Teleport System

Teleport System
Episode 65 kebenaran


__ADS_3

"Ayo kita balas dendam atas apa yang terjadi" ucap Arthur.


"Jangan gegabah, ia memiliki kekuatan yang tak di ketahui bahkan jenderal kedua tak dapat menahan satu pukulannya. Jenderal kedua berada di ranah master" ucap Elisabeth menahan Arthur.


"Kita harus menyusun rencana terlebih dahulu" ucap Albert.


"Aku tidak menyangka seorang Bella menjadi seperti ini" ucap Max sembari memandang Bella dengan jijik.


...****************...


Di bukit dekat ibu kota.


"Apa semua telah siap?" tanya Faisal sembari memandang ibu kota dari atas bukit.


"Kita siap untuk berangkat" jawab Cedric.


"Yang mulia apa anda baik-baik saja?" tanya Cedric.


"Tamparan itu cukup keras namun tak berefek kepada ku" jawab Faisal sembari memegang pipinya.


"Aku akan menemui raja secara personal di kamarnya" ucap Faisal kemudian ia menghilang.


"Sepertinya yang mulia masih merasa terpukul atas kebenaran yang baru terungkap" ucap Cedric.


"Kau benar memergoki seseorang yang kau cintai tengah berhubungan oleh lelaki lain itu sungguh menyakitkan" ucap Harold.


...****************...


Malam setelah acara makan malam di selenggarakan.


"Aku ingin menemui Bella dan memberikan sebuah hadiah kepadanya" gumam Faisal sembari melompat ke atas atap bangunan di ibu kota.


"Aku akan datang secara diam-diam agar menjadi kejutan" gumam Faisal.


...****************...


Sementara itu di ruang kerja jenderal Louis.


"Apa kalian benar-benar ingin bersama?" tanya raja Louis sembari memandang Aden dan Bella yang tengah duduk bersebelahan.


"Benar kami ingin hidup bersama, jenderal kami telah menghabiskan waktu bersama selama di sekolah dan kami telah membuat janji untuk selalu bersama" jawab Aden.


"Crang...!" suara gelas pecah yang di lempar oleh jenderal Louis.


"Bodoh..! mengapa kau tau mengatakannya sebelumnya Bella!" teriak jenderal Louis penuh amarah.


Bella diam menunduk meneteskan air mata.

__ADS_1


"Jika kau mengatakannya atau memberitahu ku aku akan membunuh idiot itu ketika masih di istana, saat ini ia merupakan orang yang berbahaya untuk di usik. Raja Bravogar melindunginya" ucap jenderal Louis.


"Ayah bukannya raja Bravogar juga ingin membunuh Alex, bukanya semua orang di kerajaan ingin membunuhnya karena kehadirannya mencoreng nama baik keluarga kerajaan" ucap Bella penuh emosi.


"Raja Bravogar telah berada di medan perang semenjak ia menjabat sebagai raja, selama ini kabar yang beredar hanyalah hoax dari keluarga Draxler" ucap jenderal Louis.


"Keluarga Draxler berusaha menggulingkan raja Bravogar dengan menghancurkan tatanan pemerintahan kerajaan, kau tau hampir semua penjabat tinggi di kerajaan merupakan keluarga Draxler" ucap jenderal Louis.


"Dan sebuah fakta baru muncul jikalau Duke Douglas ternyata juga melindungi Alex ia adalah satu-satunya pangeran yang di lindungi oleh dua kekuatan besar di kerajaan ini" ucap jenderal Louis.


Bella berlari ke arah ayahnya lalu memeluk kakinya sembari menangis"ayah ku mohon lakukan sesuatu aku tak ingin bersama Alex aku ingin bersama Aden dan menyandang nama besar Graham dari keluarga utama" ucap Bella.


"Aden lakukan apa yang kau inginkan, aku akan berusaha melindungi kalian" ucap jenderal Louis.


"Menarik" gumam Faisal sembari tersenyum dari balik jendela ruang kerja jenderal Louis.


Di malam itu juga ia melihat Bella dan Aden tengah bersetubuh.


...****************...


Saat di istana.


"Ahahaha..! kejadian ini mengingatkan aku pada masalalu" gumam Faisal sembari meminum anggur.


