
Malam begitu sunyi karena peraturan di kota Dristia untuk seluruh penduduk untuk tidak keluar lewat jam 9 malam.
Faisal melakukan aksi tepat di tengah malam, dalam sekejap Faisal, Harold, dan Gunnar telah menyapu bersih prajurit yang berjaga di seluruh kota.
Mereka berkumpul di atas atap bangunan dekat cam milliter kota Dristia.
"Bagaimana?" tanya Faisal saat Harold dan Gunnar tiba.
"Prajurit di atas benteng telah musnah tak menyisakan jasad" jawab harold.
"Seluruh prajurit yang berjaga di kota telah menjadi abu" jawab Gunnar.
"Mereka ini orang gila aku hanya menyuruh untuk membunuh tapi mereka malah melenyapkan hingga ke mayat mereka" gumam Faisal.
"Sekarang tujuan kita ada di sana" ucap Faisal sembari menunjuk cam milliter.
"Untuk kali ini jangan kalain bunuh cukup buat mereka pingsan" ucap Faisal.
"Yang mulia saya memiliki racun pelumpuh yang dapat membuat orang pingsan" ucap Harold.
"Baiklah gunakan, kumpulkan para tawanan di satu tempat setelah itu Harold kau jaga para tawanan sedangkan Gunnar ikut aku ke istana kerajaan" ucap Faisal.
"Siap yang mulia" jawab Harold.
Merekapun menghilang.
...****************...
Di cam milliter.
Terlihat beberapa prajurit tengah tengah berkumpul mengelilingi api unggun.
"Selamat tinggal" ucap Harold yang tengah terbang di atas prajurit tersebut lalu melempar beberapa bom asap ke cam militer.
Dalam sekejap cam yang awalnya ramai tiba-tiba menjadi sunyi.
"Saatnya mengumpulkan tawanan" gumam Harold sembari mendarat.
...****************...
"Gunnar kumpulkan seluruh bangsawan bersama dengan kekuatannya, aku akan pergi ke kamar Guilin" ucap Faisal sembari berlari di dalam lorong istana di ikuti oleh Gunnar.
"Siap" jawab Gunnar kemudian menghilang.
"Aku dapat mendengar suara ******* banyak wanita di pintu besar itu, sepertinya itu kamar Guilin" gumam Faisal menambah kecepatan menuju ruangan yang berada di depannya.
"Brak..!" Faisal mendobrak pintu tersebut.
Terlihat Guilin tengah berhubungan dengan lima gadis yang di ikat terbaring di kasur.
Tubuh para gadis di penuhi oleh luka mereka menangis ketakutan, mereka terlihat seperti hewan yang di siksa terlihat Guilin tengah berhubungan oleh satu wanita sembari ia memecut bokong wanita itu.
Wanita itu berteriak kesakitan hingga menangis.
"Bajingan, bahkan dia gak menyadari aku di sini" gumam Faisal, ia terlihat sangat murka melihat pemandangan menjijikan tersebut.
__ADS_1
"Dasar kakek pecinta BDSM..!" teriak Faisal sembari menerjang wajah Guilin yang tengah bergoyang.
...****************...
Beberapa saat kemudian.
Terlihat Guilin duduk di lantai dengan tubuh terikat dan mulut di tutupi oleh kain, tubuhnya di penuhi oleh luka dan darah.
Para wanita berkumpul menutupi tubuh mereka menggunakan selimut, para wanita kelihatan ketakutan.
"Bajingan ini memaksa warga kota untuk melayani nafsunya" gumam Faisal memandang Guilin dengan jijik.
"Ceritakan apa yang sebenarnya di lakukan bajingan ini pada kalian" tanya Faisal.
"Tuan mohon ampuni kami, kami di paksa mohon lepaskan kam" ucap para wanita memohon belas kasih dari Faisal.
"Apa yang terjadi cepat ceritakan" ucap Faisal.
"Kami adalah warga kota yang tak mampu membayar pajak" jawab salah satu wanita.
"Terus" ucap Faisal.
"Setiap keluarga yang tidak dapat membayar pajak maka wanita di rumahnya akan di masukan ke rumah bordir dan juga di berikan ke prajurit untuk melayani mereka. Guilin memilih wanita yang belum pernah di sentuh oleh lelaki manapun seperti kami" jawab salah satu wanita.
Tiba-tiba Harold dan Gunnar muncul di belakang Guilin.
Hal tersebut membuat para wanita tambah ketakutan.
