
Tanpa mengatakan apapun raja Dasa tiba-tiba berlutut di depan Laksmi.
Semakin takut tubuh Laksmi semakin gemetar, tiba-tiba raja Dasa memegang pergelangan tangan Laksmi dengan lembut.
Laksmi terkejut spontan ia menatap wajah Dasa, dengan perlahan Dasa membersihkan darah yang ada di tangan Laksmi"Jangan kau sakiti dirimu itu membuatku sakit" ucap Dasa dengan lembut sembari ia membalut luka Laksmi dengan perban.
"Kehadiran mu di hidupku juga sudah menyakitiku, jangan sentuh aku!" ucap Laksmi sembari menarik tangannya.
Laksmi berdiri kemudian berjalan menuju kasur.
"Pergi dari sini..!" teriak Laksmi sangat keras dengan suara tinggi bercampur serak.
Dasa terdiam sejenak menatap ke arah Laksmi kemudian ia pergi meninggalkan kamar tersebut.
...****************...
Sementara itu Faisal dan Mateus tengah berpesta minuman di bar.
"Besok kita akan berpisah kita hanya bersama selama setengah hari tetapi perpisahan ini terasa sangat berat" ucap Mateus sembari merangkul Faisal dengan tangan kanan serta ia mengangkat tangan kirinya yang memegang bir ke atas.
Faisal duduk dengan elegan sembari menikmati segelas bir, ia duduk termenung memandangi obor.
"Apakah aku akan berhasil?, aku harus mencari jati diriku, aku merasa kosong seakan aku kehilangan sesuatu yang sangat penting namun aku tak mengetahui apa itu"gumam Faisal.
"Aku kehilangan arti untuk hidup" gumam Faisal sembari meminum bir.
Terlihat di sampingnya Mateus benar-benar mabuk bagaimana tidak ia menghabiskan satu gentong bir sendirian.
"Kau tau aku juga memiliki keluarga" ucap Mateus.
"Di mana mereka?" tanya Faisal.
"Aku memiliki istri dan satu anak, saat ini mereka sudah tiada" jawab Mateus.
"Aku turut berdukacita" ucap Faisal.
"Aku hidup demi mereka, aku berusaha hidup untuk mereka memang berat di saat mereka sudah tiada namun aku memilih tujuan baru setelah mereka pergi" ucap Mateus.
"Apa itu?" tanya Faisal.
"Aku ingin terus hidup untuk mencari banyak cerita agar ketika aku kembali berkumpul bersama dengan mereka aku dapat menceritakannya agar mereka bisa menjadi bangga. Seorang sepertiku bisa menjadi pahlawan" jawab Mateus.
"Kau tak berniat mencari wanita lain?" tanya Faisal.
__ADS_1
"Untuk apa?" tanya Mateus.
"Ya mungkin untuk membuatkan mu makanan, merapikan rumah, atau melayani mu" ucap Faisal.
Mateus tertawa kecil"aku dapat pergi ke restoran untuk mendapatkan makanan dan aku dapat menyewa pembantu untuk membersihkan rumah. Dan juga aku dapat pergi ke rumah bordil untuk mendapatkan pelayanan, semua itu tak berarti jika diriku tak merasakan adanya kasih sayang hanya kepada istri dan anakku aku dapat merasakannya" jawab Mateus.
"Seperti apa istrimu hingga kau memiliki cinta sedalam ini?" tanya Faisal.
"Pada awalnya aku tau merasakan adanya cinta kepada seorang wanita yang di jodohkan kepadaku, seorang wanita sederhana dengan wajah standar bisa di bilang ia tak berpendidikan bahkan ia tak bisa membaca ataupun menulis. Tutur katanya lembut dan ia sangatlah sabar menghadapi laki-laki brengsek sepertiku ia tak pernah melawan kata-kata ku dia selalu saja nurut" ucap Mateus dengan wajah tersenyum ia meneteskan air mata yang membuat Faisal terkejut.
"Aku adalah lelaki brengsek yang tidak pernah mempedulikan perasaanya ataupun kondisinya, aku sering kali memukulnya tanpa alasan aku pernah tak memberinya makanan aku benar-benar brengsek" ucap Mateus sembari memukul-mukul kepalanya.
"Aku tak pernah mengucapkan kata-kata indah untuknya, aku tak pernah memuji makanannya yang benar-benar enak yang ku lakukan hanya menidurinya hanya itu saja" ucap Mateus ia semakin emosional.
