Teleport System

Teleport System
episode 93 Bolunggu sang naga es


__ADS_3

Seketika Faisal dan Dragon ice menoleh ke asal suara itu.


Terlihat seorang pria tengah terbang bersama puluhan orang, mereka mengenakan pakaian yang sama seperti sebuah seragam perguruan.


"Hu Jintao bajingan sialan" ucap dragon ice, ia terlihat kesal saat menatap pria tersebut.


"Sudah 2000 tahun kita tak bertemu, aku lari sangat jauh" ucap Hun Jintao alias pria yang berbicara sebelumnya.


"Orang itu berada di level lord, aku pasti akan mati" gumam Faisal sembari menatap Hun Jintao serta ia memegang leher belakang Jack yang tengah pingsan.


[Peringkat terdapat entitas kuat yang tak bisa di lawan host, silahkan lari dari tempat kejadian dan mencari tempat aman!!!.]


"Hei bocah, aku akan memberikan soul spirit es kepadamu jika kau dapat membantuku membunuh Hun Jintao" ucap dragon ice menggunakan telepati kepada Faisal.


Sontak Faisal menatap dragon ice.


Faisal melempar tubuh Jack masuk ke dalam gua.


"Apa yang di lakukan bocah ini?" gumam Hun Jintao kebingungan melihat aksi Faisal.


"Bocah kau dapat pergi dari tempat ini" ucap Hun Jintao.


Faisal berbalik lalu melepas pakaiannya, setelah itu ia mengikat rambutnya yang panjang, terlihat seluruh tato Faisal dengan jelas.


"Tanda itu?" ucap Hun Jintao terkejut saat melihat tato api di kening Faisal.


Faisal tersenyum"kau memiliki bawahan yang kuat mereka berada di level grand master puncak" ucap Faisal.


"Bunuh mereka..!" teriak Hun Jintao.


Seketika bawahan Hun Jintao melesat ke arah Faisal secara bersamaan.


"Aku akan urus bawahannya" ucap Faisal sembari meregangkan otot-ototnya.


"Stank..!" suara pedang Faisal yang beradu dengan pedang 4 orang bawahan Hun Jintao.


"Lumayan" ucap Faisal sembari mendorong pedangnya hingga menebas 4 orang itu menjadi dua bagian.


"Sialan..! murid-murid ku!" teriak Hun Jintao sembari mencoba untuk menyerang Faisal namun sayangnya pukulannya di tanah oleh dragon ice alias Bolunggu.


"Saudara..!" teriak murid Hun Jintao yang lainya penuh emosi kemudian 20 orang menyerang Faisal menggunakan kekuatan spirit mereka.


Sebagian besar mereka menyerang Faisal menggunakan api.


Faisal tersenyum lalu menjentikkan jari.


"Dump..!" suara ledakan yang keras dari tubuh murid Hun Jintao yang memiliki spirit api.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?" gumam Hun Jintao yang kebingungan melihat Faisal yang dapat membunuh murid-murid unggulannya dengan mudah.


Bolunggu dan Hun Jintao saling beradu serangan hingga mengakibatkan ledakan yang dahsyat layaknya perang nuklir.


Faisal kelihatan santai menghadapi murid-murid unggulannya Hun Jintao seakan ia sedang bermain dengan anak-anak.


...****************...


Sementara itu di dalam gua.


Jack mulai sadarkan diri.


"Ah apa yang terjadi?" ucap Jack sembari membuka mata.


"Apa aku sudah mati, ada suara ledakan yang mengerikan di sini" ucap Jack.


Betapa terkejutnya ia saat melihat pertarungan yang begitu mengerikan sedang terjadi tepat di depan matanya, pertarungan yang belum pernah ia lihat seumur hidup.


"Tuan Faisal membunuh master di level Grand master dengan sangat mudah" gumam Jack.


"Bolunggu sebaiknya kau menyerah, kekuatanmu tak lagi setara denganku" ucap Hun Jintao sembari menahan serangan Bolunggu dengan mudah.


"Aku tak peduli ini adalah tugas ku untuk melindungi soul spirit es. Aku akan menyerahkannya kepada orang yang tepat dan orang itu sudah pasti bukan dirimu" jawab Bolunggu sembari terus menghujani Hun Jintao dengan pukulan yang sangat cepat.


