
"Cukup berbicara mengenai kecantikan, mari kita menari dan nikmati malam yang indah ini" ucap Floki sembari bangun dari duduk dengan sempoyongan.
"Hei kau masih mabuk, lebih baik duduk" ucap Faisal.
Floki berbalik"Mabuk hanya untuk anak-anak, aku hanya sedikit melayang" ucap Floki sembari berjalan mundur.
Hjalmar bergeser mendekati Faisal yang tengah asik minum.
"Yang mulia kami menyambut mu dengan baik, setelah mengalami kesulitan kami mengadakan pesta ini untuk anda agar anda merasa baikan" ucap Hjalmar sembari merangkul Faisal.
"Ahahaha.. kalian memang baik, aku benar-benar merasa tersanjung dan merasa baikan" jawab Faisal sembari menepuk tangan Hjalmar.
"Syukurlah jikalau anda merasa senang akupun ikut menjadi senang" ucap Hjalmar terlihat lega.
Faisal menatap wajah Hjalmar dengan tersenyum seraya berkata"Apa kau tau sesuatu yang membuatku lebih senang lagi?"
"Apa itu yang mulia" jawab Hjalmar kebingungan.
Tiba-tiba ekspresi wajah Faisal berubah menjadi marah"Kau melepaskan ku" ucap Faisal sembari menusuk wajah Hjalmar menggunakan ujung gelas yang terbuat dari tanduk.
"Crak..!" ujung gelas itu menjacap dalam ke kepala Hjalmar membuatnya mati seketika.
"Crang"
"Crang"
"Crang"
Suara retakan berasal dari sekeliling Faisal yang terlihat pecah seperti kaca.
Ketika semuanya hancur terlihat Faisal tengah duduk di Padang rumput sendirian.
Faisal menoleh ke kanan, terlihat Ralph, Hjalmar, Gunner, Gunnar, dan juga Floki tengah duduk memerhatikan Faisal.
Faisal bangun dan menarik celananya yang kendur seraya berkata"Cukup main-mainnya, aku ingin istirahat"
Ralph dan yang lainya terlihat terkejut kecuali Floki ia tersenyum bangga melihat Faisal.
"Ia dapat menghancurkan ilusi ku dengan mudah" gumam Ralph yang terlihat sangat terkejut karena Faisal dapat menghancurkan ilusinya.
"Ahahaha..! dia hebat Gunner tidak lemah Faisal yang kuat" ucap Gunner yang terlihat bahagia.
Hjalmar menyentuh punggung Ralph"Apa kau baik-baik saja?" tanya Hjalmar sembari mengelus pundak Ralph.
Ralph diam termenung"Bagaimana bisa ilusi ku di hancurkan oleh seorang bocah merumur 16 tahun" gumam Ralph.
Floki berdiri menghampiri Faisal.
"Yang mulia anda hebat dapat terlepas dari ilusi Ralph dengan cepat tanpa adanya hambatan" ucap Floki yang terlihat bahagia.
"Ralph, ilusi mu memang kuat aku tak akan mampu terlepas jika bukan karena karakter Floki di sana, Floki tak akan berani melakukan sesuatu yang gegabah tanpa meminta izin kepada ku. Dia pergi meninggalkan ku dan menari itu sudah tidak mungkin di lakukan oleh Floki" ucap Faisal.
"Anda memang hebat yang mulia, lebih baik anda beristirahat agar dapat menyelesaikan tes besok" ucap Hjalmar sembari berdiri.
"Tentu saja aku memang ingin istirahat namun kalian menghalangi ku" jawab Faisal.
...****************...
Singkat cerita keesokan harinya.
__ADS_1
Di kota salju.
"Hei cepat selesaikan pembangun, semua akan beres hari ini, aku ingin semuanya selesai ketika yang mulia tiba"
"Cepat..!"
"Ayo semangat"
"Hari ini semua orang sangat bersemangat" ucap Harold yang tengah duduk di kursi di bawah pohon di temani Daniela.
"Semua pekerjaan akan selesai hari ini, mereka sangat bersemangat karena dapat kembali tinggal di rumah masing-masing" ucap Danieal.
Harold mengangguk"Masuk akal" ucap nya kemudian ia meminum teh.
Harold memperhatikan seorang budak yang memiliki tubuh tinggi dan berotot, kulit berwarna hitam.
