
[Namun sayangnya karakter memiliki tingkat loyalitas yang rendah mereka hanya mengikuti orang yang menurut mereka kuat atau membuat mereka terkesan, untuk saat ini di sarankan host untuk tidak mengeluarkannya.]
"Kecewa namun menurut ku bukan sebuah masalah, memiliki bawahan kuat memang bagus tetapi menjadi kuat itu lebih baik" ucap Faisal sembari berdiri.
"Untuk saat ini aku harus mencari ke mana Jhon di terbangkan" ucap Faisal sembari memasang pakaiannya.
"Cukup merepotkan membawanya karena kekuatannya yang bisa di bilang kurang tetapi dia juga berguna sebagai penunjuk jalan dan juga sumber informasi" ucap Faisal.
"Tuuft"
Faisal melesat dengan cepat menuju arah Jhon terlempar sebelumnya.
"Rambutku tidak berubah, apa ini baik-baik saja?" gumam Faisal sembari memegang rambut putihnya yang panjang.
[Host dapat mengubahnya jika mau, tetapi rambut putih melambangkan seorang yang suci dan bersih serta bijaksana.]
"Aku akan menyimpannya tetapi akan ku potong" gumam Faisal.
...****************...
Di tangah gurun yang sunyi.
Hanya di temani oleh suara angin dan butiran pasir Jhon merangkak menuju arah Faisal, ia kelihatan dehidrasi dan juga kelelahan.
"Tuan tunggu aku, aku akan segera tiba di sana" ucapnya sembari terus merangkak penuh usaha.
"Aku tak boleh meninggalkan tuan sendirian, dia akan dalam bahaya aku harus segera tiba ke sana" ucap Jhon dengan mata yang perlahan menutup akibat kelelahan.
Perlahan kesadarannya menghilang kemudian ia pingsan.
...****************...
Keesokan paginya.
Jhon tersadar di samping Faisal yang tengah duduk memakan buah pisang.
Perlahan Jhon duduk ia tak sadar akan kehadiran Faisal.
"Tuan aku harus ke sana" ucapnya setelah ia duduk kemudian berusaha untuk merangkak lagi menuju arah yang tidak jelas.
Faisal hanya menonton hal tersebut sembari memakan pisang.
"Apa otaknya rusak karena terbentur?" gumam Faisal.
"Jhon" ucap Faisal.
Jhon berbalik"tuan..!" teriaknya sembari berlari ke arah Faisal berusaha memeluknya.
"Stup"
__ADS_1
Jhon terkapar di tanah tak sadarkan diri akibat di tinju oleh Faisal.
Beberapa saat kemudian.
"Jadi begitu, anda naik ranah secara tiba-tiba oleh karena itu anda mengeluarkan ledakan aura yang sangat besar, level apa yang anda tembus?" ucap Jhon sembari memakan pisang.
"Lord" jawab Faisal dengan santai.
"Cyui" Jhon memuntahkan isi makanannya karena terkejut.
"Apa level lord!" ucap Jhon seakan tak percaya dengan apa yang di katakan Faisal sembari ia mengelap mulutnya.
"Kau tidak melihat rambutku yang berubah warna menjadi putih?" tanya Faisal.
"Itu masuk akal setelah saya melihat rambut anda, tetapi saya masih merasa tidak menyangka jikalau anda yang masih sangat muda dapat menembus level lord yang mana bahkan di perlukan ratusan tahun untuk mencapai level tersebut" ucap Jhon.
"Menurutmu siapa yang dapat mengalahkan ku di benua ini?" tanya Faisal.
"Tidak ada, bahkan orang terkuat yaitu kaisar Alfonso saja tak sebanding dengan anda, walaupun seluruh benua bersatu untuk melawan anda itu tidak mungkin" jawab Jhon.
"Baiklah" ucap Faisal sembari mengangguk.
"Memang tak dapat di pungkiri lagi bahwa level lord bukan sebuah mainan oleh sebab itu aku sangat takut jikalau master level lord dari benua utama ikut campur dalam masalah atau peran ini" ucap Jhon.
"Memang ada berapa banyak seorang master level lord di benua utama?" tanya Faisal.
"Setidaknya syarat untuk memiliki pangkat seorang ketua sekte atau jenderal kekaisaran mereka harus berada di level lord" jawab Jhon berpikir sangat keras.
