Teleport System

Teleport System
Episode 112 Peserta lainnya


__ADS_3

"Kau sudah bertemu dengannya" ucap Faisal sembari menepuk pundak Elias.


"Kapan, aku tak di beritahu oleh jenderal Harold atau tuan Cedric" ucap Elias.


"Aku dengar ia hadir di kerumunan para penonton, aku juga sangat mengagumi pemuda itu ia dapat mencapai kesuksesan yang begitu gemilang hanya dalam waktu kurang dari satu tahun" ucap Faisal sembari memberi Elias pisang.


"Kau benar dia memang sangat hebat" ucap Elias bersemangat sembari ia menerima pisang dari Faisal.


"Cukup untuk memujinya mari kita cari poin dan kembali sebagai pemenang" ucap Faisal sembari berdiri.


"Apa kau yakin tidak ingin membunuhku?, aku juga memiliki hitungan poin sebanyak 10" tanya Elias.


"Kau ingin mengetes ku?" tanya Faisal sembari ia berbalik.


"Siapa takut" jawab Elias sembari berdiri.


"Ku beri kesempatan untuk menahan tiga pukulan ku, jikalau kau berhasil aku akan memberikan satu teknik berpedang yang cocok dengan spirit mu yaitu cahaya dan api" ucap Faisal.


"Baiklah aku akan mencoba" jawab Elias.


"Dia berbeda, ku pikir ia akan me jawab dengan angkuh dan meremehkan ku ternyata tidak" gumam Faisal sembari ia mengambil jarak.


"Bersiaplah aku akan melakukan gerakan pertama" ucap Faisal sembari memandang kuda-kuda.


"Tentu saja mari kita mulai" ucap Elias sembari ia memasang kuda-kuda untuk menahan serangan Faisal.


Faisal mengeluarkan jari telunjuk.


[Peringatan Elias akan mati jikalau anda mengeluarkan satu serangan bahkan jiwanya akan hancur dan tak mungkin untuk bereinkarnasi.]


"Tentu saja aku akan menahan serangan ku hingga level elite" gumam Faisal.


...****************...


Sementara itu di stadion.


"Otak anak ini bermasalah, ia berani menantang yang mulia untuk bertarung" ucap Harold khawatir bercampur kesal.


"Apa yang kau maksud Harold" tanya Cedric penasaran.


"Lelaki berambut putih itu adalah yang mulia ia tengah menyamar menjadi peserta agar dapat masuk ke ruang rahasia" jawab Harold.


"Apa pria itu adalah yang mulia, mengapa ia tak menyapa kita sebelumnya" tanya Cedric.


"Yang mulia memiliki alasannya sendiri, aku takut Elias akan di bunuh oleh yang mulia" ucap Harold.


...****************...


Faisal meniup jarinya lalu menebas ke arah Elias.


Tebasan jarinya mengeluarkan sebuah bayangan pedang tipis dan juga kecil hal tersebut membuat Elias kebingungan.

__ADS_1


Semakin dekat semakin membesar, kekuatan yang tak terkira menghantam tangan Elias.


"Dia kuat sekali" ucap Elias sembari ia menahan serangan tersebut dengan sekuat tenaga.


Tak hanya itu Faisal melanjutkan serangan ia memberikan dua serangan sekaligus dengan tipe yang sama.


"Lebih baik aku menghindar" gumam Elias sembari ia mendorong bayangan pedang yang ia tahan sebelumnya.


Satu serangan mengarah tepat ke kepalanya dengan sigap ia langsung menunduk namun sayangnya ia tak melihat serangan yang mengarah ke kakinya alhasil kakinya terkena serangan tersebut.


Faisal terkjut.


"Anak ini memiliki bakat yang menarik" gumam Faisal sembari tersenyum melihat Elias masih bisa berdiri meskipun kakinya terkena serangan yang kuat.


Paha Elias berubah menjadi emas membuat bayangan pedang pecah saat mengenainya.


"Wah kau hebat sekali" ucap Faisal dengan gembira.


"Tulang ku hancur" ucap Elias sebelum ia terjatuh ke belakang.


...****************...


Beberapa saat kemudian.


"Aku dapat mengeraskan seluruh tubuhku dengan cahaya dan kulitku akan menjadi berwarna emas saat aku melakukannya" ucap Elias.


