
Nadia menepis tangan Faisal kemudian ia lari.
"Nadia..!" ucap Faisal dengan keras sembari berlari mengejarnya.
"Biarkan ia lari" Nicho mengentikan Faisal.
Faisal berhenti dan memandangi Nadia yang berlari, Faisal menarik nafas panjang.
"Ini semua salah mu" ucap Faisal sembari berjalan ke arah sebaliknya.
Nicho kebingungan"kenapa bisa jadi salah ku?" ucap Nicho sembari memandang Faisal pergi.
...****************...
Keesokan harinya.
"Apakah aku harus pergi menemui Nadia?" gumam Faisal ia tengah berbaring di sofa sembari ia memandangi kipas yang berputar.
"Aku benar-benar keterlaluan, walaupun aku tidak sengaja tetapi apa yang ku lakukan itu benar-benar jahat" gumam Faisal.
"Aku membatalkan niat untuk membeli kendaraan karena Nadia yang pergi meninggalkan kami kemarin, dan aku sekarang bingung harus melakukan apa" gumam Faisal sembari duduk.
"Tink..!" bell kamar Faisal berbunyi.
Faisal melihat ke arah pintu"siapa itu?" Faisal berjalan menuju pintu.
"Perasaan aku tak memesan apapun"
"Clik"
"Kalian jadi daftar sekolah tidak?" tanya Nadia sesaat setelah pintu terbuka.
Faisal terkejut melihat Nadia ia terdiam menatap Nadia.
Nadia menunduk"kenapa kau menatapku seperti itu, apa ada yang salah di wajah ku?" ucap Nadia dengan malu.
"Ayo kita pergi" ucap Nicho sembari mendorong Faisal keluar.
...****************...
"Aku akan mengajak kalian untuk melihat sekolahnya, jika kalian merasa kurang cocok maka aku akan mencarikan sekolah lain" ucap Nadia sembari berjalan di depan Faisal dan Nicho di pinggir jalan kota yang padat.
"Aku sih tidak ada masalah untuk sekolahnya, yang penting aku lulus SMA" ucap Faisal.
"CK aku tidak bertanya padamu dasar tidak mempunyai tujuan hidup" ucap Nadia dengan kesal.
"Lebih baik kau diam, seharusnya kau merenungkan apa yang telah kau perbuat kemarin" bisik Nicho sembari menepuk tangan Faisal.
"Kalian jadi beli kendaraan atau tidak?" tanya Nadia.
__ADS_1
"Entahlah itu terserah Faisal, aku sudah terbiasa sekolah menggunakan sepeda dan juga berjalan kaki walau terkadang aku menggunakan angkutan umum ketika aku lelah" jawab Nicho.
"Wah kau adalah anak yang rajin, aku yakin kau akan menjadi anak yang sukses di masa depan" ucap Nadia sembari berbalik sembari tersenyum.
"Wah terimakasih" ucap Nicho sembari tersenyum membalas senyuman Nadia.
"Aku ingin membeli mobil, ibu akan marah jikalau aku tidak menjenguknya minggu ini, aku sekalian ingin berkreasi agar otak ku tidak lelah" ucap Faisal.
"Memang ibumu tinggal di mana?" tanya Nadia penasaran.
"Ibuku tinggal di Los angeles" jawab Faisal.
"Wah beruntung sekali ibu mu tinggal di sana, aku ingin pergi ke sana sudah sejak kecil tetapi belum kesampaian" ucap Nadia sedih.
"Kenapa?" tanya Faisal.
"Aku tidak memiliki biaya untuk pergi ke sana, walau aku sudah bekerja part time tetapi aku masih belum bisa ke sana" jawab Nadia.
"Bersabarlah kau pasti akan pergi ke sana suatu saat nanti aku yakin" ucap Faisal.
"Kenapa kau tidak ajak saja Nadia saat kita pergi ke sana" ucap Nicho.
"Aku tidak ingin menimbulkan fitnah" ucap Faisal.
...****************...
Terlihat Faisal tengah duduk di bangku taman sembari menatap danau, ia duduk dengan santai sembari menikmati rokok di temani oleh kopi dan beberapa camilan.
"Suasana di taman ini sangat tenang saat malam hari walau masih terdengar suara kendaraan tetapi ini sempurna" gumam Faisal sembari menghisap rokok.