Beberapa menit kemudian.


Faisal telah berhasil membunuh semua murid Hun Jintao yang berjumlah 52 orang di level grand master.


Faisal menonton pertarungan Hun Jintao dan Bolunggu yang mulai sengit.


Tiba-tiba Huj Jintao memukul kepala Bolunggu hingga membuatnya terpental ke tanah.


"Kau memang kuat tetapi aku lebih darimu..!" teriak Hun Jintao sembari id mengangkat tangannya ke langit.


"Kami sekte matahari merah akan menghancurkan seluruh naga berserta keluarga bocah bajingan itu" ucap Hun Jintao.


Perlahan terkumpul energi berwarna merah di atas telapak tangan Hun Jintao yang mengarah ke langit, energi itu berubah menjadi api berwarna merah pekat.


Api itu sangat panas hingga membuat es di sekitarnya mencair.


"Apa yang kau katakan tadi!" ucap Faisal penuh amarah.


"Kau anak lacur!" ucap Hun Jintao sembari mengarahkan tangan kirinya ke pada Faisal.


"Bsut..!" bola api melesat ke arah Faisal.


Namun bola itu menghilang ketika berada tepat di hadapan Faisal.

__ADS_1


"Nak pergilah dan selamatkan hidupmu, ia tak mungkin untuk kau hadapi" ucap Bolunggu yang terkapar lemah di tanah yang mulai retak akibat mencair.


Faisal menjentikkan jari, bersamaan dengan itu bola api yang sebesar gedung itu menghilang tanpa sebab.


Tak membuang waktu Faisal mengarahkan tebasan dengan energi penuh ke arah Hun Jintao.


Hun Jintao yang lengah karena ia bingung bola apinya menghilang, akhirnya terkena tebasan Faisal.


"Stup..!" tangannya terputus.


"Energi ku telah habis saat mengeluarkan bola matahari, aku harus kabur dengan kekuatan ku yang tersisa" gumam Hun Jintao sembari memegangi tangannya yang terputus.


Faisal bersiap untuk menyerang kembali dengan kekuatan penuh.


"Aku akan membalas dendam atas semua ini!" teriak Hun Jintao setelah itu ia pergi dengan cepat menuju arah utara.


"Murid-murid ku maaf karena aku gagal melindungi kalian aku akan kembali dan membalas dendam. Rencana penghancur benua Dump sudah harus di lakukan" gumam Hun Jintao sembari ia tebang semakin cepat karena takut.


Tanpa ia sadari energi pedang Faisal mengikutinya.


...****************...


Faisal pun mendarat.


Ia duduk dan bermeditasi.


"Aku mengeluarkan terlalu banyak energi untuk menyerangnya aku harus beristirahat" gumam Faisal.


"Sepertinya kau orang yang baik, dewa api telah memberikan tahtanya untukmu" gumam Bolunggu sembari menatap Faisal yang tengah bersemedi.


"Dengan adanya dirimu, perang penghabisan akan segera terjadi ku harap kau berada di jalan yang benar yaitu jalan kebaikan" gumam Bolunggu.


"Aku telah hidup selama 37 ribu tahun, baru kali ini aku menemukan aura selembut dan semurni dirimu" gumam Bolunggu sembari berusaha mendekat ke arah Faisal.


"Sudah saatnya untuk ku menyusul saudara-saudariku" gumam Bolunggu sembari melingkari tubuh Faisal.


Perlahan tubuh Bolunggu mengeluarkan cahaya putih keemasan yang mana cahaya itu masuk ke dalam tubuh Faisal.


"Bukan karena aku mempercayaimu tapi karena hanya ada dirimu aku melakukan ini"


"Masa depan dunia ini ku serahkan kepada dirimu"


"Aku berkorban demi memudahkan jalan mu menuju puncak dunia, aku memberikan mu anugrah sebagai raja dari pada raja, kaisar dari pada kaisar, dan dewa dari pada dewa di dunia ini. Alexander atau lebih baik ku sebut Faisal ku angkat dirimu sebagai pangeran dari suku naga"


"Tusss...!"


Sebauh cahaya emas dari langit menyinari tubuh Faisal.

__ADS_1


...****************...


Bersambung...


__ADS_2