
"Terserah saja, aku ingin pulang" ucap Faisal sembari menaruh hp miliknya ke kantung celana.
"Biar ku antar" ucap Jarot.
"Tak perlu aku akan memesan taxi saja" jawab Faisal.
"Bagaimana dengan motornya..?" tanya Jarot sembari menepuk pundak Faisal.
"Besok akan ku ambil ketika ada waktu luang" ucap Faisal sembari berjalan.
"Baiklah aku akan memesan nya dan besok akan siap" jawab Jarot sembari berjalan mengikuti Faisal.
"Apa kau mengetahui informasi mengenai perusahaan tempat tante ku bekerja?" tanya Faisal.
"Aku saja belum bertemu dengan tenta mu, apa nama perusahaannya?" tanya Jarot dengan wajah mengejek.
"Kalau tidak salah namanya itu Puastra" jawab Faisal.
"Aku mengetahuinya, Puastra adalah salah satu perusahaan yang bagus dan cukup terkenal di Bekasi" jawab Jarot.
"Apa yang di jual perusahaan ini?" tanya Faisal.
"Perusahaan ini menjual kosmetik dan juga pakaian" jawab Jarot.
"Ohw.. baiklah aku pulang dulu" ucap Faisal sembari keluar dari gerbang rumah Jarot.
"Yakin tak ingin di antar?" tanya Jarot.
Terlihat Faisal hanya diam dan langsung masuk ke dalam taxi yang menunggu didepan depan.
Taxi pun pergi.
"Bos anak itu sombong, apa perlu di bereskan?" tanya penjaga gerbang.
"Kau membicarakannya lagi maka kau yang akan ku binasakan!" ucap Jarot dengan nada tinggi sembari melototi penjaga gerbang.
"Maaf bos" ucap penjaga sembari menunduk ketakutan.
"Lanjutkan pekerjaan mu" ucap Jarot sembari masuk ke dalam rumah nya.
...****************...
Di dalam taxi.
"Aku sedikit curiga kepada Jarot" gumam Faisal sembari melihat pemandangan dari jendela.
__ADS_1
[Curiga itu wajar karena sikap jarot yang berlebihan kepada anda yang baru di kenal.]
"Itu yang membuatku curiga, ia adalah gangster tidak mungkin hanya bertemu beberapa kali seketika akan akrab" gumam Faisal sembari mengeluarkan kartu ATM yang di berikan Jarot.
"Di lihat dari apa yang ia berikan, dan apa yang ia ceritakan sulit untuk ku mempercayainya" gumam Faisal.
[Host harus lebih waspada agar tidak terkena bahaya dari musuh di dalam selimut.]
"Hmm... bagiamana keadaan di kota salju" gumam Faisal sembari memandang langit yang mulai gelap.
...****************...
Di kota salju.
"Mereka menyerang sangat cepat, kita akan kalah jika seperti ini terus..!" teriak Danieal yang tengah menyerang musuh yang sangat banyak.
Terlihat kota salju di serang oleh puluhan ribu pasukan.
Benteng telah di bangun dan setiap sisi kota telah tertutupi namun tembok itu masih setengah jadi karena kurang tinggi.
Terdengar teriak kesakitan dari para prajurit.
"Aku harus mengakhiri ini semua dengan cepat" ucap Harold sembari menebas ke arah depan mengakibatkan tubuh puluhan orang terbelah menjadi dua.
"Yang mulia sudah tidak sadarkan diri selama empat hari, dan kerajaan Esia tiba-tiba menyerang, walau tak ada master di pasukan mereka tapi ini sangat sulit karena pasukan yang di bawa sangat banyak" gumam Harold sembari terus menebas.
"Tuan pasukan kita kalah jumlah kita harus mundur..!" teriak Danieal sembari menahan serangan musuh lalu menebasnya.
Terlihat ribuan anak panah terbang di atas peperangan yang mengenai kebanyakan prajurit Esia.
"Berlindung...!" teriak Harold sembari melindungi kepalanya dengan jubah miliknya.
