Teleport System

Teleport System
Episode 80 kembali


__ADS_3

"Amerika" ucap Adrianto yang tiba-tiba muncul di belakang Faisal dan Nicho.


Sontak Nicho menoleh ke belakang saat ia menatap mata Adrianto seketika ia langsung menunduk.


"Sebenarnya aku tidak ingin pergi ke Amerika karena itu terlalu jauh dan menurutku juga tidak menarik" ucap Faisal.


"Negara kita sedang tidak aman break dapat terjadi di manapun dan kapanpun, seluruh keluarga akan pundak ke sana termasuk ibu dan juga kakek" ucap Adrianto.


"Tunggu aku takut merepotkan kalian, biaya transportasi ke Amerika itu tidak sedikit dan untuk tempat tinggal juga agak sulit karena aku tak memiliki kerabat yang tinggal di sana" ucap Nicho.


"Kau jangan khawatir semuanya akan di urus oleh keluargaku" jawab Faisal.


"Lagipula aku masih memiliki beberapa puluh miliar di akun bank ku, menampung satu beban tak akan terasa sulit" gumam Faisal.


"Lagipula ayahku juga tak akan setuju dengan keputusan ini" jawab Nicho.


"Ayahmu adalah Susantono dia bekerja sebagai manager di pelabuhan kota Sampit, dan untuk ibumu sekarang ia telah menikah lagi dengan seorang pedagang toko sembako uang cukup sukses karena telah memiliki tiga cabang dan ia tinggal di Cikarang. Aku telah menghubungi ayahmu dan ia mengizinkannya" ucap Adrianto.


Seketika Nicho terdiam kepalanya terasa di rasuki oleh aura hitam yang pekat membuatnya hampir tak sadarkan diri.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Faisal.


"Di luar sedikit dingin aku ingin ke kamar duluan dan pergi tidur" jawab Nicho yang tersadar lalu ia tersenyum sembari berjalan pergi.


Adrianto menatap Nicho dengan curiga.


"Dia temanku dan tak mungkin berhubungan dengan iblis darah" ucap Faisal.


"Kau mengetahuinya, bagaimana menurutmu?" tanya Adrianto.


"Kakek Sen mengatakan jikalau iblis darah tak dapat hidup di bawah sinar matahari sedangkan Nicho tadi siang berjalan bersamaku" jawab Faisal.


"Baiklah lebih baik kau beristirahat karena kau pasti lelah setelah berlatih" ucap Adrianto.


Tiba-tiba Faisal melepas bajunya dan menunjukan tato di punggungnya.


"Wah kau mendapatkan kontraktor tipe burung, burung apa yang kau dapatkan?" tanya Adrianto terlihat bangga.


"Burung ini di sebut Garuda" ucap Faisal bersamaan dengan itu keluarlah sayap berwarna emas dari punggungnya.


Sayap itu sepanjang lima meter dan memancarkan cahaya yang menyilaukan mata.


Adrianto terlihat terkejut sembari ia melindungi matanya dari cahaya yang menusuk itu.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama ayah dan kakek Pur telah berada di samping Adrianto.


Seketika Faisal terbang sangat cepat menimbulkan angin yang sangat kuat hingga membuat tanaman di sekitarnya terbang.


"Kemana dia?" tanya Adrianto kebingungan sembari mencari ke langit keberadaan Faisal.


"Cling" suara pesan di hp Adrianto.


"Aku berada di Paris" ucap Faisal menggunakan pesan suara sembari mengirim foto dirinya tengah berdiri di atas gedung menara Eiffel.


"Sial dia telah berada di Paris" ucap Adrianto sembari memukul kepalanya.


"Hah? baru beberapa detik saja berapa kecepatan terbangnya?" tanya Kakek Pur terlihat terkejut sembari mengambil hp Adrianto.


"Dia memang anakku" ucap ayah dengan bangga.


"Bush..!" suara Faisal yang mendarat sangat keras hingga membuat lubang yang cukup dalam dan besar.


