
Di bawah lubang.
"Akhirnya aku menemukan pintu ini" ucap Faisal merasa lega sembari memandangi sebuah gerbang besar yang memiliki ukiran matahari dan mata di tengahnya.
Faisal mendekat lalu membuka gerbang.
Seketika keluar sebuah cahaya yang sangat terang dari dalam ruangan tersebut.
Terlihat sebuah ruangan yang terbakar oleh ali merah pekat sedikit kehitam-hitaman.
Terdapat sebuah altar di tengah ruangan di atas altar tersebut melayang sebuah bola mata berwarna merah menyala.
"Apa ini neraka?" gumam Faisal sembari berjalan memasuki ruangan.
"Dusk" Faisal terjatuh akibat gravitasi yang sangat kuat.
Dalam sekejap tubuh Faisal basah karena panas yang sangat tinggi dan sangat menyiksa.
"Tubuhku akan hancur" gumam Faisal yang kini menempel di lantai yang terbakar dengan hebat.
"Gunakan tenaga dalam mu untuk melapisi tubuh" ucap Barongan dalam pikiran Faisal.
Faisal segera melakukan hal tersebut setelah itu ia dapat berdiri.
"Aku tak dapat kembali, aku harus mendekat ke mata itu" gumam Faisal sembari berusaha untuk berjalan walaupun sangat sulit.
Tak butuh waktu lama baju zirah Faisal mulai meleleh menyisakan celana panjang yang di buat dengan kain anti api.
Kulitnya mulai memerah.
Saat Faisal telah berhasil melangkah tiba-tiba suhu yang awalnya panas menjadi sangat dingin.
"Mengapa suhu sekarang menjadi sangat dingin" gumam Faisal yang mulai menggigil akibat suhu yang sangat rendah.
Keringat Faisal mulai membeku.
"Ayo kau pasti bisa" ucap Garuda menyemangati Faisal.
"Kau benar, cepat kau harus berhasil" ucap barongan.
Tiba-tiba Faisal mengeluarkan auranya sembari ia berteriak.
Matanya berubah menjadi putih ia berjalan 7 langkah tanpa terhambat, rambutnya melayang nafasnya menjadi berat Faisal seakan mabuk dan kehilangan kesadaran.
Selain itu terlihat pula bekas pijakan kaki Faisal di lantai.
Seketika Faisal masuk ke sebuah dunia berwarna putih yang mana hanya ada seorang pria tua yang tengah menulis di depan Faisal.
"Kau siapa?" tanya kakek itu sembari menaruh kuas nya lalu melirik ke arah Faisal.
"Alexander" jawab Faisal.
"Bukan nama tubuhmu tapi mama jiwa mu" ucap kakek itu sembari memandang Faisal dengan tajam.
__ADS_1
Faisal terkejut"Faisal Handoko bayangkoro itu namaku" jawab Faisal dengan terbata-bata.
Tiba-tiba kakek itu tersenyum" Senartho cucumu tersesat ke dunia ku" gumamnya.
Faisal menunduk.
"Apa tujuanmu masuk ke dalam kuil ini?" tanya kakek itu.
"Terdapat sebuah lubang yang sangat besar dan dalam di kota kekuasaanku, lubang ini dapat mengancam keselamatan warga karena mengeluarkan aura iblis yang sangat pekat" jawab Faisal.
"Aku berusaha untuk menelusuri pusat dari aura iblis agar tak ada korban jiwa" ucap Faisal.
"Kau jujur namun kau menyembunyikan sesuatu, katakan..!" ucap kakek itu dengan santai namun tiba-tiba berteriak sembari mengarahkan aura yang begitu mengerikan kepada Faisal.
"Crak..!" tubuh Faisal hancur.
...****************...
Di cam pelatihan tentara baru kota salju.
Terlihat Akin tengah mengomandoi pasukan berisi 20 orang.
"Kalian merupakan lulusan terbaik dan kalian akan langsung di tugaskan ke kota Dristia yang merupakan tempat tinggal dari yang mulia raja Alex" ucap Akin dengan nada tinggi.
"Di kalian akan melakukan pelantikan prajurit sejati kota salju, ku harap kalian dapat menjadi seorang yang besar di masa depan nanti" ucap Akin sembari berkeliling.