"Itu terlihat seperti haki yang mengeras di permukaan kulit di manga one piece" gumam Faisal.


"Ini lah teknik pedang yang ingin ku berikan kepadamu namanya adalah tebasan ke peremuk, serangan ini tak akan memiliki efek kepada kulit tetapi memiliki efek ke bagian dalam seperti organ dan tulang" ucap Faisal sembari mengeluarkan buku bercahaya emas.


"Ini adalah jurus tingkat mistik" ucap Elias sembari memegang buku tersebut dengan tangan yang gemetaran.


"Sudah sepakat jikalau kau berhasil menahan tiga serangan ku maka kau akan ku berikan jurus, mulai sekarang jurus itu adalah milikmu kau harus merahasiakannya dari semua orang kecuali jenderal Harold atau jenderal Floki serta Cedric" ucap Faisal.


"Mengapa kau mengetahui nama-nama mereka?" tanya Elias dengan curiga.


"Aku pernah bertemu dengan mereka saat di kota salju" jawab Faisal.


"Ohw jadi kau berasal dari kota salju?" tanya Elias.


"Bisa di bilang begitu, cepat bangun aku telah menyembuhkan kakimu kita harus mencari monster untuk mendapatkan poin" ucap Faisal sembari berdiri.


"Selain teknik yang hebat kau juga memiliki kemampuan sebagai dokter, kau berasal dari mana sebenarnya?" tanya Elias sembari berdiri.


"Aku berasal dari bumi" jawab Faisal.


"Daerah mana itu, apa salah satu kota di benua ini?" tanya Elias kebingungan.


"Suatu saat kau akan mengetahuinya" jawab Faisal.


...****************...

__ADS_1


Sementara itu di hutan belantara.


"Cepat lari adiku, pangeran Richard mengincar kita ia tak ingin membunuh monster tetapi membunuh para peserta!" teriak seorang wanita sembari ia berlari.


Wanita itu berlari seakan di kejar oleh sesuatu yang mengerikan ia berlari sambil menangis.


"Kau tak akan bisa lari sayang ku" ucap pangeran Richard di atas pohon sembari ia menjilat pedang berdara serta menatap ke arah wanita sebelumnya.


Wanita tersebut terus berlari hingga akhirnya ia terjatuh akibat batu.


"Aduh" ucapnya kesakitan.


Ia berusaha merangkak untuk pergi.


Namun sayang Richard telah tiba di belakangnya, Richard berjalan perlahan.


Wanita itu semakin ketakutan ia berteriak dengan keras untuk meminta tolong.


"Sayang kau ingin pergi kemana?" ucap Richard sembari memegang pantat wanita itu.


"Sudah lama tak berjumpa dirimu telah menjadi seorang penjahat kelamin mesum" ucap Faisal yang tengah duduk di dshan pohon tepat di atas Richard.


Richard menoleh ke arah Faisal


"Elias habisi orang itu" ucap Faisal.


Belum sempat bereaksi tiba-tiba wajah Richard di hantam oleh tinju menta dari Elias hingga membuatnya terpental cukup jauh.


"Tebas pedang kemudian kau aliri dengan energi api setelah itu kau balut dengan energi emas maka kau akan berhasil menggunakan teknik itu" ucap Faisal.


Tanpa berpikir lama Elias segera melakukan arahan dari Faisal.


"Hia..!" terima Elias sembari melancarkan serangan.


Tebasan Elias mengeluarkan sebuah bayangan pedang berunsur api, api yang di keluarkan cukup kuat membuat pepohonan terbakar sangat cepat.


"Tolong aku, ia memperkosa semua wanita rombonganku sebelum di bunuh" ucap wanita sebelumnya sembari merangkul kaki Elias.


...****************...


Sementara itu di stadion.


"Apa yang di lakukan anak biadab itu, ia mempermalukan ku" gumam raja Bravogar penuh amarah karena semua tamu undangan saling berbisik membicarakan ulah Richard.


Raja Bravogar tiba-tiba berdiri kemudian ia pergi meninggalkan stadion dengan amarah yang memuncak.


"Ayah.." ucap Dalbert sembari mengejar ayahnya.


"Bodoh dasar bodoh" gumam Dalbert mengumpat Richard.


...****************...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2