Teleport System

Teleport System
Episode 92 dataran es kematian


__ADS_3

"Penjaga?" ucap Faisal bingung.


"Pohon Gomolun berada di dalam gua es yang di jaga oleh dua ular kobra raksasa, beruntung kedua ular itu hanya berada di level master awal aku dapat membunuh mereka namun masalah utamanya ada di dalam, di sana ada monster harimau tanduk rusa yang telah dewasa" ucap Jack.


"Harimau tanduk rusa merupakan monster tingkat mistik yang memiliki kekuatan setara dengan master level Elder, Jack sepertinya ia menyembunyikan banyak hal" gumam Faisal.


"Aku mempertaruhkan pusaka keluargaku agar aku dapat mengambil satu buah Gomolun untuk putri dan istriku" ucap Jack.


"Berapa jauh jarak yang harus kita tempuh untuk tiba di gua itu?" tanya Faisal.


"Aku berjalan kurang lebih dua hari ke arah utara dan aku menemukan gua itu" jawab Jack.


"Baiklah" ucap Faisal sembari memegang leher Jack seperti sebelumnya lalu mereka terbang.


Mereka terbang dengan kecepatan sedang.


"Kau jangan khawatir aku tak menggunakan kekuatan burung elang, aku hanya menggunakan kekuatan burung gereja" ucap Faisal.


Jack kebingungan ia hanya diam sembari menatap Faisal.


"Udara semakin dingin" ucap Jack.


"Kita berada di ketinggian jadi udara terasa lebih dingin" ucap Faisal.


Tiba-tiba sebuah energi hangat mengaliri tubuh Jack membuatnya rileks.


"Dari mana asal energi hangat ini?" gumam Jack.


"Dengan begini kau tak akan mati kedinginan" ucap Faisal.


****************


Sementara itu di kota Dristia.


"Jadi kau adalah Elias yang berjasa penting dalam penghancuran markas organisasi awan hitam?" tanya Harold yang tengah duduk di kantornya.


"Benar jenderal" jawab Elias dengan tegas.


"Berapa umurmu?" tanya Harold.


"Siap 16 tahun" jawab Elias.


"Kau masih sangat muda bakat mu sangatlah hebat, namun sayangnya kau tak cocok melatih seni beladiri ku" ucap Harold.


"Mulai sekarang ku angkat kau sebagai kapten" ucap Harold sembari memakaikan lencana di baju Elias.


"Terimakasih jenderal" ucap Elias sembari memberi hormat.


"Pilihlah prajurit yang akan kau pimpin mintalah jenderal Danieal untuk membantumu" ucap Harold sembari kembali ke tempat duduknya.


"Siap jenderal" jawab Elias kemudian ia pergi.


Elias berjalan keluar ruangan sembari memegangi lencana miliknya senyum terukir di wajah pertanda kebahagiaan.


"Ibu sekali-lagi aku berhasil" ucap Elias berbisik.

__ADS_1


"Meskipun aku tak dapat bertemu dengan yang mulia raja tetapi aku beruntung dapat bertemu dengan jenderal Harold yang berhasil mengambil alih kota Dirta hanya dalam waktu dua minggu dan tanpa korban dari pihaknya" gumam Elias.


"Ia adalah panutan ku" gumam Elias.


"Dua lima bulan lagi aku akan kembali ke desa dan mengajak ayah, ibu, dan Erly untuk tinggal di kota Dristia" gumam Elias sembari berjalan dengan bahagia.


****************


Sementara itu terlihat Cedric tengah berjalan berkeliling kota.


Ia berjalan dengan santai sembari menyapa para warga yang tengah beraktifitas.


Para warga menyambut Cedric dengan ramah sering kali Cedric di berikan buah atau roti bahkan di ajak untuk makan bersama.


"Ekonomi kota mulai membaik, senang rasanya melihat warga akur" gumam Cedric.


Seketika warga menjadi heboh di karenakan muncul sesosok serigala raksasa yang berhenti di hadapan Cedric.


para prajurit yang berpatroli langsung siaga mengamankan warga di sekitar tempat kejadian.


"Tuan mundur perlahan!" teriak seorang prajurit.


Cedric kelihatan tenang.


