
"Aku ingin menghabiskan sisa umurku seperti ini walau aku harus berjuang hingga aku tak mampu untuk berdiri lagi, kedamaian dan ketenangan yang ku rasakan sungguh nikmat" gumam Faisal sembari menatap beberapa anak-anak yang bermain.
Angin bertiup mengugurkan dedaunan kering menjatuhi Faisal dan Bella yang berada di bawahnya.
Faisal tersenyum sembari mengambil serpihan daun yang menempel di rambut Bella.
Di tengah keheningan yang nyaman terlihat Cedric berjalan cepat sembari membawa gulungan kertas.
Faisal kebingungan melihat Cedric yang berjalan dengan terburu-buru"Mengapa ia berjalan dengan cepat?" gumam Faisal.
"Yang mulia ada surat dari kerajaan" ucap Cedric sesampainya di depan Faisal sembari memberikan gulungan yang ia bawa.
Faisal mengambil kertas tersebut lalu membukanya.
[ Undangan kepada seluruh bangsawan yang berada di kerajaan Kroas agar dapat menghadiri pesta pernikahan putra sulung raja, waktu penyelenggaraan tahun xxxx bulan x tanggal 12.]
"Dua minggu lagi akan di selenggarakan pesta pernikahan pangeran William" ucap Faisal setelah membaca surat tersebut.
"Pangeran William, dia telah berusia 27 tahun dan siap melakukan pernikahan resmi. Apa anda akan datang yang mulia?" tanya Cedric.
"Tentu aku akan datang, persiapkan saja keberangkatan ku dalam waktu dua hari" jawab Faisal.
"Anda akan membawa siapa saja?" tanya Cedric.
"Tentu aku akan membawa mu, kemudian Danieal serta Harold. Floki masih memiliki pekerjaan yang harus di selesaikan dalam waktu dekat jadi tak akan ku ajak" jawab Faisal.
"Sejak kapan Faisal menjadi seperti ini, ia terlihat sangat tegas dan juga karismatik saat membuat keputusan, apa ia menyembunyikan sesuatu" gumam Bella.
"Baiklah yang mulia saya akan menyiapkan semuanya" jawab Cedric kemudian ia pergi.
...****************...
Saat siang hari di meja makan.
Terlihat semua orang tengah makan.
Faisal duduk di samping Bella ia menyuapi Bella, terlihat semua orang tak memperhatikannya kecuali Salsa.
"Mengapa Bella selalu beruntung" gumam Salsa.
Floki menatap Salsa" apa yang di pikirkan wanita ini yang terus memperhatikan yang mulia dan Bella" gumam Floki yang merasa aneh dengan tatapan Salsa kepada Faisal dan Bella.
Makanan terasa lebih enak karena adanya ketenangan saat makan dan juga kenyamanan di karenakan Salsa diam tidak mengoceh menyombongkan keluarganya seperti sebelumnya.
"Salsa, lebih baik kau pulang saja ke kediaman mu aku akan mengutus beberapa orang untuk mengantar mu pulang dengan aman" ucap Faisal sembari menuangkan air ke dalam gelas.
Salsa terkejut"tidak aku tidak ingin pulang" dengan cepat ia menjawab karena panik.
Faisal membantu Bella untuk minum"mengapa kau menolak, kau telah bertemu dengan Bella dan juga kalian sudah bersama cukup lama, apa lagi yang kau tunggu?" tanya Faisal.
__ADS_1
"Tetua Brox masih belum sadar, dan juga Bella belum sembuh aku tak ingin meninggalkannya" jawab Salsa.
Tiba-tiba wajah Faisal berubah saat ia mendengar nama tetua Brox, suasana menjadi tegang di selimuti rasa takut yang di rasakan bawahan Faisal saat melihat Faisal marah.
"Dia tak akan kembali nyawanya ada di tangan Bella, aku telah mengirim surat ke rumah mu dan sepertinya mereka akan menjemput mu besok" ucap Faisal sembari menyuapi Bella.
"Mengapa Faisal menjadi seperti ini, dia telah berubah" gumam Bella yang terlihat sedih dengan apa yang menimpa sahabatnya.
