Teleport System

Teleport System
Episode 30 akhirnya datang


__ADS_3

"Untuk mengambil misi satu aku akan mendapatkan masalah yang sangat besar jikalau diri ku menyinggung kerajaan Kroas, aku sudah memiliki masalah dengan kerajaan Esia jikalau tidak ada kerajaan Kroas maka aku pasti akan menjadi sasaran empuk untuk mereka" gumam Faisal.


"Aku ambil misi kedua" jawab Faisal.


[Waktu penyelesaian 3 bulan taklukkan satu kota kerajaan Esia dan dapatkan hadiah berikut, naik 1 level system, naik ke level grand master, mendapatkan teknik dasar, 2000 emas batangan, dan juga satu kartu pemanggil emas.]


"Tiga bulan,'hmmm cukup lama aku akan menguasai satu atau dua kota dengan waktu yang cukup panjang ini" ucap Faisal sembari berbaring.


...****************...


Keesokan harinya.


Terlihat Faisal tengah duduk di atas benteng sembari memperhatikan pembangunan dari atas sana.


"Wah kecepatan pembangunan sangat lah liat biasa, hanya dalam satu hari sudah banyak rumah yang di perbaiki" ucap Faisal yang terlihat kagum.


"Tentu saja uang mulia, kita memiliki penduduk yang banyak dan juga tenaga budak serta para tawanan selain itu para prajurit juga ambil bagian dalam pembangunan ini" jawab Cedric.


"Bagus, bagaimana dengan penyembuhan warga dan prajurit yang mengalami luka?" tanya Faisal.


"Dalam hal ini kita sedikit terhambat karena personil tabib yang kurang dan juga bahan obat yang minim, namun hamba telah mengutus beberapa prajurit untuk menyewa tabib dan juga membeli bahan obat kemaren dan seharusnya mereka akan kembali lusa" jawab Cedric.


"Syukurlah masalah ini cepat di tangani oleh mu, mari kita amati pembangunan agar tak terjadi hal yang di luar dugaan" ucap Faisal.


Seketika Faisal menoleh ke arah hutan tepat di jalan utama menuju gerbang.


"Sial tunangan ku tiba" ucap Faisal yang terlihat terkejut melihat kereta kuda kerajaan melaju dengan kecepatan penuh menuju kota salju.


"Cedric sambut mereka, aku akan akan pergi ke istana" ucap Faisal sembari berjalan dengan terburu-buru.


"Duh apa yang harus ku lakukan" gumam Cedric yang terlihat panik.


"Wish..!" suara Faisal yang melompat dari atas benteng dengan cepat.


"Ulur waktu jangan biarkan mereka datang dengan ke istana dengan cepat..!" teriak Faisal sembari terus melompat dari atap rumah ke atap yang lain.


Terlihat Faisal mendarat di samping Harold dan Daniela yang tengah membantu mengangkat kayu besar yang akan menjadi pondasi rumah.


"Yang mulia ada apa, mengapa anda terburu-buru?" tanya Harold sembari menurunkan tumpukan kayu yang ia bawa.


"Tunangan ku telah tiba di sini, sebentar lagi akan masuk ke dalam kota" jawab Faisal yang terlihat panik.


"Kalian harus ingat, jangan sampai mereka tau jikalau aku telah sembuh dan tidak menjadi idiot lagi" ucap Faisal kemudian ia pergi.


...****************...

__ADS_1


Di depan pintu gerbang kota salju.


Terlihat pintu telah di buka dengan lebar, Cedric berdiri di tengah menunggu kereta kuda mendekat.


"Bruk.. bruk..!" suara langkah kaki kuda yang mulai mengurangi kecepatan karena hampir tiba.


"Mereka tiba" gumam Cedric yang terlihat gugup.


Kereta kuda pun berhenti.


"Click..!" suara pintu kereta yang di buka.


Terlihat seorang pria yang memiliki rambut berwarna pirang dan juga brewok yang cukup tebal turun dari kereta kuda paling depan.


"Salam penasehat Cedric" ucap pria tersebut memberi hormat.


"Salam kolonel Pieter booth" jawab Cedric membalas salam dari pria tersebut alias Pieter booth salah satu kolonel kerajaan Kroas.


