
"Terdapat semua spesies sapi di peternakan ini" ucap ayah.
"Apa ada Wagyu A5?" tanya Nicho penuh antusias.
"Tentu saja ada bahkan ada Wagyu A6 atau A22" jawab ayah sembari tersenyum menahan tawa.
"Dasar orang tua" gumam Faisal sembari berjalan mengikuti ayah dan Nicho dari belakang serta ia menikmati rokoknya.
"Ada berapa banyak pekerja di peternakan ini?" tanya Nicho.
"Kurang lebih ada 800 orang setiap orang memiliki tugas masing-masing, ada yang memotong sapi lalu memotong kambing, ayam, bebek, dan ada yang memotong bulu domba ada juga yang memeras susunya. Dan tentu ada yang merawat mereka" jawab ayah.
"Wah banyak sekali, kira-kira berapa gaji mereka?" tanya Nicho.
"Di atas gaji UMR tertinggi di Indonesia, aku mendengar ada karyawan yang membeli Honda Civic setelah bekerja tiga bulan di sini" jawab ayah.
Faisal hanya diam dan mengamati ayah dan juga Nicho yang tengah berbicara.
"Barongan aku hampir menguasai teknik ke tiga, apa setelah itu akan ada karakter lain?" gumam Faisal.
"Biarkan menjadi misteri agar kau lebih bersemangat dan termotivasi" jawab Barongan dalam pikiran Faisal.
"Apa isi teknik ketiga?" gumam Faisal.
"Teknik pertama melatih tebasan, teknik ke dua melatih kefokusan, dan teknik ke empat melatih kekuatan tangan. Genggaman penghancur surga itu namanya" jawab Barongan dalam pikiran Faisal.
"Wah nama itu sedikit keterlaluan" gumam Faisal.
"Memang kenyataannya seperti itu, teknik ketiga dapat membuat yang menguasainya menghancurkan surga" ucap barongan dalam pikiran Faisal.
"Lantas mengapa kau mati jika teknik milikmu itu dapat menghancurkan surga?" gumam Faisal.
"Teknik ini bukan milik ku, aku juga mempelajarinya sama sepertimu, dan untuk alasan mengapa diriku bisa mati karena kekuatan yang ku miliki masih kurang kau berada di level yang cukup tinggi untuk usiamu, aku bahkan tak sebanding dengan kekuatan dewa bumi oleh karena itu aku bisa mati tak seperti dewa bumi yang bisa hidup hingga ribuan tahun" jawab Barongan dalam pikiran Faisal.
"Apa Honda Civic, gaji di peternakan ini sangatlah tinggi aku juga ingin bekerja di sini" ucap Nicho terkejut.
"Bisa tetapi kau harus memiliki kekuatan untuk melindungi peternakan ini dari monster" jawab ayah.
"Apa..? jadi aku harus melindungi peternakan dari monster seperti yang menyerang kotaku waktu itu?" tanya Nicho.
"Benar, tetapi monster ini lebih kuat dan lebih mengerikan berbeda dengan monster yang di kota saat break terjadi" jawab ayah.
__ADS_1
"Tidak jadi, lebih baik aku bekerja di kantor pemerintah dengan gaji UMR kemudian menikmati hidup hingga mati" ucap Nicho.
"Ayah kapan kami akan berangkat?" tanya Faisal.
"Mengapa kau terburu-buru apa kau mengejar sesuatu?" tanya ayah.
"Tidak, aku hanya ingin mempersiapkan beberapa barang sebelum berangkat ke Amerika" jawab Faisal.
"Kemungkinan besar minggu depan atau minggu lusa" jawab ayah.
"Apakah keluarga kita akan pergi ke sana semuanya?" tanya Faisal.
"Kakek dan nenek akan tetap tinggal di sini, ibu dan adik-adik mu yang akan ikut untuk tinggal di sana" jawab ayah.
"Aku ingin tinggal sendiri" ucap Faisal.
Tiba-tiba ekspresi ayah berubah yang awalnya senang menjadi datar.
"Baiklah ayah akan mengaturnya" jawab ayah sembari membuka pintu kandang sapi.