Faisal menatap Bella yang berlinang air mata.
Tiba-tiba Faisal tersenyum dan mengubah suasana dari menjadi hangat dalam sekejap.
Faisal mengusap mata Bella"kau jangan sedih aku ada di sisi mu. Aku berjanji untuk melindungi mu saat aku telah dewasa" ucap Faisal sembari mengelus pipi Bella dengan lembut.
...****************...
Beberapa tahun yang lalu.
Di istana kerajaan Kroas.
Di sebuah taman yang indah di penuhi oleh bunga berwarna-warni.
Terlihat Alex kecil berdiri di atas kursi sembari memegang pedang kayu yang ia arahkan ke ke langit ia berteriak"aku akan melindungi malaikat ku Bella saat aku telah dewasa aku berjanji"
Bella tersenyum sembari memandang punggung Alex.
...****************...
Salsa diam menunduk.
...****************...
Di penjara bawah tanah yang gelap.
Terlihat seorang pria duduk bersandar dengan nafas yang berat, tubuhnya di penuhi luka memar dan sobekan.
Ia terus menatap ke arah lubang di yang memancarkan cahaya yang menyinari wajahnya yang kotor.
Pria itu adalah tetua Brox.
Ia terus mengingat kejadian malam itu di mana Floki menakan nya hingga hampir mati, ia terus mengingatnya.
...****************...
Saat malam hari di kamar Bella.
Terlihat Faisal tengah berbaring di samping Bella di atas kasur.
Mereka menatap langit-langit yang telah di hiasi oleh gambar bintang dan juga bulan yang bersinar saat gelap.
__ADS_1
{Mainan yang di bawa Faisal dari bumi}
"Apa kau senang kita akan segera kembali ke istana?" tanya Faisal.
"Aku senang, namun aku juga sedih" jawab Bella berbisik ia dapat berbicara dengan suara yang serak.
"Kau akan segera sembuh Bella jangan khawatir" ucap Faisal.
"Faisal" ucap Bella sembari menoleh ke arah Faisal dengan usaha.
"Iya Bella" jawab Faisal sembari menoleh ke arah Bella.
"Malam ini tolong temani aku di sini" jawab Bella.
"Agak aneh karena ini kali pertama ku berbaring di samping wanita selain adik dan ibu ku, dan wanita ini juga sangat cantik" gumam Faisal.
"Tentu aku akan tetap menjaga mu" jawab Faisal sembari mengelus pipi Bella.
Bella berusaha untuk mendekat kepada Faisal dengan berusah payah karena tubuhnya masih kaku.
Faisal pun mendekat, Bella menempelkan kepaknya ke dada Faisal"terimakasih" ucap Bella.
Faisal pun mengecup kepala Bella.
...****************...
Keesokan harinya.
Faisal tengah berjalan bersama Bella di taman, Faisal menuntun Bella.
Pagi itu menjadi pagi yang sibuk untuk semua orang kecuali Faisal, empat suku masih melakukan pembangunan kediaman dengan buru-buru, Cedric melakukan persiapan untuk keberangkatan besok.
Danieal tengah lari pagi bersama ribuan tentara mengelilingi kota, Floki masih sibuk dengan proyek miliknya.
Dan Harold sibuk melatih muridnya.
Salsa tengah duduk di tangga depan pintu istana di temani koper dan beberapa pelayan yang ia bawa.
Ia duduk sembari memandangi Faisal dan Bella yang terlihat mesra"aku sangat iri dengan mereka" gumam Salsa.
Terlihat dari kejauhan beast terbang keluarga Salsa datang hal ini menyita perhatian semua orang termasuk Faisal.
"Beast terbang sunggu keren" gumamnya setelah melihat beast dari kejauhan kemudian ia lanjuta berjalan.
"Itu dia akhirnya tiba" gumam Salsa sembari berdiri.
"Aku ingin mengucapkan selamat tinggal kepada Salsa" ucap Bella yang mulai lancar berbicara.
"Mari aku gendong" jawab Faisal sembari menggendong Bella lalu berjalan ke arah Salsa yang tengah bersiap-siap.
__ADS_1
...****************...
Bersambung...