Teleport System

Teleport System
Episode 42 perekrutan tentara


__ADS_3

"Seni beladiri tingkat surgawi?" gumam Faisal sembari meraba buku tersebut.


"Yang mulia, orang yang menguasai seni beladiri ini di takdirkan menjadi cahaya bagi orang di sekitarnya, nama dari seni beladiri ini adalah breath of the sun. Teman ku menguasainya hingga tingkat dua dan ia memiliki kekuatan di atas ku bahkan jauh di atas ku" ucap Harold.


Faisal menyimpan buku tersebut lalu tersenyum ke arah Harold" terimakasih" ucap nya.


Harold tersenyum ke arah Faisal.


"Ayo kembali" ucap Faisal.


"Boleh" jawab Harold.


...****************...


Keesokan harinya di ruang makan.


Terlihat semua orang duduk bersama untuk makan.


"Bella hari ini kau akan membawa ku untuk berkeliling?" tanya Salsa.


Faisal diam-diam melirik ke arah Salsa karena penasaran.


"Tentu saja, aku akan mengajak mu berkeliling namun, kota ini masih dalam masa pembangunan jadi tidak ada hal spesial" jawab Bella.


"Tentu saja tak ada hal yang spesial di kota ini apa lagi pemimpin kota ini adalah idiot" ucap Salsa meledek sembari tersenyum dan menatap Faisal dengan rendah.


Seketika Harold, Floki, Danieal, dan juga Cedric menatap tajam ke arah Salsa dengan niat pembunuh.


"Breet" suara kursi Faisal yang di mundurkan.


Pandangan mereka berempat teralihkan kepada Faisal.


"Aku ingin bermain kuda" ucap Faisal sembari tersenyum.


Harold dan yang lainya pun mengikuti Faisal kecuali Cedric.


"Maaf kami pergi duluan putri" ucap Cedric dengan sopan.


Kemudian Cedric pergi mengejar yang lainya.


Bella terlihat kebingungan.


"Salsa, berhentilah mengejek pangeran Alex di, aku tau dia memang memiliki kekurangan tapi tolong jangan kau katakan di depannya ia pasti akan terganggu" ucap Bella sembari menaruh sendok dan garpu ke atas piring.

__ADS_1


"Putri dia adalah sampah dan sampah memang pantas di perlakukan seperti itu bahkan kotoran lebih berharga di banding dirinya" ucap tetua Brox.


Salsa pun tertawa"kau benar dia memang tidak berharga" ucap Salsa.


"Dia juga memiliki status pangeran jadi berilah sedikit rasa hormat kepadanya" ucap Bella yang terlihat marah.


"Tenang lah Bella kamu hanya bercanda, jadi bagaimana menurut mu tentang Kaka ku" ucap Salsa.


"Salsa aku tak tertarik dengannya, aku tak menyukai lelaki yang sombong dan juga arogan dengan status ayah mereka" jawab Bella sembari berdiri.


"Aku hanya bertanya Bella mengapa kau harus marah" ucap Salsa.


"Ayo kita berkeliling" ucap Bella sembari berjalan cepat.


"Bella tunggu aku" ucap Salsa sembari mengikuti Bella.


...****************...


Sementara itu di lorong terlihat Faisal dan yang lainya tengah berjalan.


"Sial ingin ku bunuh wanita ****** itu" ucap Floki yang terlihat jengkel.


Harold hanya diam saja namun ia tak dapat menyembunyikan kemarahannya karena aura hitam menutupi tubuhnya.


"Tenang lah, hanya ucapan wanita saja mengapa harus di pikirkan, ucapannya tak mengubah apapun" ucap Faisal.


"Hingga akhir hayat ku jika bisa namun aku tau suatu saat ia akan mengetahuinya setidaknya saat dia mengetahui tentang hal ini aku memiliki kekuatan yang tak tergoyahkan jadi tak akan ada bahaya di masa depan di akibatkan mulut Bella" jawab Faisal.