"Apa aku akan ikut dengan mu?" tanya Nicho.
"Itu terserah padamu" jawab Faisal.
"Itu wajar, baru kali ini kau di perlakukan seperti keluarga dan dirimu juga belum terlalu dekat dengan mereka jadi itu wajar saja" jawab Faisal dengan santai.
"Apa ayahmu marah ketika kau mengatakan ingin tinggal sendiri, aku melihat ekspresi ayah yang kelihatan murung ketika kau mengatakan itu" ucap Nicho.
"Dia memang seperti itu dan aku yakin ayah pasti mengerti alasan mengapa aku ingin tinggal sendiri" jawab Faisal sembari masuk ke dalam peternakan.
Terlihat ayah tengah berbicara kepada seorang pekerja yang tengah memeras susu sapi.
"Sudah dapat berapa ember?" tanya ayah.
"Bos saya sudah lima ember kurang lebih 10 liter" jawab sang pekerja sembari terus memeras susu sapi.
"Wah itu bagus, baiklah lanjutkan pekerjaanmu jangan terlalu banyak beristirahat harus tetap semangat jangan menyerah" ucap ayah sembari menepuk-nepuk pundak pekerja itu.
Pekerja itu hanya dapat tersenyum dan sedikit tertawa"tentu saja bos" jawabnya dengan terpaksa.
"Nicho sapi betina tidak untuk di potong, di peternakan ini hanya sapi jantan yang di gunakan untuk makanan, jadi kita harus pergi ke gedung pemotongan untuk mengambil daging" ucap ayah ketika Nicho dan Faisal tiba di sampingnya.
__ADS_1
"Baiklah ayah" jawab Nicho.
"Ingat jangan terlalu sering membawa wanita ke kosan mu nanti, ya walaupun sering setidaknya kau menggunakan pengaman jika hamil nanti bahaya" bisik ayah.
Faisal mendorong ayah"kau bicarakan apa" ucap Faisal dengan kesal.
"Berhentilah bersikap dingin kepadaku, dasar cerewet" ucap ayah sembari melanjutkan perjalan.
...****************...
Singkat cerita saat malam hari.
Malam itu terasa lebih ramai oleh canda tawa Nicho dan juga Nabila saat sedang makan.
"Rendang ini enak tetapi ada yang kurang" gumam Faisal sembari memakan rendang serta ia memperhatikan Nabila dan Nicho yang tengah berbicara.
Keluarga yang lain juga sibuk dengan lawan bicara meraka seperti kakek yang sibuk berbicara dengan ayah, ibu dan nenek yang sibuk menyuapi adik-adik Faisal.
Faisal mengeluarkan sebuah serbuk dari penyimpanan system.
"Ini adalah ginseng 1000 tahun yang di haluskan dan di jadikan bubuk di gunakan untuk tambahan obat dan juga bumbu makanan" gumam Faisal sembari menuang sedikit serbuk itu ke makanan nya.
Aroma khas ginseng yang seketika memenuhi seisi ruangan.
"Wah ginseng kau dapat dari mana?" tanya kakek ketika melihat Faisal menaburi makanan nya dengan ginseng.
"Aku di berikan oleh leluhur" jawab Faisal sembari memasukkan sisa serbuk kedalam kantong.
"Wah kau sangat beruntung, aku saja hanya mendapatkan tato, dan hanya dirimu yang mendapatkan barang lain dari kakek pelit itu" ucap kakek.
"Memang sudah takdir aku mendapatkan ini, apa kakek mau mencoba?" tanya Faisal sembari menaruh serbuk ginseng yang di simpan di dalam botol merica.
"Tentu saja" jawab kakek sembari mengambil botol tersebut dengan bersemangat.
"Kau tak ingin memberikan itu ke ayah mu?" tanya ayah dengan sedih.
"Ya itu kau boleh mengambilnya lagi pula aku masih ada banyak" jawab Faisal.
"Ya walau itu sangat langka karena terbuat dari ginseng berumur 1000 tahun tetapi aku masih punya banyak karena Bolunggu menyimpannya di dalam goa" gumam Faisal.
...****************...
__ADS_1
Bersambung.