Teleport System

Teleport System
Episode 117 Kaisar sejati


__ADS_3

Di istana kota Dristia.


"Brak..!"


Sesuatu menghantam kantor milik Floki hingga membuat lubang yang sangat besar di dinding.


Floki kelihatan sangat marah.


"Bajingan mana yang melempar sampah ke kantorku..!" teriak Floki sangat keras sembari ia mengeluarkan aura hingga membuat seluruh warga tertekan bahkan pingsan.


Dengan perlahan benda yang menghancurkan dinding floki bergerak dan memindahkan kain yang menutupinya.


"Dasar sialan..! kau menghancurkan karyaku" teriak Floki sembari ia memukul benda tersebut.


"Stank..!" suara tongkat Floki dan kapak milik Archa menciptakan gelombang energi yang kuat.


Floki tersenyum"kau cukup kuat anak muda" ucapnya sembari menekan kapak Archa.


Archa kelihatan sangat kesulitan menahan tongkat tersebut.


"Ampun..! ampun.. aku tak sengaja aku di lempar oleh seorang" ucap Archa ketakutan dan panik saat kapaknya telah menempel di dadanya membuat dadanya sesak.


Seketika Floki menarik tongkatnya"siapa nama mu, kau memiliki bakat yang cukup bagus" ucap Floki.


"Uhuk... uhuk.."


"Sialan kau" ucap Archa sembari menunjuk Floki.


"Sepertinya kau sudah bosan untuk hidup" ucap Floki sembari menatap tajam Archa.


Spontan Archa menunduk"namaku Archa Bjarte, aku merupakan jenderal kekaisaran Eastgard adik dari kaisar Thor Bjarte" ucapnya dengan lembut.


"Kau dari bangsa viking?" tanya Floki.


"Bisa di bilang begitu" jawabnya.


"Odin itu siapa?" tanya Floki.


"Ayah dari para dewa" jawabnya.


"Bagus jadi mengapa kau bisa terlempar ke sini?" tanya Floki sembari duduk di lantai dan mendekati Archa kemudian ia mengeluarkan satu botol minuman.


"Roberto" ucapnya terkejut saat mengingat alasan ia terlempar.


Spontan ia berdiri serta bersiap untuk terbang menuju istana kekaisaran Terrasen.


"Orang yang kau maksud telah mati, ia mati bersama musuh di perbatasan daratan es kematian" ucap Floki sembari membuka botol minum.


Seketika langkah Archa terhenti dan ia jatuh berlutut seakan pasrah.


"Roberto" ucap Archa dengan suara lirih serta di temani air mata yang mengalir.


"Ia mati dengan terhormat, untuk apa kau tangisi kepergiannya kematian bukanlah akhir" ucap Floki sembari melempar botol minuman.

__ADS_1


Archa menangkapnya dan langsung meminum anggur tersebut hingga tetes terakhir.


"Mulai sekarang kau ku angkat menjadi murid ku" ucap Floki.


{Note seiring berkembangnya kekuatan Faisal karakter yang ia panggil juga mendapatkan peningkatan selain karakter semua orang yang bersumpah setia kepadanya juga mendapatkan kekuatan.


Update level bawahan Faisal.


Harold>> Elder awal


Floki>> Holy Elder puncak


Danieal>>Grand master menengah


Ralph>>Elder menengah


Hjalmar>>Elder awal


Gunnar>> Holy Elder awal


Gunner>>Holy Elder awal


Hagen>>Master puncak


Asmund >>Master menengah


Jorvik>>Master awal


Jonr>>Master menengah


Donald>>Grand master puncak


Elias>>master menengah]


...****************...


Di selimuti kemarahan yang begitu besar kaisar Alfonso mengumpulkan seluruh pasukannya dan bersiap untuk menyerang benua tengah.


Tak hanya itu Baldan yang ternyata memiliki pasukan rahasia mengerahkan pasukannya untuk membalas dendam atas kematian adiknya tercinta yaitu Roberto.


Tak ingin membuang kesempatan Olaf juga mengerahkan seluruh pasukannya untuk membantu misi penyerangan tersebut.


...****************...


Lima hari kemudian.


Turnamen telah berakhir Faisal menjadi pemenang pertama di ikuti oleh Elias dan di susul oleh peserta lainya.