"Ah.. ah tidak aku tidak berasal dari sana" jawab Jhon dengan takut dan panik.
"Baiklah ayo kita pergi ke turnamen, sepertinya kita akan terlambat untuk mendaftar jika masih menunda" ucap Faisal sembari berdiri.
"Anda benar kita akan telah untuk pendaftaran jikalau masih menunda" ucap Jhon penuh semangat sembari ia berdiri.
"Ke arah mana kota Abua berada?" gumam Jhon sembari ia melihat sekeliling.
Tiba-tiba Faisal mengayunkan tangannya dari ayunan itu muncul sebuah robekan ruang yang langsung menuju ke depan gerbang kota Abua.
Tanpa mengucapkan sepatah katapun Faisal segera masuk ke dalam sembari menarik tangan Jhon.
...****************...
Seketika mereka muncul di depan gerbang kota Abua yang besar dan megah.
Terlihat ratusan orang telah mengantri untuk masuk ke dalam kota mereka mengetahui jikalau akan di selenggarakan turnamen anak langit.
"Kekaisaran EITRA di huni oleh kebanyakan orang hitam" bisik Faisal sembari memerhatikan orang-orang yang tengah mengantri.
"Memang benar kekaisaran EITRA merupakan tanah kelahiran untuk apa orang kulit hitam, mereka memiliki ketahanan tubuh yang lebih kuat di banding manusia pada umumnya" jawab Jhon.
__ADS_1
"Menarik baiklah mari kita masuk" ucap Faisal.
Turnamen anak langit merupakan turnamen yang di selenggarakan oleh sekte api surgawi setiap 5 tahunnya, turnamen ini menjadi ajang unjuk bakat untuk para anak muda generasi penerus yang masih berumur di bawah 30 tahun.
Turnamen ini di hadiri oleh hampir seluruh tokoh besar di benua Dump tak terkecuali para kaisar yang juga ikut menonton dan meramaikan suasana.
Sekte api surgawi memberikan 5 kuota untuk setiap kekaisaran serta 25 kuota umum.
...****************...
Stadion Abua menjadi tempat penyelenggaraan turnamen ini.
Kota Abua menjadi penuh seketika akibat para turis yang berdatangan tanpa henti dari seluruh penjuru benua Dump.
Tak berhenti kapal-kapal terbang dari berbagai kekaisaran dan kerajaan beterbangan di atas langit-langit kota memberikan kesan yang begitu berarti untuk penduduk setempat.
Orang-orang berbondong-bondong berebut tiket yang di jual dengan harga tinggi.
"Benar-benar ramai" gumam Faisal sembari memperhatikan sekitar saat ia berjalan menuju tempat pendaftaran.
"Untuk mendaftar di turnamen kuota umum anda harus membayar 2 juta koin emas" ucap resepsionis pengurus pendaftaran kepada seorang yang ingin mendaftar geratis.
"Tuan apa anda mendengar itu?" ucap Jhon.
"Tak heran biaya pendaftaran sangatlah mahal, apa yang akan kita dapatkan saat bertanding dan saat kita menang itu tak sebanding dengan apa yang kita keluarkan" ucap Faisal.
"Mengapa?, 2 juta koin emas sangatlah banyak hanya para keturunan bangsawan atau raja saja yang mampu membayarnya" ucap Jhon.
"Entahlah aku tidak peduli selagia aku dapat membayar" ucap Faisal sembari menaruh satu kantung penyimpanan kepada resepsionis.
Resepsionis menerima dengan gembira.
"Tolong nama anda tuan muda" ucap resepsionis dengan sopan.
"Faisal, tolong berikan bangku yang bagus untuk temanku ia ingin menonton temannya bertanding" ucap Faisal.
"Tenang saja teman anda akan mendapatkan kursi VIP sebagai seorang pendamping peserta" jawab resepsionis.
"Berikan aku 5 kuota" ucap seorang pemuda sembari menjauh 5 kantung penyimpanan.
Seketika Faisal menoleh ke arah pemuda tersebut.
Faisal bergeser memberikan pemuda itu ruang.
"Maaf aku menyerobot" ucap pemuda itu sembari tersenyum.
"Tidak masalah aku telah selesai" jawab Faisal sembari mengambil tanda pengenal peserta.
...****************...
__ADS_1
Bersambung...