"Taruh seluruh bangsawan di atas benteng tanpa berbusana tak terkecuali wanita atau laki-laki. ikat mereka di tiang salib, dan untuk para prajurit gantung mereka di benteng" ucap Faisal sembari berjalan.
...****************...
Seluruh kota terkejut dengan pemandangan di pagi hari mereka.
Mereka melihat para bangsawan yang sebelumnya menyiksa mereka kini telah terikat tanpa busana di atas benteng kota, selain itu terlihat para prajurit kota di ikat menggantung di dinding kota terlihat seperti hiasan.
Seluruh warga telah berkumpul di depan gerbang kota menonton kejadian tersebut, tak terkecuali para pengunjung yang terdiri dari berbagai kalangan.
Terlihat Faisal tengah duduk di atas pagar benteng sembari memakan apel dan memandangi para penduduk yang kebingungan dan terkejut.
"Yang mulia pasukan akan segera tiba" ucap Harold yang tiba-tiba muncul di samping Faisal.
"Baiklah" jawab Faisal.
Faisal berdiri lalu melompat ke bawah.
"Aaaaa..!" teriak ibu-ibu histeris melihat Faisal yang lompat dari atas benteng.
"Stup..!" Faisal mendarat.
"Mulia sekarang aku adalah pemimpin kota ini, jangan khawatir aku akan mencabut semua peraturan tidak masuk akal yang sebelumnya di buat oleh Guilin dan mencabut pajak kalian selama tiga bulan" ucap Faisal.
Para warga diam tak berbicara seolah tak mempercayai ucapan Faisal.
"Apa ada yang tidak setuju?" tanya Faisal.
__ADS_1
Terlihat seorang pria mengangkat tangan"aku tidak setuju" ucapnya sembari maju menghampiri Faisal.
"Kenapa kau tau setuju" tanya Faisal.
"Aku adalah bangsawan kerajaan dan kau berani melakukan tindakan keji ini" ucap pria itu.
"Apa kau bodoh" ucap Faisal.
"Cepat serahkan diri dan lepaskan walikota Guilin" ucap pria itu.
"Apa otak mu bermasalah?" tanya Faisal.
"Siapa yang tak setuju cepat maju" ucap Faisal.
Terlihat belasan bangsawan maju.
"Mereka adalah para bangsawan" gumam Faisal.
"Scrak..!" seluruh kepala bangsawan itu terpenggal.
Serentak warga kota mundur ketakutan lalau mereka bersujud meminta ampun.
"Kerjakan pekerjaan kalian dan jangan pedulikan apa yang terjadi..!" teriak Faisal sembari mengeluarkan auranya membuat seluruh warga tertekan hingga pingsan.
...****************...
Saat malam hari.
Seluruh pasukan kavaleri telah memasuki kota dan mulai melakukan pembersihan seperti pembunuhan bagi para penjahat dan preman.
Membersihkan kota yang awalnya sangat kotor karena sistem sanitasi yang sangat terbatas.
Faisal memerintah prajurit untuk membangun toilet di istana serta memberikan istana hingga bersih.
"Kota ini besar dan memiliki penghasilan yang tinggi namun, kota ini sangat kotor dan terbilang kota yang rusak" ucap Faisal yang tengah berdiri di benteng sembari memperhatikan kota.
"Anda benar sistem sanitasi di kota ini belum berjalan, bahkan kebanyakan orang buang air di sudut kota hingga tak jarang di temukan kotoran di pinggir jalan" ucap Cedric sembari menulis di buku.
"Yang mulia saya mendapatkan pesan dari tim pengintai" ucap Ralph.
"Bacakan" jawab Faisal.
"Tim pengintai telah melihat ribuan pasukan kerajaan Esia berjalan menuju kota Dristia, mereka berjumlah 20 ribu pasukan yang terisi atas 15 ribu infantri, 5 ribu kavaleri. Mereka akan tiba di kota besok pagi" ucap Ralph.
"Kau sudah mengetahui alasan aku membawa pasukan?" tanya Faisal.
Ralph tersebut dan tertawa.
Floki menghampiri Faisal.
"Yang mulia katapult telah selesai di rakit" ucap Floki.
"Ahahahah... kalian akan segera binasa, 20 ribu pasukan di pimpin oleh dua jenderal tingkat dua, mereka berada di level grand master" ucap bangsawan yang terikat di tiang salib.
...****************...
__ADS_1
Bersambung...