"Ibu aku berhasil, aku akan segera kembali" gumam Elias yang tengah berdiri tegap di barisan depan.
"Aku masih tak menyangka ayah menaruh uang sebanyak 20 silver di dalam tasku" gumam Elias sembari memegangi sakunya.
"Aku hidup di dalam kemiskinan dan aku merasa jikalau ayahku tak pernah menyayangiku bahkan memberi ku karena, ia selalu saja mencaci dan terkadang memukulku itu sungguh terasa menyakitkan" gumam Elias sembari berjalan menuju kamar asrama.
"Aku selalu berlatih seni beladiri sendiri dan tanpa ku sadari aku telah berada di level manusia tinggi ketika aku mendaftar ke dalam militer" gumam Elias.
"Di sini aku mendapatkan perhatian lebih dari para senior karena bakat yang ku miliki, bahkan para pelatih juga memberikanku perhatian lebih" gumam Elias.
"Hei Elias" ucap Akin menghentikan Elias.
Elias berbalik lalu memberi hormat"salam letnan" ucap Elias.
"Pemimpin kota ingin bertemu denganmu" ucap Akin.
"Apa?, tuan Ralph ingin menui ku" ucap Elias terkejut.
"Bakat yang kau miliki menarik minat pemimpin kota ia tertarik untuk mempromosikan dirimu ke tim khusu" ucap Akin.
"Baiklah letnan" jawab Elias terlihat girang.
"Ikuti aku" ucap Akin sembari berjalan.
Elias mengikuti Akin.
"Kau berasal dari keluarga apa?" tanya Akin.
__ADS_1
"Letnan aku tak memiliki marga keluarga, aku berasal dari desa yang miskin" jawab Elias.
"Itu sangat mengejutkan di umurmu sekarang kau telah berada di level warrior yang membuatku terkejut ialah kau belajar secara otodidak" ucap Akin.
"Sebenarnya aku mengikuti gerakan para murid perguruan di desaku, aku mencoba gerakan mereka dan perlahan aku mempelajarinya" jawab Elias.
"Sudah pasti kau adalah seorang jenius, tanpa adanya guru atau mentor kau dapat memahami seni beladiri" ucap Akin.
...****************...
Di kantor milik Ralph.
Terlihat ia tengah duduk sembari membaca sebuah dokumen.
"Kekaisaran mulai mengumpulkan pasukan untuk tujuan yang belum di ketahui" gumam Ralph sembari menaruh berkas dan menatap pintu.
"Clik" pintu di buka kemudian Akin dan Elias masuk.
"Salam pemimpin kota" ucap Akin memberi hormat di ikuti oleh Elias.
"Apa itu orang yang kau maksud Akin?" tanya Ralph sembari berdiri.
"Anda benar" jawab Akin.
"Siapa namamu?" tanya Ralph sembari berjalan perlahan ke arah Akin dan Elias.
Elias kelihatan gugup dan tegang.
"Elias" jawab Elias sembari menunduk.
Ralph memegang pundak Elias membuatnya takut.
"Kau adalah prajurit jangan pernah kau menundukkan kepalamu kecuali kepada jenderal dan raja mu" ucap Ralph.
Seketika Elias menatap mata Ralph.
"Akin ku berikan satu tugas dan kau bawa Elias bersamamu" ucap Ralph sembari berjalan ke arah mejanya.
"Tugas apa itu tuan?" tanya Akin penuh semangat.
"Ada sebuah tempat di antara kota Dristia dan kota salju, tempat itu adalah markas dari sebuah organisasi yang sangat berbahaya mereka merupakan cabang dari organisasi awan hitam" jawab Ralph.
"Organisasi awan hitam, ku dengar mereka adalah organisasi yang sangat berbahaya di karenakan mereka berani secara terang-terangan melawan kekaisaran Terrasen" gumam Elias terkejut.
"Baiklah berapa banyak pasukan yang boleh ku bawa?" tanya Akin.
"Bawa 75 pasukan, kau harus membuktikan jikalau dirimu adalah murid dari tuan Harold" jawab Ralph.
"Tentu saja aku tak akan mengecewakan harapan anda tuan, dan juga aku tak akan mengotori nama guru ku" jawab Akin dengan bangga.
...****************...
Bersambung...
__ADS_1