"Aku mengantarkan anak yang harus kalian jaga hingga yang mulia kembali" ucap Dwolf.


Seketika semua terdiam saat mendengar Dwolf berbicara.


"Apa yang mulia telah memiliki anak?" tanya Cedric sembari mengambil Nala yang tengah tertidur.


"Jadi namanya Nala, baiklah terimakasih tuan Dwolf" jawab Cedric sembari menggendong Nala.


"Tak masalah ini adalah perintah, aku pergi dulu" ucap Dwolf kemudian ia menghilang.


"Tuan apa anda baik-baik saja?" tanya para prajurit sembari berlari ke arah Cedric mereka kelihatan khawatir.


"Aku baik-baik saja" jawab Cedric.


"Tenang saja yang mulia aku akan menjaga Nala dengan baik" gumam Cedric sembari berjalan menuju istana.


****************


Singkat cerita tibalah Faisal di dekat gua.


"Kau berbohong, di sana ada puluhan monster tingkat menengah" ucap Faisal sembari mengamati gua yang di sebutkan Jack.


Faisal pun mendarat.


"10 tahun lalu hanya ada 2 monster ular, mengapa sekarang ada banyak paling lemah ada di level master awal" ucap Jack.


"Aku merasakan energi yang familiar di dalam sana" ucap Faisal sembari berjalan ke arah gua.


"Tuan ini berbaya" ucap Jack berusaha menghentikan Faisal.


Namun sayang Faisal tiba-tiba menghilang dan muncul tepat di hadapan segerombolan monster itu.

__ADS_1


"Tunduk atau mati..!" teriak Faisal sembari mengeluarkan aura yang begitu kuat hingga membuat para monster tiba-tiba berlutut ketakutan.


"Tuan apa anda baik-baik saja?" tanya Jack sesaat ia tiba di belakang Faisal ia kelihatan khawatir.


"Ayo masuk" jawab Faisal sembari berjalan menuju gua.


Para monster berbaris sembari berlutut membukakan jalan untuk Faisal.


"Bocah kau kuat cukup hebat" ucap seorang pria dari dalam gua, suara itu sangat berat dan terdengar mengerikan.


Mendengar itu langkah kaki Faisal tiba-tiba terhenti karena semua monster yang awalnya berlutut tiba-tiba berdiri dengan amarah serta niat pembunuh yang pekat.


"Tetap di belakangku" ucap Faisal sembari mengeluarkan pedang di tangannya.


"Menunduk" ucap Faisal.


Jack langsung melakukan perintah Faisal.


Kemudian Faisal menebas dengan santai ke arah para monster.


"Apa yang anda lakukan?" tanya Jack.


"Hanya mengayunkan pedang" jawab Faisal sembari memasukan pedang ke sarungnya.


"Scark..!" seluruh monster di sana terpotong dengan rapi tanpa mengeluarkan darah sedikitpun.


Melihat hal tersebut Jack terkejut hingga menganga.


"Apa yang terjadi" gumamnya.


"Hruuaaaaaaa!" terdengar auman yang sangat keras dari dalam gua.


Suara itu sangat keras dan menakutkan hingga membuat jakc jatuh dan gemetar.


Faisal berdiri dengan percaya diri"jika kau berani maka keluarlah" ucap Faisal sembari menarik pedangnya.


Perlahan keluarlah sesosok naga berwarna putih tubuhnya sangatlah besar bahkan Faisal hanya besar jari kakinya saja.


"Kau terlalu angkuh anak muda, aku Dragon ice raja dari para naga es yang tinggal di daratan ini" ucap naga itu.


"Ini kali pertamaku bertemu dengan naga, aku merasa tersanjung dan merasa tertantang" ucap Faisal sembari tersenyum.


"Aku telah hidup selama 10 ribu tahun dan baru kali ini aku bertemu dengan manusia seangkuh dirimu" ucap Dragon ice.


"Kau adalah penjaga shoul spirit es bukan" ucap Faisal.


"Stum..!" dragon ice memukul Faisal menggunakan ekornya.


"Kau cukup kuat meski dirimu terluka" ucap Faisal sembari menahan serangan dragon ice.


"Akhirnya kau keluar juga Bolunggu"


...****************...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2