Terlihat seorang pria yang mengenakan jas panjang serta mengenakan topi berjalan ke arah Faisal, wajah pria itu tak terlihat akibat penerangan jalan yang redup.
Faisal tersenyum saat melihat pria itu"akhirnya datang juga" gumam Faisal sembari menghisap rokok.
"Salam bos" ucap pria itu sembari menunduk.
"Jangan terlalu formal Jarot, mari duduk di sampingku" ucap Faisal sembari membersihkan bangku di sampingnya menggunakan tangan.
"Heheh... tidak perlu aku berdiri saja" jawab Jarot sembari tersenyum.
"Kenapa kau tiba-tiba menjadi seperti ini?, biasanya kau akan menghinaku" tanya Faisal.
"Anda memiliki kekuatan yang besar serta dukungan yang mengerikan, saya hanyalah semut jika di bandingkan anda dan saya merasa tidak pantas untuk duduk di bersama anda" jawab Jarot.
"Itu hanya status saat ini kau tengah berdiri di hadapan Faisal bukan anak dari keluarga Handoko" ucap Faisal.
"Tidak bos saya sudah duduk selama berjam-jam saat pergi ke sini, saya merasa memerlukan untuk berdiri" jawab Jarot.
"Berapa anggota yang kau bawa?" tanya Faisal.
__ADS_1
"Setelah saya hitung saat turun tadi, hanya tersisa 168 anggota saja sisanya meraka berpencar dan memilih untuk keluar dari gang" jawab Jarot.
"Aku ingin membuat gang ku sendiri" ucap Faisal.
"Benarkah?, maka biarkan saya menjadi anggota pertama anda" ucap Jarot penuh semangat.
"Ya keinginan ku memang itu, untuk saat ini kau sampaikan keinginanku ini ke anggota gang mu, setelah itu aku cari tempat tinggal untuk mereka" ucap Faisal sembari mengeluarkan beberapa batang emas dari kantong celananya.
Jarot menerima emas tersebut.
"Apakah itu kurang?" tanya Faisal.
"Ah tidak ini sudah cukup bahkan ini kelebihan" jawab Jarot dengan malu-malu.
"Tapi bos apa yang anda ingin bangun?" tanya Jarot.
"Aku ingin membangun bar serta restoran, dan juga aku ingin membangun hotel serta bisnis lainya" jawab Faisal sembari mengeluarkan tiga batang emas.
"Apakah perlu saya carikan tempat untuk itu?" tanya Jarot.
"Iya tolong ya kau carikan, tapi lebih baik kau carikan tempat tinggal untuk anggota mu yang tersisa mau beli saja perumahan aku akan memberikan uangnya jika kurang" ucap Jarot.
"Untuk membeli perumahan saya memerlukan kehadiran anda" ucap Jarot.
"Untuk apa?" tanya Faisal.
"Bisa di bilang pengetahuan anda tentang bisnis masih minim lebih baik anda ikut agar anda mendapatkan pengalaman secara langsung" jawab Jarot.
"Ide bagus aku akan ikut dengan mu, hubungi saja aku ketika kau telah menemukan tempat yang cocok dan pas" ucap Faisal penuh semangat.
"Baiklah bos saya izin undur diri, anggota ku sedang kelaparan aku akan mencari makanan untuk mereka" ucap Jarot sembari menunduk.
"Baiklah kau boleh pergi, berhati-hatilah aku kemarin di tembak oleh beberapa orang" ucap Faisal.
"Terimakasih bos atas perhatian anda, saya pergi" ucap Jarot kemudian ia pergi.
"Jarot bukanlah orang baik tetapi ia adalah orang yang peduli, aku cukup terkejut ketika melihat sikap nya yang sekarang" gumam Faisal.
[Manusia akan mengubah sifatnya ketika berada di hadapan orang yang lebih kuat, lebih berkuasa, dan lebih kaya.]
"Kau ada benarnya" ucap Faisal sembari berdiri.
"Aku akan pergi tidur, ini sudah malam" ucap Faisal sembari meregangkan tubuhnya.
"Saat di dunia ini dirimu tiba-tiba menjadi lemah sejak kapan diri mu dapat merasakan lelah" tanya Garuda dalam pikiran Faisal.
...****************...
Bersambung...
__ADS_1