"Yang mulia anda selama ini bertindak tanpa ingin repot atau anda selalu melakukan apapun dengan mudah namun mengapa kali ini anda mengambil cara yang sulit dan ribet?" tanya Cedric.⁰


"Anggap saja ini adalah kesenangan ku" jawab Faisal.


"Lagi pula aku tak ingin memberitahu diri nya secara langsung biarkan dia menyadari sendiri" ucap Faisal.


"Saya mengerti" ucap Cedric.


"Kita harus merekrut tentara sesegera mungkin" ucap Faisal.


"Yang mulia aku telah mendapatkan 125 orang dengan bakat yang bagus untuk berlatih, aku mendapatkan mereka dari para budak dan juga beberapa dari warga sipil" ucap Harold.


"Tunggu dulu kita harus membangun sekolah untuk anak-anak" ucap Faisal.


"Sekolah seperti apa yang mulia?" tanya Cedric.

__ADS_1


"Aku ingin membawa peraturan wajib sekolah dari bumi ke kota salju" gumam Faisal.


"Aku ingin anak di usia 4-5 tahun untuk bersekolah agar mereka dapat belajar cara membaca, menulis, dan juga berhitung Selian itu juga akan di tanamkan nilai-nilai norma yang baik" jawab Faisal.


"Wah rencana ini sangat bagus yang mulia, namun apa mereka mampu untuk membayar sekolah nantinya?" ucap Cedric.


"Untuk apa membayar, kita berikan sekolah sebagai salah satu fasilitas kota ini. Aku ingin seluruh orang di kota salju menjadi orang yang berpendidikan" jawab Faisal.


Harold memegang pundak Cedric"lakukan apa yang di inginkan yang mulia, kau harus yakin dengan tuan kita" ucap Harold.


Harold menunduk"baiklah yang mulia saya akan segera memproses tentang masalah sekolah" ucap Cedric.


"Bagus bagus, baiklah Harold aku ingin kau melakukan seleksi lagi untuk semua orang di kota baik itu pekerja ataupun budak kumpulkan dan kau seleksi berikan mereka pekerjaan sebagai tentara denga gaji yang tinggi" ucap Faisal.


"Baik yang mulia" jawab Harold.


"Danieal tolong kau urus mengenai daerah yang akan menjadi tempat tinggal empat suku, mereka akan datang dua minggu lagi setelah melakukan pembersihan" ucap Faisal.


"Apa yang harus di selesaikan yang mulia?"tanya Danieal.


"Bersihkan saja tempat itu dan juga dirikan tenda, empat suku mengatakan ingin membangun tempat tinggal mereka sendiri" jawab Faisal.


"Baiklah yang mulia anggap saja masalah ini telah beres" ucap Danieal.


"Yang mulia bagaimana dengan diri ku?" tanya Floki.


"Aku memiliki projek yang harus kau selesaikan, buat lah senjata ini apa kau mampu" ucap Faisal sembari memberikan gulungan kertas kepada Floki.


Floki pun membuka kertas itu dan ia terlihat fokus saat melihat isi dari kertas itu.


"Anda ingin membuat panah raksasa yang di taruh di atas benteng?" tanya Floki.


"Aku juga ingin membuat katapult dan beberapa senjata lainya" jawab Faisal.


"Yang mulia anda benar-benar jenius, selama ini aku tak pernah berpikir akan membuat senjata ini, senjata ini memiliki daya serang yang tinggi dan juga mudah di arahkan karena serangan lurus ke depan tidak melengkung seperti katapult jadi akurasinya meningkat" ucap Floki.


"Aku juga akan menambah alat yang dapat menembakkan ribuan anak panah secara langsung namun untuk alat itu aku akan membuatnya sendiri" ucap Faisal.


Floki terlihat sangat bahagia.


"Kita kekurangan tentara jika kerajaan Esia menyerang kita akan kalah oleh karena itu aku lebih fokus kepada pertahanan kita agar musuh tidak dapat melewatinya" ucap Faisal.


"Dan juga aku akan membangun parit selebar 30 meter dan sedalam 60 meter di bagian bawah akan di isi kayu tajam yang di tancapkan dan juga air" ucap Faisal.

__ADS_1


...****************...


Bersambung.


__ADS_2