Teleport System

Teleport System
Episode 152 berlatih seni misterius


__ADS_3

Pangeran Barsha menepuk pundak Faisal kemudian pergi, tak bergerak Faisal masih berdiri saling bertatapan dengan pangeran Karsha.


"Jiwa mu bukan dari dunia ini" ucap pangeran Karsha sembari berjalan turun mendekati Faisal.


"Apa yang anda maksud yang mulia saya tidak mengerti?" tanya Faisal kebingungan serta penasaran.


"Jiwamu terluka parah hebatnya kau mampu hidup dan mendapatkan kekuatan yang besar, aku akan mengawasi mu" ucap pangeran Raksha sesaat ia melewati Faisal.


Mendengar hal itu Faisal semakin kebingungan dengan dirinya pertanyaan mengenai identitasnya sudah cukup membuatnya frustasi kini di tambah dengan fakta jika jiwanya bukan dari dunia ini ia semakin gelisah saat memikirkannya.


****************


Saat malam hari di kamarnya.


Terlihat Faisal duduk di jendela sembari memegang sebungkus rokok dengan merek asing yang belum pernah ada di bumi.


"Aku membeli barang ini sesaat aku melihatnya di toko, aku merasa jika aku memerlukannya" gumam Faisal sembari mengeluarkan sebatang rokok kretek dan di balut oleh kulit jagung kering.


(Kerajaan Earth melakukan produksi berbagai makanan dan barang seperti mie instan, rokok, parfum, minuman botol dan sebagainya dengan menggunakan bahan seadanya serta kemasan yang terbilang sederhana seperti rokok yang masih menggunakan kulit jagung sebagai pengganti kertas.)


Faisal menghisap rokok itu yang seketika mulai terbakar dengan ajaibnya.


"Apa yang menggangu pikiranmu?" tanya raja Darsa yang seketika muncul di samping Faisal.


"Aku masih memikirkan masa lalu ku yang telah ku lupakan" jawab Faisal.


"Aku harus memanggilmu apa, kau memperkenalkan diri kepadaku dengan nama Faisal namun kau memperkenalkan diri ke publik dengan nama Alexander jadi apa yang harus ku gunakan untuk memanggilmu wahai muridku?" tanya raja Darsa.


"Aku lebih suka di panggil Faisal karena nama itu yang terus melekat di dalam pikiranku" jawab Faisal sembari menghisap rokok.


"Faisal masa lalu adalah bayangan masa depan adalah harapan dan masa kini adalah kenyataan, jangan terlalu sering melihat ke belakang karena kau akan jauh tertinggal oleh orang yang terus berlari ke depan, dan jangan kau berlari terlalu jauh ke depan tanpa kau menikmati apa yang kau dapatkan" ucap raja Darsa.


"Hidup itu tentang menikmati dan mensyukuri apa yang telah di sediakan oleh takdir untuk kita, bukan tentang meratapi apa yang hilang ataupun membayangkan apa yang belum kita dapatkan" tegas raja Darsa sembari mengambil sebatang rokok.


Faisal duduk terdiam sembari memandangi bulan yang bersinar terang"apa yang kau maksud itu bersyukur?" tanya Faisal menatap ke arah raja Darsa.

__ADS_1


"Pahami itu dan aku akan mengajarimu besok" ucap raja Darsa sembari melompat ke bawah.


Kamar Faisal berada di atas taman Laksmi, ia melihat ke bawah dan baru menyadari jikalau ada Laksmi yang tengah duduk di ayunan sembari ia menatap pantulan bayangan bulan dari kolam yang begitu indah.


"Tap tap" raja Darsa berjalan dengan perlahan ke arah Laksmi.


"Pergilah aku membencimu, jangan pernah berpikir jikalau aku akan menerima iblis sepertimu sebagai kekasihmu aku tak akan lupa dengan apa yang terjadi tadi siang" ucap Laksmi ucapnya menghentikan langkah raja Darsa.


Suasana menjadi hening raja Darsa merenung terdiam menatap tanah, Faisal memperhatikan dengan seksama.


"Bukan cuma sekali kak Darsa terlah di tolak ribuan kali bahkan pernah di lempar dengan batu" ucap pangeran Karsha yang tiba-tiba muncul di samping Faisal.