Di perbatasan daratan es kematian.


"Rencana apa yang kita miliki sekarang?" tanya Baldan dengan suara tegas.


"Kita tak mengetahui kekuatan musuh bahkan belum ada yang pernah ke sana sebelumnya" ucap Olaf Lift.

__ADS_1


"Aku akan pergi ke sana sendirian dan aku akan mencari sekte pedang surgawi yang di katakan oleh adik sebelum ia mati" ucap kaisar Alfonso sembari berdiri dan mengangkat pedangnya yang besar.


"Kak jangan gegabah aku tak ingin kehilangan saudaraku satu-satunya hanya kau yang tersisa" ucap Baldan menahan kaisar Alfonso.


"Aku adalah penyebab kematian adik seharusnya aku tak mengirimnya ke medan perang, seharusnya aku yang ada di sini saat itu" ucap kaisar Alfonso dengan emosional.


"Kak aku mengerti kau marah dan sedih tetapi kau harus tetapi berpikir menggunakan logika jangan hanya mengandalkan perasaan" ucap Baldan.


"Tuan Alfonso apa yang di katakan Baldan ada benarnya kesampingkan emosi mu kita sedang berperang mempertaruhkan nyawa banyak orang" ucap kaisar Olaf membantu Baldan.


Tiba-tiba pintu tenda di buka.


"Aku dapat membantu kalian" terdengar suara yang familiar masuk ke dalam tenda.


"Bajingan..!" teriak kaisar Alfonso sembari menyerang pria tersebut yang tak lain adalah Faisal.


Faisal menunjuk kaisar Alfonso membuatnya mematung tak dapat bergerak.


"Siapa kau" tanya Baldan sembari ia mengeluarkan buku mantra bersiap menyerang Faisal.


"Maaf sebelumnya saya perkenalkan" ucap Harold sembari berjalan masuk ke dalam tenda.


"Raja Alexander" ucap Harold.


"Jadi kau adalah pemuda yang memimpin kota salju hingga menguasai kerajaan Esia" ucap Baldan sembari menarik kembali buku mantra miliknya.


"Kau salah besar" ucap Harold.


"Kaisar Alexander penguasa kekaisaran Eastgard dan EITRA" ucap Harold.


"Hei apa yang kau maksud, sepertinya kata-kata mu berlebihan" ucap Olaf dengan mimik tidak suka serta merendahkan.


"Kau tak paham" ucap Harold sembari menerbangkan tenda hingga memperlihatkan pemandangan langit yang begitu mengerikan.


Terdapat ribuan prajurit yang tengah terbang di langit perbatasan tak hanya ribuan ada puluhan ribu prajurit.


Prajurit kekiasan Trassen dan Downtown kelihatan panik mereka menjatuhkan senjata pertanda mereka menyerah.


Terlihat kaisar Thor berjalan mendekati Faisal.


"Yang mulia" ucapnya sembari berlutut ke arah Faisal.


Melihat hal tersebut kaisar Alfonso, Baldan, dan Olaf terkejut melihat seorang Thor yang di kenal sebagai beruang yang tak sudi menunduk kepada siapapun bahkan kekuatannya sebanding dengan kaisar Alfonso hingga di sebut sebagai rival berlutut kepada seorang bocah ingusan.


Puluhan ribu pasukan yang terbang turun ke bawah dan berlutut ke hadapan Faisal tak hanya itu muncul para master yang kuat setara dengan para jenderal kekaisaran sebelumnya.


"Yang mulia kami bersedia untuk menjadi bawahan mu sebagai pengikut cahaya yang menyinari alam semesta menjadi penerang dan penolong serta pelindung bagi kami semua" ucap semua prajurit dengan sepenuh hati menciptakan sebuah kekuatan kepercayaan yang menyelimuti Faisal dan membentuk sebuah objek yang berbentuk mahkota di atas kepanya.


Melihat kejadian tersebut seluruh manusia hewan dan monster yang berada di benua Dump berlutut memberi penghormatan kepada Faisal.


Mahkota itu melebur dan menjadi sebuah permata berbentuk mata yang tertanam di dahi Faisal terlihat seperti mata.


"Yang mulia.. hidup yang mulia.. hidup yang mulia.." teriak semua orang.

__ADS_1


...****************...


Bersambung..


__ADS_2