"Anak nakal..! kau menghancurkan halamanku" teriak kakek Pur sembari melesat ke arah Faisal.


"Stup..!" kepala Faisal di pukul hingga menghantam tanah serta membuatnya terpendam ke dalam.


...****************...


Faisal telah berada di kamarnya ia tengah berbaring di kasur sembari menatap langit-langit.


"Dunia memang kejam, hidup hanya untuk mati dan tak ada tujuan lain selain itu" gumam Faisal sembari menutup matanya.


...****************...


Di benua Dump.


Terlihat Faisal bangun di tubuh Alex yang tengah tidur di kasur istana kota Dristia yang megah dan nyaman.


"Akhirnya aku kembali ke dunia ini" ucap Faisal sembari meregangkan tubuhnya.


"System berapa lama aku tidur?" tanya Faisal.


[Kurang lebih dua jam]


"Itu cukup cepat ku pikir akan berjalan selama 6 atau 7 jam karena aku berada di bumi selama 5 hari" ucap Faisal sembari turun dari ranjang lalu ia memakai pakaian yang begitu indah dan gagah.


Setelah itu Faisal keluar dari kamar dan pergi menuju aula istana.

__ADS_1


Ia berjalan dengan penal sembari membenahi pakaiannya yang miring.


...****************...


Sementara itu aula istana telah di penuhi oleh bawahan Faisal seperti Harold, Floki, Danieal, Ralph, Gunnar, Gunner, serta Hjalmar.


Terlihat mereka berbaris di hadapan tahta dengan pakaian rapi dan menawan, selain itu terdapat para penduduk kota Dristia yang berbaris seakan menunggu kedatangan Faisal.


Terlihat Faisal keluar dari pintu yang berada di belakang tahta.


Faisal terlihat kebingungan melihat semua orang yang telah berkumpul dengan pakaian yang rapi dan formal.


Seketika bawahan Faisal berlutut dan menunduk seraya berkata"salam yang mulia raja Alexander" ucap mereka penuh dengan rasa bangga.


Para penduduk mengikuti yang lainya.


[Selamat host telah mendapatkan titel seorang raja karena memiliki dua wilayah yang besar. Host mendapatkan hadiah peningkatan level dari Grand master puncak naik ke level Elder menengah, host di minta untuk memberi nama kerajaan anda.]


Faisal tersenyum lalu duduk di atas singgasana yang begitu megah.


Kemudian ia mengangkat tangan lalu serentak semuanya berdiri.


"Yang mulia nama apa yang akan anda berikan untuk kerajaan anda?" tanya Cedric.


"Atlan" ucap Faisal dengan keras hingga membuat gema di aula.


"Yang mulia raja Alexander sang pendiri dari kerajaan Atlan yang akan berjaya di masa depan" ucap Cedric sembari mengambil sebuah pedang lalu ia berlutut di hadapan Faisal sembari mempertahankan pedang tersebut.


"Aku Cedric siap menjadi pelayan dan budak yang mulia raja hingga akhir hayat saya" ucap Cedric.


Bawahan Faisal yang lain mulai mengikuti Cedric dengan berlutut di belakang Cedric.


Faisal mengambil pedang tersebut lalu menyayat telapak tangannya hingga mengeluarkan darah yang benyak.


"Aku raja Alexander mengangkat tujuh orang di depan ku sebagai bawahan pertamaku, Cedric kau ku beri jabatan sebagai perdana menteri di karenakan kesetiaan serta dedikasi tinggi atas berdirinya kerajaan ini" ucap Faisal sembari mengusap kepala Cedric dengan tangan yang berlumur darah.


"Saya menerima dengan sepenuh hati" ucap Cedric sembari berlutut.


"Ralph ku angkat kau menjadi wakil perdana menteri atas jasa yang telah kau berikan kepada diriku" ucap Faisal sembari melakukan hal yang sama pada Ralph.


"Harold, Floki, Gunnar, Gunner, dan juga Danieal ku angkat kalian menjadi jenderal kerajaan ini" ucap Faisal.


...****************...

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2