"Yang mulia biarkan kami menghabisi mereka" ucap Harold sembari berlutut di belakang Faisal yang tengah duduk di balkon sembari minum anggur.


"Yang mulia kami akan membantai kekuatan Mufid malam ini juga" Ralph terlihat sedih.


"Kematian bukan sebuah hukuman namun sebuah berkah untuk orang yang berdosa, kita harus fokus dengan tujuan aku hanya sedikit nostalgia saja dengan perasaan ini, aku akan memutus hubungan ku dengan kerajaan ini saat makan perayaan" ucap Faisal sembari tersenyum.


...****************...


Satu tahun lalu di bumi.


"Aku berjanji akan selalu bersama mu" jawab Faisal pada pertanyaan Rizka.


"Aku belum pernah tidur di pangkuan mantanku yang dulu dan ini kali pertama ku" ucap Rizka.


"Wah aku yang pertama sungguh beruntung" ucap Faisal terlihat sangat bahagia.


Sejak saat itu Faisal memilih untuk bekerja agar dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan Rizka selama ia tinggal sendiri di desa.


Setiap harinya Faisal selalu mengantar makanan ke rumah Rizka menggunakan sepeda jarak dari rumah nya itu cukup jauh.


Ia tak memperdulikan cuaca mau itu panas atau hujan ia terobos yang penting Rizka dapat makan.


Hubungan mereka berlanjut hingga satu tahun dan berakhir ketika Rizka pergi menyusul orang tuanya.

__ADS_1


...****************...


Di malam yang sunyi terlihat Faisal tengah duduk di tepi sungai sembari menelpon.


"Mengapa kau tega melakukan ini kepadaku?, bukankah kau hanya ingin kita lost kontak beberapa saat tapi mengapa kau berfoto bersama laki-laki lain" ucap Faisal sembari menangis.


"Kau hanya dapat memberikan luka pada kau hanya bisa menyakiti ku saja, jangan pernah hubungi aku lagi kau yang membuat ku seperti ini" ucap Rizka.


"Aku telah melakukan semuanya untuk mu" ucap Faisal dengan bibir gemetar.


"Aku tak pernah memintanya kau yang melakukannya dengan kemauan mu sendiri" Jawa Rizka kemudian telpon di matikan.


...****************...


Di kamar raja.


Terlihat raja Bravogar tengah duduk termenung sembari memandangi lukisan keluarganya.


"Apa yang sebenarnya terjadi" gumam raja Bravogar.


"Bravogar Graham seorang pangeran yang berdedikasi tinggi untuk melindungi kerajaan, ia adalah iblis untuk musuh-musuh kerajaan dan menjadi malaikat untuk keluarganya" ucap Alex berjalan perlahan mendekati Bravogar.


"Alex apa lagi yang kau inginkan, aku telah mengabulkan keinginan mu" ucap raja Bravogar sembari berbalik.


"Saya tak akan memberitahu kebenaran tentang kematian ibu dan juga saya tak akan memberitahu tentang kebusukan keluarga Draxler, saya datang sebagai keponakan mu yang meminta restu dan izin untuk pergi" jawab Faisal.


"Maka pergilah" ucap raja Bravogar berbalik.


Tiba-tiba Faisal memeluk raja Bravogar" sampai kapanpun kau akan tetap menjadi paman ku dan aku akan selalu mendukungmu ketika ada yang ingin menjatuhkan diri mu" ucap Faisal.


"Ini kali pertama aku di peluk oleh seseorang semenjak kepergian ibu mu" ucap raja Bravogar membalas pelukan Faisal.


"Pergilah dan kejar mimpi mu, aku mohon jangan kau bunuh sepupumu di masa depan nanti" ucap raja Bravogar melepas pelukan.


"Tidak aku hanya akan membuatnya cacat" jawab Faisal kemudian menghilang meninggalkan sebuah buku.


"Anak ini" ucap raja Bravogar sembari mengambil buku tersebut.


Buku harian Bella.


...****************...


Di hutan dekat ibu kota kerajaan.


Terlihat Faisal duduk di atas Dwolf.


"Kita akan mengubah sejarah benua ini" teriak Faisal sembari mengangkat pedang ke langit.

__ADS_1


...****************...


Bersambung...


__ADS_2