
"Aku masih memiliki waktu dua bulan untuk menaklukkan kota kerajaan Esia" gumam Faisal.
Harold mendekati Faisal"yang mulia apa rencana anda setelah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi" tanya Harold.
"Aku cukup terkejut namun untuk saat ini kita lihat kondisi saja terlebih dahulu" jawab Faisal.
"Untung Floki berada di kota dan keselamatan semua warga akan terjamin dengan keberadaannya, saya menunggu perintah anda tuan apapun yang anda katakan akan saya lakukan" ucap Harold.
"Lihat saja situasinya saat kita di istana, dan aku berpikir untuk tidak menyembunyikan apapun" ucap Faisal.
****************
Di dalam kereta kuda.
"Putri apa anda telah menyadari jika pangeran telah sembuh?" tanya Cedric.
"Aku menyadari sejak pertama aku melihatnya" jawab Bella.
"Mengapa anda tidak mengeluarkan respon atau bertanya pada pangeran?" tanya Cedric.
"Aku tak tau apa yang ia alami selama kami berpisah jadi aku menganggap ia memiliki alasan yang menurutnya lebih baik aku tak mengetahui tentang kesembuhannya" jawab Bella.
"Sebenarnya pangeran tak mempercayai mu" gumam Cedric.
"Aku bahagia karena Faisal telah sembuh namun bersamaan dengan rasa bahagia aku juga takut" ucap Bella.
"Mengapa anda takut?" tanya Cedric.
"Aku takut Faisal akan menjadi seperti semua pria yang pernah aku temui, ia hanya memikirkan diri nya dan hasrat yang ia miliki tanpa memikirkan orang di sekitarnya" jawab Bella sembari menunduk ia membayangkan sosok ayahnya.
Cedric tersenyum"pangeran bukan orang seperti itu, ia rela melakukan apapun demi orang di sekitarnya walau dia yang harus terluka" ucap Cedric.
"Ku harap ia akan tetap seperti itu" ucap Bella memandang langit biru yang cerah.
****************
Di bumi.
Di sebuah kampung kumuh dekat pelabuhan terdapat sebuah rumah beton kecil hanya terdiri dari dua ruangan yaitu kamar dan kamar mandi.
Terlihat Nicho tengah duduk di teras rumah tersebut sembari memainkan ponsel.
"Ring... nomor yang anda tuju sedang tidak aktif"
"Dia tak mengangkat" gumam Nicho sembari membaca tulisan ayah di ponselnya.
"Mungkin saja ia sibuk seperti biasanya" gumam Nicho sembari menelpon ibunya.
"Halo ibu" ucap Nicho.
"Hei anak sialan! sudah ku peringkat untuk tidak menghubungiku dasar anak setan!. Biarkan aku bahagia dengan kehidupan ku sekarang kau dan ayah mu hanya bisa menyakiti ku saja mati kau anak sialan..!" teriak ibu Nicho penuh amarah kemudian telpon di matikan.
Nicho tersenyum dengan mata berlinang kemudian ia berjalan masuk ke rumahnya.
Terlihat sebuah cahaya merah menyala dari cincin di tangannya, Nicho mengusap-usap cincin tersebut.
"Hanya diri mu yang mengerti penderitaan ku" ucap Nicho sembari berbaring di kasur lantai.
****************
__ADS_1
Singkat cerita Faisal melakukan perjalanan selama lima hari hingga tiba di istana kerajaan.
Ia tiba saat malam hari dan langsung pergi menuju istana.
"Ibu meninggalkan satu istana untuk ku istana itu tidak besar hanya terlihat seperti rumah mewah dengan dua lantai, tempat nya ada di ujung kota dekat tempat para pemburu tinggal" gumam Faisal sembari memacu kuda berjalan di jalan batu yang indah.
Jalan begitu sepi hanya terlihat beberapa orang yang melintas.
"Kita pergi kemana?" tanya Harold.
"Tentu ke istana milik ibuku" jawab Faisal.
****************
Di dalam kereta kuda.
Terlihat Cedric tengah duduk sembari menunduk ia kelihatan gelisah dan takut.
"Cedric apa kau sakit?" tanya Bella sembari memegang tangan Cedric.