"Seperti yang di tuliskan putri, kami datang untuk menyelenggarakan pernikahan dengan yang mulia pangeran Alex" ucap Pieter.


"Bukanya pernikahan akan di selenggarakan saat yang mulia telah menginjak usia 17 tahun?" tanya Cedric.


"Memang benar, namun saya di perintahkan oleh jenderal untuk mengantar putri ke mari dan pernikahan akan di selenggarakan saat ulang tahun yang mulia pangeran Alex" jawab Pieter.


"Baiklah jikalau seperti itu, mohon maaf namun kereta kuda tak dapat masuk ke dalam karena jalan tengah di perbaiki dan di minta untuk menaiki kuda atau berjalan kaki" ucap Cedric.


"Mereka berhasil membangun benteng yang megah" gumam Pieter.


"Tuan mohon jangan tersinggung, kami memang sedang melakukan rekonstruksi bangunan yang rusak karena di serang" ucap Cedric.


"Jangan khawatir, tidak ada yang marah di sini" jawab Pieter.


...****************...


Di aula istana.


Terlihat Faisal tengah mengarahkan para pelayan untuk menyiapkan kamar dan juga makanan.


"Buat makanan yang enak dan lezat serta banyak dan bermacam-macam, dan yang lain kalian bersihkan kamar untuk tunangan ku" ucap Faisal berbicara pada pelayan yang berkumpul.


...****************...


Di jalan kota.


Terlihat Cedric dan Pieter berjalan bersama putri yang mengenakan gaun berwarna putih memakai cadar.

__ADS_1


Putri itu memiliki rambut berwarna pirang panjang bergelombang, ia memiliki postur yang indah dan terlihat benar-benar menawan dengan kulit putih yang sebersih salju yang baru turun, putri di temani dengan beberapa pelayan yang berjalan di sekelilingnya sembari memegangi payung untuk putri.


Di belakangnya terdapat beberapa puluh prajurit bersenjata lengkap berjalan dengan gagah.


"Sebenarnya apa yang terjadi di kota ini?, mengapa hampir semua rumah di perbaiki dan juga terlihat kota ini seperti habis hancur" tanya Pieter yang kelihatan khawatir dan prihatin.


"Beberapa hari yang lalu kota ini di serang oleh kerajaan Esia dengan pasukan besar dan hampir membumi hanguskan kota salju, namun kami masih bisa selamat" jawab Cedric.


"Mengapa kabar ini tak sampai ke istana?" tanya Pieter.


"Ini adalah Utara tuan Pieter, kabar bagian Utara sangat sulit menyebar ke barat karena medan yang jauh dan juga sulit" jawab Pieter.


"Aku turut berduka cita atas apa yang terjadi terhadap kalain" ucap Pieter.


"Paman bagaimana keadaan Alex?" tanya putri yang tiba-tiba menyela, suaranya sangat lembut dan terdengar merdu ia terlihat khawatir.


"Putri anda jangan khawatir tidak akan ada yang terjadi kepada yang mulia" jawab Cedric sembari tersenyum.


"Syukurlah" ucap putri yang terlihat khawatir.


...****************...


Singkat cerita sesampainya mereka di pintu gerbang istana.


"Maaf tuan dan putri karena istana kota ini sangat kecil dan juga buruk" ucap Cedric.


"Tidak masalah, selagi tempatnya nyaman itu tak akan menjadi masalah" jawab Pieter.


"Click..!" suara pintu istana yang di buka.


Terlihat Faisal berdiri sembari tersenyum dengan hangat menyambut kedatangan mereka.


...****************...


Saat di ruang makan.


Terlihat semua tengak duduk sembari makan.


"Yang mulia bagaimana kabar anda setelah lama kita tidak berjumpa?" tanya Pieter.


"Dia merupakan kolonel Pieter yang merupakan pelatih ku saat di istana, ia lembut namun sangat keras jikalau melatih ku" gumam Faisal.


"Paman tidak akan ada yang terjadi kepada dewa ini kau jangan khawatir" jawab Faisal sembari tersenyum.


...****************...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2