"Aku adalah iblis aku yang seharusnya mati dan di siksa di dalam neraka aku yang seharusnya mendapatkan penderitaan" ucap Mateus.
Faisal merangkul Mateus"kau memang brengsek" ucapnya.
"Aku mengetahuinya" ucap Mateus.
"Semua itu adalah masa lalu tak perlu memendamnya semua sudah terjadi jangan kau sesali. Jadikan masa lalu mu sebagai pelajaran agar kau tak melakukan hal yang sama kau telah berjuang sekuat tenaga untuk menembus kesalahanmu dan kau harus terus melakukannya" ucap Faisal memberikan motivasi.
Mateus terdiam.
"Kau sudah terlalu banyak minum" ucap Faisal sembari melihat dua gentong bir di samping Mateus.
...****************...
Di dalam mimpi Mateus.
Di sebuah tanah hijau yang luas di tumbuhi oleh bunga berwarna-warni yang sangat banyak, terlihat seorang ibu dan anak tengah bermain dengan bahagia namun sayang wajah mereka kabur.
"Alea" ucap Mateus sembari berjalan perlahan ke arah mereka.
Tangan Mateus gemetar sekaan tak percaya dengan apa yang ia lihat air mata tak kuasa ia tahan.
Mendengar suara Mateus seketika ibu dan anak itu berdiri dan menatap Mateus mereka tak bereaksi hanya berdiri, tiba-tiba mereka menunjuk Mateus.
"Pembunuh...!" teriak mereka sangat keras hingga membuat telinga berdenging suara mereka melengking penuh dengan kemarahan dan rasa benci yang begitu dalam.
Seketika dunia itu pecah layaknya kaca.
"Haaaaaa"
__ADS_1
Mateus terbangun tubuhnya gemetar ketakutan keringat telah membasahi seluruh tubuhnya ia kelihatan seperti seorang yang telah melihat setan.
...****************...
Sementara itu terlihat Faisal tengah terbang menuju kerajaan Aloka kerajaan tempat raja Dasa memimpin.
"Aku telah mendapatkan kabar jikalau di kerajaan Aloka tengah di selenggarakan sebuah perlombaan menarik busur dewa, dan hadiahnya cukup menarik yaitu mendapatkan pangkat yang cukup tinggi di militer" gumam Faisal.
"Aku harus berhasil, dengan menjadi pemenang aku akan memiliki kesempatan untuk mendekati raja Dasa" gumam Faisal.
...****************...
Kerajaan Aloka.
Terlihat ada sebuah taman yang begitu indah di istana Aloka taman tersebut bersama Laksmi terinspirasi dari putri Laksmi.
Taman yang di bangun khusus untuk sang putri di mana semua interiornya di bangun menggunakan bahan yang premium dan juga langka tak hanya itu banyak sekali bunga-bunga langka yang memiliki wangi sangat harum di sana serta tak ketinggalan kupu-kupu, burung, dan bahkan merak bermain dengan riang di taman tersebut.
Putri Laksmi duduk sembari memeluk sebuah belati yang terbuat dari besi dewa berlatih itu adalah hadiah yang di berikan oleh pangeran Ejaan saat pertunangan mereka.
Perlahan Laksmi menoleh ke arah raja Dasa yang tengah berjalan mendekatinya.
Laksmi kelihatan begitu kesal terlihat dari kerutan di dahinya serta sorot matanya yang begitu tajam.
"Jangan mendekat..!" teriak Laksmi sembari menodongkan berlatih tersebut kepada Dasa.
Dasa tersenyum.
"Kau mengetahuinya jikalau tubuhku tak dapat ditembus oleh segala jenis senjata tingkat apapun" ucap Dasa sembari berjalan dengan sombong.
"Jangan mendekat" ucap Laksmi mengancam Dasa dengan menaruh belati di lehernya.
Apa yang di lakukan Laksmi berhasil membuat Dasa berhenti, Dasa melempar sebuah gelang kemudian berjalan pergi.
"Aku mencintaimu bukan karena nafsuku, aku akan menyentuhmu jikalau dirimu mencintaiku" ucapnya sembari berjalan.
...****************...
Bersambung.
Nama: Darsa Wardalaga sering di panggil Dasa
__ADS_1
Umur: 23.000 tahun
Level:????