
Seketika Faisal menyentil ranting tersebut.
"Bush"
Ranting itu melesat sangat cepat ke arah peserta yang sebelumnya mengintai Faisal.
Terlihat seperti peserta yang mengintai Faisal tak menghiraukannya.
"Cahaya apa itu?" pikirnya kebingungan melihat cahaya yang mengarah ke kepalanya.
"Stuk.."
Akibat kecerobohan nya ranting tersebut berhasil menghancurkan kepalanya hingga berkeping-keping.
"Saatnya mengumpulkan poin" ucap Faisal sembari ia mengeluarkan pedang tanda waktu berburu tiba.
……………………………
Sementara itu di perbatasan daratan es kematian.
Terlihat seorang pria tengah terbang di atas cam perbatasan tanpa melakukan apapun, hal tersebut membuat para prajurit ketakutan hingga tak ada yang berani mengambil langkah untuk menindak pria tersebut.
Roberto Ardagona jenderal kekaisaran Trassen berdiri di bawah pria itu dengan gagah berani.
"Apa yang kau inginkan?" tanya Roberto dengan nada tinggi.
Dengan perlahan pria itu menoleh ke bawah terlihat sangat mengerikan.
Tanpa aba-aba Roberto segera menebas pria itu hingga menjadi dua bagian.
Tubuh pria itu terjatuh tepat di hadapan Robert.
"Kalian akan hancur" ucap pria itu terus menerus tanpa henti.
"Crak..!"
Roberto menginjak kepala pria tersebut hingga hancur.
"Dia hanyalah boneka pengintai" ucap Roberto dengan kesal.
"Semua kembali ke posisi masing-masing jangan gentar, tetap siaga dan tetap fokus musuh akan menyerang kapan saja kalian jangan lengah!" teriak Roberto sembari ia mengangkat pedang menyemangati para prajurit.
Roberto berjalan menuju tenda yang di mana tiga jenderal lainya telah menunggu untuk melakukan rapat.
Roberto masuk ke dalam tenda.
"Siapa pria itu" ucap salah satu jenderal dengan kulit berwarna hitam sesaat setelah Roberto masuk.
"Pria itu adalah boneka pengintai sepertinya perang benar-benar akan terjadi" jawab Roberto sembari duduk.
"Kita harus melaporkan hal ini kepada para kaisar" ucap pria sebelumnya yang tak lain adalah jenderal kekaisaran EITRA yaitu Abunaka Juka yang merupakan adik dari Kaisar Abuaka.
__ADS_1
Nama:Abunaka Juka
umur:48 tahun
level: Elder menengah
spirit: pasir dan kabut
"Sepertinya memang harus begitu" ucap jenderal kekaisaran Downtown yaitu Tufak.
Nama:Tufak
Umur: 98 tahun
level: Elder puncak
Note: ia merupakan guru sekaligus ayah angkat dari kaisar Olaf Lift menjadi, ia memiliki kebijaksanaan yang begitu tinggi hingga di sebut sebagai orang bijak oleh para kaisar.
"Para bajingan itu lebih mementingkan acara yang tidak berguna padahal kita sedang berada di ambang bencana" ucap jenderal Archa Bjarte yang merupakan adik dari kaisar Thor Bjarte.
Nama:Archa Bjarte
umur: 38 tahun
level: Elder menengah
"Jaga ucapan mu itu Archa, mereka adalah kaisar kau tak pantas menyebut mereka bajingan" ucap Abunaka dengan emosi.
"Apa urusanmu memang benar mereka itu bajingan yang hanya tau memerintah" ucap Archa.
"Sekali lagi kau mengatakan kata-kata kotor kepada para kaisar aku akan membunuhmu" ucap Abunaka semakin emosi.
"Cukup jangan bertengkar kita sedang berada di situasi yang genting persatuan adalah yang terpenting sekarang" ucap Tufak sembari menepuk pundak Abunaka.
"Aku telah memperkirakan jikalau master level lord akan turun tangan dalam perang ini" ucap Roberto.
"Apa yang membuatmu yakin jikalau master level lord akan turun tangan?" tanya Archa.
"Mereka mengirim boneka pengintai, pria yang terbang sebelumnya adalah boneka pengintai boneka itu mengatakan kalian akan hancur berulang-ulang" jawab Roberto.
"Boneka pengintai hanya dapat di kendalikan oleh seorang master yang telah menguasai teknik jiwa dan hanya master level lord saja yang dapat melakukan itu" ucap Roberto.