"Aku sering memikirkan mengapa kakak sangat sulit untuk di hentikan saat ia mencintai Laksmi" ucap pangeran Karsha sembari mengambil sebatang rokok.


"Jika cinta telah merasuk ke dalam jiwa maka keraguan dan kesulitan akan sirna dengan sendirinya, karena cinta akan membuatmu buta dan juga tuli" jawab Faisal.


Pangeran Karsha terdiam menghisap rokok dengan nikmat"kerajaan Earth baru di bangun tiga tahun namun mereka dapat menandingi kerajaan yang telah berdiri selama ratusan tahun" ucap pangeran Karsha sembari menatap bungkus rokok.


"Yang akan berkembang bukan orang yang paling lama melainkan orang yang berani mencoba dan mengambil resiko, kerajaan Earth selalu berani menciptakan inovasi hingga mereka dapat berkembang sangat besar dalam waktu yang singkat" ucap Faisal.


"Aku tidak ingat" jawab Faisal.


...****************...


Keesokan harinya.


Di ruang makan istana Aloka yang begitu besar dan juga mewah terlihat semua orang telah berkumpul dan sibuk dengan urusan mereka masing-masing seperti pangeran Raksha yang tengah menandatangani beberapa dokumen untuk pernikahan.


Kemudian pangeran Barsha yang sibuk membersihkan pedang, sedang Faisal ia sibuk membaca sebuah buku.


Di sisi lain istana para pelayan dan penjaga tengah sibuk mempersiapkan pernikahan Faisal dan juga putri Saras yang akan di selenggarakan sangat mewah dan megah.


Terlihat putri Saras menatap Faisal penuh dengan kebencian, raja Darsa menatap kursi kosong yang berada di dekatnya ia menunggu kehadiran putri Laksmi.


Makanan telah di sajikan dan semua orang mulia makan terkecuali raja Darsa yang masih terbawa dengan pikirannya sembari menatap kursi kosong.

__ADS_1


"Kalian akan menikah besok, setidaknya kalian harus berbicara" ucap pangeran Raksha sembari memotong daging.


"Aku tak ingin berbicara kepada rakyat jelata sepertinya" jawab putri Saras dengan emosi.


Tak terpancing oleh ucapan putri Saras Faisal hanya diam dan menikmati makanan yang telah di sediakan.


"Brek!" raja Darsa bangun dan meninggalkan ruangan, semua orang menatap raja Darsa penuh kebingungan.


Raja Darsa berjalan menuju dapur dan menyiapkan makanan ke atas nampan, tak ada pelayan yang berani menggangu raja Darsa.


"Aku benar-benar membenci Laksmi" ucap pangeran Barsha.


"Maka bunuh lah dia apa yang kau tunggu?" tanya pangeran Raksha.


"Meski begitu aku masih mencintai hidupku, setidaknya aku harus mempunya anak sebelum itu terjadi" jawab Barsha.


"Setiap kau melakukan perjalanan kau selalu tidur dengan banyak wanita, apa kau pernah bertanya tentang mereka atau kau mencari tahu tentang keadaan mereka?" ucap pangeran Raksha.


"Mereka yang minta tidur denganku, aku sedang mencari wanita yang dapat mencuri hatiku" jawab pangeran Barsha.


"Kak Raksha apa kau tak berniat ingin mencari istri baru?" tanya pangeran Karsha.


Pangeran Raksha menatap putrinya yang kelihatan marah terlihat dari sendok yang bengkok karena ia remas.


"Hidupku telah cukup bahagia dengan kehadiran putriku, aku mencintai Laras sepenuh hati dan aku tak akan mencari gantinya" jawab pangeran Raksha.


"Kau mengatakan itu karena takut dengan putrimu" ucap pangeran Barsha sembari tersenyum menahan tawa.


"Alex setelah kau menikah seminggu ke depan aku akan mengajakmu masuk ke dalam makan leluhur untuk memberi hormat mungkin kau akan mendapatkan sebuah pencerahan di sana" ucap pangeran Karsha.


Faisal menatap pangeran Karsha kemudian mengangguk.


...****************...


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2