"Oh tidak saya baik-baik saja" jawab Cedric.
****************
Singkat cerita sampailah Faisal di istana milik ibunya.
"Tempat ini terlihat seperti rumah biasa di banding istana, memang ukurannya cukup besar namun aksesoris nya itu biasa" gumam Faisal sembari masuk ke dalam gerbang.
"Danieal pandu para prajurit untuk beristirahat, aku akan langsung ke istana" ucap Faisal.
"Siap yang mulia" jawab Danieal.
Faisal turun dari kuda di ikuti Harold, ia berjalan menuju para pelayan.
"Salam yang mulia" ucap para pelayan sembari berlutut.
Faisal mengangguk lalu berjalan menuju kereta kuda yang telah berhenti di belakang mereka.
"Entah mengapa aku menjadi merasa nostalgia padahal yang mengalami mermori itu adalah Alex" gumam Faisal.
"Bawa barang-barang ku di kertas" ucap Faisal memerintah para pelayan.
"Siap yang mulia" jawab para pelayan kemudian mereka pergi melaksanakan tugas dari Faisal.
Faisal membuka pintu kereta kuda"Ayo masuk ke istana" ucap Faisal sembari mengarahkan tangan kepada Bella.
Bella menyambut tangan Faisal sembari mengangguk, Bella pun turun.
"Yang mulia tidak perlu membantu saya" ucap Cedric sebari turun dari kereta
"Siapa, yang mau membantu mu" ucap Faisal.
Cedric tertawa.
"Apa kau lelah?" tanya Faisal.
"Sedikit aku hanya merasa lapar" jawab Bella.
"Mau makan di istana atau kita pergi keluar?" tanya Faisal.
__ADS_1
"Aku ingin makan di luar" jawab Bella terlihat senang.
"Baiklah ayo kita makan di luar" jawab Faisal.
"Cedric atur semuanya aku akan pergi ke restoran untuk makan, minta para pelayan untuk membuatkan makanan" ucap Faisal.
"Apa anda tidak lelah yang mulia?" tanya Cedric.
"Santai saja" kawan Faisal sembari berjalan.
...****************...
Saat di perjalanan menuju restoran terdekat.
"Di sini banyak yang menjual daging hewan buas seperti beruang dan harimau, kau ingin makan daging apa?" tanya Faisal.
"Entah aku akan memilih saat di sana" jawab Bella.
Jalan begitu sepi dan terasa dingin.
"Apa yang akan kau lakukan jika ada perampok?" tanya Faisal.
"Tentu aku akan bersembunyi di balik punggung mu" jawab Bella.
"Kenapa?" tanya Faisal.
"Ya masa aku bersembunyi di balik punggung perampok. Aku percaya kau akan menjaga ku karena kau telah dewasa" jawab Bella.
"Lalu apa yang akan kau lakukan pada perampok?" tanya Bella.
"Aku tak memiliki barang berharga, jadi aku akan memberikan diri mu pada mereka" jawab Faisal.
"Apa kau akan merelakan ku?, bukanya kau membawa emas dan juga beberapa perhiasan mengapa kau tak memberikannya?" tanya Bella dengan kesal.
"Jika mereka meminta harta akan ku berikan uang dan perhiasan ku, tapi jika mereka meminta barang berharga ku maka akan ku berikan diri mu karena" ucap Faisal.
"Buk" Bella memukul perut Faisal.
"Sialan!" ucap Bella dengan keras sembari berlari ia kelihatan kesal.
Faisal tersenyum lalu mengejar Bella.
"Tunggu Bella" ucap Faisal sembari menahan tangan Bella.
Bella berhenti lalu berbalik.
"Diri mu, dan hanya kamu yang menjadi sesuatu paling berharga di hidup ku hanya diri mu" ucap Faisal.
Bella menarik tangannya"pembohong" ucap Bella sembari berlari, terlihat senyum terukir di wajahnya.
...****************...
Sampailah mereka di sebuah restoran yang sederhana.
Restoran itu tak terlalu ramai Faisal dan Bella memesan beberapa makanan.
"Duak..!" suara pintu yang di tendang.
...****************...
__ADS_1
Bersambung...