...****************...
Singkat cerita matahari mulai terbenam.
Terlihat Harold tengah duduk di tengah hamparan mayat manusia yang tak terhitung.
Terlihat juga Daniel yang tengah berbaring di samping Harold.
"Kita selamat" ucap Danieal yang terlihat kelelahan dengan nafas yang terengah-engah.
"Kau hebat karena dapat bertahan selama 10 jam berperang tanpa henti" ucap Harold.
"Aku memaksakan diri ku, entah mengapa setelah yang mulia berubah aku merasa seakan ingin mengorbankan nyawa ku demi melindungi diri nya" ucap Danieal sembari menatap burung yang terbang di langit sore yang indah.
__ADS_1
"Ia hanya anak-anak, walau sikap nya terlihat bengis dan dewasa sebenarnya di dalam tubuh nya hanya seorang anak-anak saja" ucap Harold sembari memandang sekelilingnya yang di penuhi oleh mayat dan prajurit kota yang tengah di tolong oleh warga desa.
"Anda tau apa yang membuat diri ku kesal?" tanya Danieal.
"Apa itu..?" ucap Harold sembari mengusap wajah nya yang berlumur darah.
"Kerajaan hanya diam saja setelah mendengar berita mengenai yang mulia alex" jawab Danieal.
"Mau bagaimana lagi pangeran Alex hanya seorang anak haram yang ayah nya tidak di ketahui asal usulnya" ucap Harold sembari berdiri dan meregangkan tubuh nya.
"Sebaiknya kau bersiap-siap karena musuh akan menyerang lagi dalam waktu dekat" ucap Harold sembari membuka pakaiannya, terlihat tubuh yang kekar dengan di hiasi luka yang sangat banyak bahkan sulit untuk di hitung.
Danieal terkejut melihat hal itu.
"Pembangunan akan terus berjalan dan akan selesai dalam waktu dua hari lagi" ucap Harold.
"Kita terus membeli budak untuk tenaga kerja, dengan penyergapan ini kita mendapatkan barang rampasan yang akan membantu kita" ucap Danieal sembari berdiri.
"Aku akan menemui Cedric untuk mendiskusikan ini" ucap Harold sembari berjalan.
...****************...
Di kamar Faisal lebih tepatnya di rumah tante Nita.
Kamar Faisal cukup besar dengan desain yang moderen dan kekinian.
Faisal tengah duduk di atas kasur sembari bersemdi.
[Selamat host telah menyelesaikan misi tersembunyi membangkitkan semangat juang bawahan, serta mendapatkan bonus Naim level karena bawahan berhasil membunuh 29.000 pasukan kerajaan Esia yang menyerang hanya dengan total kerugian 100 prajurit tewas. Anda mendapatkan julukan pemimpin yang di sayangi.]
"Apa yang terjadi di sana, apa semua baik-baik saja" ucap Faisal yang terlihat sangat panik mendengar kabar tersebut.
[Bersenang hatilah host karena telah mendapatkan hadiah yang besar yaitu satu kartu pemanggil tingkat emas dan juga 2000 koin emas serta naik ke level Elite menengah.]
"Aku harus segera kembali ke sana, aku khawatir mereka akan celaka jika aku terlambat, system perlu berapa lama lagi untuk energi mu kembali?" tanya Faisal yang terlihat benar-benar panik.
[Karena misi yang di selesaikan system memerlukan dua hari untuk pulih.]
"Duh sulit, lima hari lagi aku harus pergi ke sekolah itu merupakan hari pertama ku masuk SMA, tapi aku harus segera kembali ke kota salju demi keselamatan rakyat dan juga bawahan ku, semuanya menjadi sulit" gumam Faisal yang mondar-mandir karena kebingungan.
"Aku harus segera kembali ke kota salju, lebih baik aku mementingkan mereka karena ini menyangkut urusan nyawa orang yang percaya dengan ku" gumam Faisal yang terlihat kesal.
"Click..!"
...****************...
__ADS_1
Bersambung...