Teleport System

Teleport System
Episode 56 kota Ham


__ADS_3

"Pagi ini sangat dingin" gumam Faisal yang tengah keluar dari tenda.


Terlihat semua pasukan telah berkumpul dan berbaris di depan tenda Faisal.


"Yang mulia semua telah siap" ucap Harold.


Faisal melihat sekeliling, tenda para tentara telah roboh dan tempat menjadi bersih.


"Tidak buruk" gumam Faisal.


"Buat barisan siapkan kereta kita akan segera berangkat" ucap Faisal kemudian ia masuk ke dalam tenda.


"Siap yang mulia" jawab para prajurit.


"Mereka jadi lebih disiplin setelah berlatih bersama Harold" gumam Faisal.


Terlihat Bella telah siap membersihkan barang.


"Ayo kita berangkat" ucap Bella.


****************


Singkat cerita.


Sampailah Faisal dan pasukannya di depan gerbang kota Ham yang sangat besar.


Dindingnya terbuat dari batu setinggi 12 meter dengan ketebalan 4 meter.


Dinding di jaga ketat oleh pasukan yang siap siaga menyerang musuh kapanpun.


"Dindingnya sangat besar dan juga kokoh" gumam Faisal memperhatikan dinding kota.


"Yang mulia perlukah kita menyingkirkan orang-orang di jalan ini?" tanya Harold.


"Hei kita ini sedang mengantri jadi bersabarlah jangan kau pikirkan tentang hal itu" ucap Faisal.


"Anda adalah pangeran sudah sepantasnya mereka memberi jalan" ucap Harold.


"Mereka tidak menyadari keberadaan kita karena kita berada di paling ujung barisan" ucap Faisal.


"Tuuuuuuu..!" suara terompet yang di bunyikan oleh Danieal.


Hal ini membuat semua warga yang tengah mengantri untuk masuk ke dalam kota berbalik dan memberi jalan.


Faisal menatap tajam Danieal, Danieal hanya tersenyum.


****************


Tepat di depan gerbang kota Ham terlihat gerombolan prajurit menyambut kedatangan Faisal bersama dengan pelindung kota.


Faisal turun dari kuda di ikuti Harold dan Danieal mereka berjalan mendekati pelindung kota.


"Salam yang mulia saya adalah pelindung kota Ham, nama saya adalah Julian Draxler" ucap pelindung kota sembari berlutut di ikuti semua prajurit serta warga yang berada di sekitar.


"Dia berasal dari keluarga Draxler yang merupakan bangsawan keluarga Duke kerajaan ini" gumam Faisal.

__ADS_1


"Senang bertemu dengan mu" jawab Faisal.


"Silahkan ikuti saya untuk ke istana" ucap Julian sembari berdiri.


"Tak perlu aku akan tinggal di penginapan, pangeran ke empat pasti akan terganggu dengan kehadiran ku di istana" jawab Faisal.


"Yang mulia, pangeran Decebal telah berangkat menuju istana kerajaan kemarin lusa saat ini istana hanya di tempati oleh para bangsawan" ucap Julian.


"Santai saja aku akan tinggal di penginapan, lebih baik kau rekomendasikan penginapan yang bagus dan mewah untuk ku dan prajurit ku" jawab Faisal dengan lembut.


"Apa dia benar-benar pangeran Alex yang terkenal sebagai orang yang bodoh dan idiot mengapa dia bisa bersikap seperti ini?" gumam Julian merasa aneh.


"Yang mulia apa yang anda lakukan menyalahi aturan kerajaan saya tak berani untuk melanggarnya" ucap Julian.


"Dia yang pertama memperlakukan ku seperti anggota kerajaan walau ia tau siapa diri ku, sepertinya dia anak haram keluarga Draxler" gumam Faisal.


"Jangan khawatir aku hanya ingin menikmati wisata di kota ini dan aku hanya akan tinggal satu malam saja karena aku juga harus ke istana kerajaan" ucap Faisal sembari berjalan kemudian ia meninggalkan Julian.


****************


Di sebuah penginapan yang sangat besar.


Terlihat Faisal dan pasukannya memasuki penginapan tersebut.