"Kita tak boleh menunda lagi kita harus mengeluarkan perintah evakuasi terhadap penduduk aku takut mereka akan terkena dampak perang besar kali ini" ucap Tufak khawatir.
"Kita tak memiliki wewenang akan hal itu, kaisar Alfonso kemungkinan besar akan menyetujui usulan evakuasi namun wewenang itu hanya berlaku di kekaisaran ku saja, ini tergantung dengan kaisar kalian masing-masing" ucap Roberto.
"Olaf akan menyetujuinya aku yakin" ucap Tufak.
"Kakak ku juga akan menyetujuinya namun rakyat kekaisaran ku yang akan sulit untuk di bujuk, mereka akan memilih mati dari pada lari" ucap Archa.
__ADS_1
"Ayo kita buat usulan ini dan segera kita kirim, aku tak yakin jikalau kakak ku akan menyetujuinya bahkan ia hanya mengirim 100 pasukan untuk menjaga perbatasan" ucap Abunaka sembari mengambil kertas dan pena.
"Sepertinya kakak mu harus segera di lengserkan, ia telah menjabat terlalu lama bahkan umur ku dan dirinya tak jauh berbeda" ucap Tufak.
"Aku tak dapat melawannya sampai kapanpun ia akan tetap menjadi kakak ku bagaimanapun sikap atau sifatnya itu tak mengubah apapun" ucap Archa.
"Yang penting kau tidak bersikap seperti kakak mu" ucap Tufak.
"Stank..!"
Roberto menangkis tombak yang mengarah kepada Archa.
"Kita di serang" ucap Roberto.
Secara bersamaan empat jenderal mengeluarkan aura mereka hingga membuat tenda hancur.
Terlihat ratusan murid sekte Pedang surgawi sekte tempat Jintao berasal. Ratusan murid itu terbang memenuhi langit siap untuk menyerang prajurit persatuan yang kelihatan panik.
"Setia dari mereka minimal berada di level master kita kalah dalam kekuatan" ucap Tufak sembari terbang perlahan.
"Tufak kau lindungi para prajurit lewat udara aku, Archa, dan juga Abunaka akan memusnahkan orang-orang itu" ucap Roberto.
"Siap" jawab Tufak kemudian ia terbang ke atas para prajurit yeng tengah bersiap untuk berperang.
Tanpa aba-aba Roberto dan Archa memulai serangan.
"Kau pemimpinya?" tanya Roberto kepada seorang pria tua yang berdiri di depan pasukan tersebut.
"Benar" jawanya.
Seketika Roberto menggenggam pedangnya dengan erat dan tiba-tiba muncul kilatan petir dari tangan Roberto memenuhi tubuhnya.
"Fisik dewa petir" ucap pria tua terkejut.
Mata Roberto mulai memutih dan mengeluarkan kilatan petir tak, membuang waktu Roberto segera menebaskan pedangnya ke arah pria tua tersebut dengan cepat.
Terlihat Archa terbang ke tengah pasukan musuh sembari ia mengeluarkan kapak.
"Seribu bayangan..!" teriak Archa.
Dalam sekejap muncul ratusan bayangan Archa yang memenuhi langit dan menyerang seluruh murid sekte Pedang surgawi dengan brutal, para murid tak diam saja mereka mulai melancarkan serangan yang hebat untuk mengcounter bayangan Archa yang menyerang dengan brutal.
"Jangan ambil semuanya sialan!" teriak Abunaka sembari berlari ke bawah murid-murid sekte pedang surgawi yang kelihatan cukup kesulitan melawan bayangan Archa.
Abunaka mengangkat tangan ke langit lalu menarik nya ke bawah bersamaan dengan itu puluhan murid sekte Pedang surgawi jatuh ke tanah.
"Kau kuat anak muda" ucap pria tua sembari menahan pedang Roberto dengan santai.
Roberto terus menyerang pria itu dengan membabi buta namun pria itu dapat menahan serangannya dengan santai dan tepat.
Para prajurit benua Dump dan tiga jenderal lainya memiliki keunggulan namun pertarungan Roberto dan pria tua tidak seimbang.
Roberto yang merupakan jenderal terkuat benua Dump di buat seperti anak-anak oleh pria tua tersebut hal ini membuat tiga jenderal lainya merasa panik dan mereka bergegas untuk menyelesaikan tugas dan membantu Roberto.
__ADS_1
………………………
Bersambung....