisal memeluk Bella dari belakang, seketika Bella membeku wajahnya memerah.


"Lebih baik makan ayo kita sarapan" ucap Faisal sembari berdiri.

__ADS_1


Bella pun bangun lalu melempar Faisal dengan gaun"pergi kau..!" teriak Bella.


Faisal pun lari.


...****************...


Singkat cerita Faisal dan yang lainya bersiap untuk berangkat.


Terlihat Faisal tengah mengikat sabuk bersiap untuk naik ke atas kuda.


"Wanita itu menghabiskan waktu satu jam hanya untuk mencari gaun yang cocok dan ia menutupinya dengan jubah tebal, sungguh tidak berguna" gumam Faisal sembari memerhatikan Bella yang tengah naik kereta kuda.


"Semua siap ayo kita berangkat" ucap Faisal sembari memacu kuda nya.


...****************...


Di tengah berjalan.


"Saat ini tak ada tempat untuk beristirahat seperti desa dan kami harus membuat tenda malam ini" gumam Faisal sembari melaju dengan kecepatan tinggi.


"Jalan di sini lebih bagus di banding jalan yang sebelumnya, dan juga aku tidak merasakan kehadiran monster kecuali dia" gumam Faisal sembari memerhatikan sekeliling lalu matahari tertuju pada bayangan hitam yang melaju mengikuti mereka dari dalam hutan.


Faisal tersenyum"lama tak jumpa" gumam Faisal sembari menoleh ke depan.


...****************...


Saat sore hari Faisal memutuskan untuk berhenti dan membangun tenda karena hari mulai gelap.


Faisal membantu para prajurit membangun tenda sedangkan Bella dan Cedric memasak bersama beberapa pelayan wanita.


"Dia kelihatan bahagia" gumam Faisal sembari mengelap keringatnya.


...****************...


Matahari pun mulai terbenam Faisal dan yang lainya telah selesai melakukan tugas mereka masing-masing.


Faisal dan Bella duduk berdua di dekat api unggun.


"Aku ingin bergabung untuk minum bersama mereka" gumam Faisal sembari memperhatikan para prajurit dan Harold serta Cedric yang tengah berkumpul tertawa dengan gembira.


Faisal menoleh ke arah Bella"tidak" ucap Bella sembari menggelengkan kepalanya.


"Temani aku di sini" ucap Bella.


"Sekarang ia terlihat seperti anak-anak dan aku seperti orang tua yang mengurusnya, bukanya aku yang seharusnya di urus" gumam Faisal sembari memakan daging.


"Bella aku bukan anak-anak lagi" ucap Faisal.


Tiba-tiba Bella bersandar di tangan Faisal"aku tau" ucapnya dengan manja.


"Ini adalah sisi yang tidak pernah ku lihat di dalam ingatan Alex selama ini" gumam Faisal sembari melihat Bella.


Faisal memeluk Bella lalu Bella berbaring di pangkuan Faisal.

__ADS_1


Faisal tersenyum lalu melirik ke arah Danieal yang menunjuknya sembari menggoyangkan pinggulnya dengan senyum bodoh di wajahnya.


"Dia terlalu mabuk" gumam Faisal sembari melempar sendok kayu dengan keras.


"Stuk..!"


Danieal tumbang dan ia di tertawakan oleh para prajurit dan yang lainya.


"Alex apa kau akan selalu melindungi ku?" tanya Bella sembari menatap Faisal lalu megenggam tenganya.


Faisal diam termenung menatap Bella.


...****************...


Masa lalu Faisal.


Di sebuah pelabuhan kecil.


Terlihat Faisal tengah duduk dengan kaki selonjor dan terlihat Riska berbaring di kakinya.


Faisal menatap wajah Riska sembari mengelus-elus pipinya Riska terlihat bahagia.


"Sal kamu janji mau jaga aku sampai kapanpun?" tanya tidak sembari menggenggam tangan Faisal.


"Apapun yang terjadi aku akan selalu menjaga mu dan melindungi mu" jawab Faisal.


Faisal dan riska telah resmi berpacaran awal bulan Januari dan mereka telah dekat sejak bulan November.


Rusak seringkali curhat kepada Faisal dan mereka mulai dekat sejak saat itu.


Ada sebuah insiden di mana orang tua Riska harus pergi ke kota lain untuk berobat dan Riska di tinggal seorang diri.


Riska dan pacarnya pun putus karena mereka LDR dan juga sudah ada Faisal sebagai penggantinya.


...****************...


Kembali ke masa awal.


"Aku akan selalu menjaga mu selagi kau masih ada di sisi ku" jawab Faisal kemudian mengecup kening Bella.


"Hari semakin dingin lebih baik kau pergi tidur Bella" ucap Faisal.


"Temani aku, aku ingin tidur bersama mu" ucap Bella.


(Cuma tidur ya tidak aneh-aneh.)


"Sial aku ingin bergabung bersama yang lainya, aroma bir itu memanggilku" gumam Faisal.


"Baiklah ayo ku temani untuk tidur" jawab Faisal.


Mereka pun berjalan menuju tenda di belakang tempat mereka duduk sebelumnya.


(Serius mereka cuma tidur tidak aneh-aneh)

__ADS_1


...****************...


Bersambung...


__ADS_2