"Uang yang ku miliki memang tidak banyak tapi tidak ada salahnya menjamu prajurit yang telah bekerja keras" gumam Faisal sembari berjalan ke meja resepsionis.


"Yang mulia biar saya saja yang memesan kamar, anda tunggu di sini" ucap Cedric menghentikan langkah Faisal.


Terlihat seisi ruangan memandangi Bella yang tengah berbicara dengan pelayannya.


"Benar dia sangat cantik"


"Aku ingin menikahinya"


"Hei jangan bodoh dia di jaga ketat oleh tentara"


Bella merasa kurang nyaman ia melirik sekitar dengan wajah memerah"apa ada yang salah dengan wajah ku" gumam Bella.


"Hmm, mereka orang-orang mesum" gumam Faisal memperhatikan sekeliling.


Terlihat seorang pemuda yang mengenakan pakaian mewah serta wajah yang tampan berjalan dengan elegan sembari membawa bunga mawar mengarah kepada Bella.


"Halo nyonya cantik" ucap pemuda itu sembari mencoba memegang tangan Bella.


"Crak..!" seketika tangan pemuda itu telah jatuh ke lantai.


Pemuda itu diam mematung darah di tangannya mengalir layaknya air.


"Arkh." teriak pemuda itu sembari memegangi tangannya yang terus mengeluarkan darah.


"Danieal mengapa kau melakukan itu di depan Bella" ucap Faisal yang terlihat marah ia berdiri menutupi Bella dari percikan darah.


"Maaf yang mulia" ucap Danieal merasa bersalah.


"Seharusnya kau penggal kepalanya" ucap Faisal sembari memeluk Bella.

__ADS_1


Sekejap suasan menjadi hening semuanya menunduk melihat kejadian itu.


Pemuda tersebut berguling-guling kesakitan berteriak meminta tolong.


****************


Ternyata semua itu hanya sebuah ilusi.


"Apa yang terjadi dengannya" gumam Bella yang kebingungan melihat tingkah pemuda tersebut ia berguling-guling di lantai sembari berteriak.


Faisal tersenyum kecil lalu ia berjalan menuju Cedric di ikuti yang lainya.


****************


Saat malam hari.


Faisal, Bella, Cedric, Harold, dan Danieal tengah makan di meja yang sama, para prajurit makan di meja yang berbeda hampir seluruh ruang makan.


"Kita akan langsung berangkat di pagi hari" ucap Faisal.


"Apa anda yakin yang mulia, di sini banyak wisata yang wajib di kunjungi saat di sini seperti monumen bola langit, atau musium" ucap Cedric.


"Memang kedengarannya menarik tapi kita harus buru-buru ke istana" jawab Faisal.


"Alex apa kau yakin ingin pergi dengan cepat?" tanya Bella.


"Iya" jawab Faisal kemudian ia meminum air.


"Aku ingin pergi ke monumen bola langit dan juga musium" ucap Bella.


"Ayolah aku hanya bercanda tentu saja kita akan mengunjunginya selagi kita berada di kota ini" ucap Faisal.


...****************...


Keesokan paginya.


Terlihat Faisal dan Bella tengah berjalan berdua di pasar, Faisal dan Bella mengenakan pakaian biasa dan juga Bella menggunakan penutup wajah seperti cadar.


"Bella aku tak ingin mengundang masalah jadi ku harap kita bisa cepat" ucap Faisal sembari berjalan dengan tegap.


"Baiklah aku hanya ingin melihat-lihat sebentar" jawab Bella.


"Sialan Cedric dan juga Harold mereka memilih untuk berpisah dan membuat ku harus berdua dengan Bella" gumam Faisal.


Tiba-tiba Faisal mengandeng Bella"di sini ramai kau harus tetap di samping ku" ucap Faisal sembari melihat sekeliling.


"Itu dia museum, di dalam ada monumen bola langit" ucap Bella menunjuk ke sebuah bangunan besar yang terbuat dari marmer.


"Bentuk bangunan itu seperti bangunan yang ada di kerajaan Yunani kuno" gumam Faisal.


[Terdapat rahasia di dalam bola langit dan juga beberapa catatan di dalam museum, di sarankan untuk host memeriksa agar system dapat menganalisis dan memeriksa]


"Menarik" gumam Faisal.


...****************...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2