"Dia cocok menjadi prajurit" ujar Harold menunjuk pada pria yang ia perhatikan.
Danieal menatap pria tersebut"pria hitam itu yang kau maksud?" tanya Danieal sembari menunjuk ke arah pria tersebut.
"Kau benar" jawab Harold sembari bangun.
"Hei kau yang di sana..!" teriak Harold.
Semua pekerja pun menoleh ke arah Harold.
"Kemari" ucap Harold sembari melambai.
Para pekerjapun berjalan ke arah Harold.
"Ada apa tuan Harold" tanya salah satu pekerja.
"Orang yang ku tunjuk kalian berhenti bekerja" ucap Harold.
10 orang itu di buat berbaris menghadap Harold.
"Siapa mereka" tanya Harold pada Danieal yang berdiri tepat di sampingnya.
"Mereka adalah budak yang di beli oleh yang mulia" jawab Danieal.
"Mereka memiliki bakat yang bagus untuk menjadi pasukan ku, terutama di pria hitam ini" gumam Harold sembari memperhatikan 10 orang tersebut namun perhatiannya lebih tertuju pada pria hitam yang sebelumnya.
"Hei kau, siapa nama mu?" tanya Harold sembari menunjuk ke arah pria yang sebelumnya.
Pria tersebut berjalan mendekati Harold.
"Tuan, nama saya adalah Akin" ucap pria tersebut sembari menunduk, ia memiliki postur yang tegap tubuh yang berotot, rambutnya gimbal panjang sekitar pundak, ia terlihat masih muda.
Harold terlihat serius"lebih spesifik" ucap Harold.
"Nama Akin, umur 18 tahun, status budak" ucap Akin dengan tegas.
tiba-tiba Harold menggenggam pergelangan tangan akin"Dia berada di level elite menengah di usia yang masih muda, spiritnya tanah" gumam Harold sembari menutup mata.
"Mulai sekarang kau menjadi murid ku" ucap Harold.
Akin tiba-tiba bersujud"Salam guru" ucap Akin.
"Bangun, Danieal data sisanya dan berikan mereka tempat di cam tentara" ucap Harold.
__ADS_1
"Siap" jawab Danieal.
"Akin ikuti aku" ucap Harold sembari berjalan.
...****************...
Sementara itu di dalam desa viking.
Terlihat Faisal tengah duduk bersemedi di bawah air terjun yang deras.
"Tes berikutnya adalah reflek" ucap Ralph yang tengah duduk di tepi danau di temani yang lainya.
"Raja para viking harus memiliki naluri dan reflek yang tinggi" ucap Ralph.
"Gunnar lempar batu ke arahnya" ucap Ralph.
"Baiklah" jawab Gunnar sembari mengambil batu.
"Stup" suara batu kerikil yang di lempar oleh Gunnar sangat cepat hingga hanya terlihat bayangannya.
"Tap.."
Faisal menangkap batu tersebut, perlahan matanya terbuka.
Faisal mengambil kain di celananya lalu mengikat di bagian mata agar tak dapat melihat.
"Aku anggap ini adalah latihan" gumam Faisal sembari kembali bersemdi.
Ralph mengangguk" Gunnar lanjutkan jangan kau beri ampun" ucap Ralph.
...****************...
Dua jam kemudian.
Di dalam ruang bawah sadar Faisal.
Semua gelap Faisal duduk sila dengan tenang di bawah aliran air yang menetes tepat di kepalanya.
"Rasakan udara yang menggelitik kulit, rasakan cahaya yang menyinari tubuh" gumam Faisal.
"Dengarkan desiran angin di rerumputan, dengarkan udara yang keluar dari pori-pori dan hidung, hawa keberadaan semua orang dapat di rasakan" gumam Faisal.
...****************...
"Lempar Gunnar" ucap Ralph.
"Siap"
"Stup"
Faisal menghindari batu tersebut dengan santai.
Tiba-tiba Faisal perlahan melayang dari tempat ia duduk.
"Wah.. dia bukan manusia" ucap Hjalmar yang terlihat terkejut.
"Bisa-bisanya ia mendapat pencerahan di saat sedang melakukan tes" ucap Hjalmar terlihat kesal.
"Dia bukan manusia dia itu dewa" ucap Hjalmar dengan kesal sembari ia mondar-mandir.
__ADS_1
...****************...
Bersambung..