
[Host terluka melakukan penyembuhan.]
Floki menarik kembali kekuatannya ia menarik nafas panjang berusaha bersabar.
"Baiklah lanjutkan aku siap..!" teriak Faisal yang telah berdiri tegak.
"Hahaha..! Gunner senang" tawa Gunner menggema hingga jauh.
Seketika Gunner melesat ke arah Faisal dengan kecepatan yang sangat tinggi hanya terlihat bayangannya saja.
"Gunner merupakan manusia setengah raksasa, ia merupakan orang paling kuat di antar empat kepala suku ia merupakan kepala suku paling tau hampir 90 tahun umurnya, dan juga sedikit lagi ia akan naik ke arang Elder awal" ucap Ralph dengan sombong.
Floki menatap Ralph dengan sinis"Asal kau tau pencapaian itu dapat di raih oleh pangeran hanya dalam waktu satu atau dua tahun bahkan hanya beberapa bulan jikalau beliau niat" ucap Floki membalas Ralph.
Faisal terkejut tiba-tiba Gunner telah muncul di hadapannya, Gunner siap untuk memukul "Dia sangat cepat aku tak dapat menandinginya" gumam Faisal sembari berusaha menangkis serangan tersebut namun gagal, dadanya terkena pukulan membuatnya terpental hingga jauh.
Faisal batuk darah" pandangan ku kabur" gumam Faisal yang mulai kehilangan kesadaran.
[Host terluka parah melakukan penyembuhan.]
"Ini baru tes pertama, aku harus bisa melewatinya" gumam Faisal sembari Berusaha untuk bangun.
"Yang mulia apa anda menyerah?" tanya Ralph dari kejauhan.
Faisal berdiri lalu menyapu darah di bibirnya dengan tersenyum"Menyerah adalah kata orang yang lemah, aku tak semudah itu di kalahkan" ucap Faisal dengan bangga.
Tiba-tiba Gunner berada di hadapan Faisal kemudian menendang dari atas.
"Duaks..!" suara kaki Gunner yang di tanah oleh Faisal menggunakan kedua tangan.
Terlihat kekuatan Gunner begitu besar hingga membuat tanah di sekitar mereka retak dan tubuh Faisal terpendam setengah ke dalam tanah.
"Sudah ku katakan yang mulia pasti akan berhasil" ucap Floki sembari tersenyum ke arah Ralph.
"Aaaaa...!" teriak Faisal sembari mendorong kaki Gunner membuatnya mundur.
"Cepat selesaikan tes ini" ucap Faisal sembari Berusaha untuk bangun.
...****************...
Beberapa jam kemudian.
Terlihat Faisal telah terbaring di tanah dengan pakaian yang di penuhi darah.
"Kau lulus" ucap Gunner dengan nafas yang terputus-putus menandakan ia lelah.
__ADS_1
Faisal memandang langit dengan lega.
[Selamat yang mulia mendapatkan bakat ketahanan, ketahanan terhadap pukulan,tendangan, dan yang berkaitan meningkatkan 5 kalilipat, ketahanan atas sihir meningkatkan 2 kalilipat, ketahanan akan meningkatkan 10 kalilipat. Hadiah karena mendapatkan bakat pertama, satu teknik pengolahan tubuh tingkat mistik tubuh 6 unsur.]
"Sangat memuaskan" ucap Faisal kemudian ia menutup mata.
"Ayo yang mulia kau harus bersiap untuk tes berikutnya besok" ucap Floki sembari menggendong Faisal ke pundak.
"Ayo pergi ke rumah yang sudah kami siapkan untuk kalian" ucap Ralph.
"Di mana tempatnya?" tanya Floki.
"Mari ikuti aku" jawab Ralph sembari berjalan.
Floki pun mengikuti Ralph.
Terlihat Gunnar berjalan mendekati Gunner yang terlihat kelelahan.
"Kau menggunakan seluruh kekuatan mu?" tanya Gunnar sembari menepuk pundak Gunner.
Gunner menatap wajah Gunnar yang tengah melihat ke arah langit yang mulai gelap"Gunner kelelahan, bocah itu kuat" jawab Gunner sembari berdiri.
Gunnar tersenyum" Bahkan diri ku tak akan bisa bertahan jikalau berada di posisinya" gumam Gunnar.
"Dia anak yang hebat" ucap Gunnar sembari mengulurkan tangannya ke arah Gunner.
...****************...
Di istana kota salju.
Terlihat Cedric dan Hagen baru tiba di sana.
"Hagen terimakasih karena telah mengantar ku hingga ke istana" ucap Cedric berterima kepada Hagen.
"Tuan Cedric kau tak perlu sungkan, senang dapat membantu mu" jawab Hagen sembari tersenyum.
"Baiklah kau mau mampir..? biar ku siapkan teh dan juga beberapa cemilan, atau kau mau makan" tanya Cedric sembari tersenyum dengan lembut.
Hagen membayangkan meminum teh dan seketika ekspresinya berubah seakan jijik"Ah tidak perlu tuan Cedric, aku akan segera kembali ke desa karena aku hanya di izinkan mengantarkan anda saja. Saya pamit" ucap Hagen dengan buru-buru kemudian ia pergi.
"Loh.. ada masalah apa hingga ia terburu-buru, perasaan tadi santai saja" gumam Cedric yang kebingungan dengan tingkah Hagen.
...****************...
"Sial teh itu rasanya tidak enak, hanya pahit saja lebih baik aku minum air putih di banding meminum teh" gumam Hagen sembari melompat dari satu rumah ke rumah yang lain.
__ADS_1
...****************...
Saat makan malam.
Di ruang makan istana kota salju.
Terlihat Cedric, Harold, Daniela, dan juga Bella tengah makan bersama.
"Maaf, kemana Faisal pergi?" tanya Bella yang sebelumnya terus mencari Faisal.
"Putri, yang mulia pangeran tengah melaksanakan pekerjaan diplomatik yang harus di selesaikan olehnya sendiri, kami tak dapat mewakili namun anda jangan khawatir putri pangeran di temani oleh orang yang kuat pangeran pasti akan baik-baik saja" jawab Cedric dengan lembut.
"Apa Faisal benar dapat melakukannya, mengapa kalian tidak memberitahuku aku akan mendampinginya aku adalah tunangannya" ucap Bella.
"Yang mulia tidak ingin menggangu anda beristirahat, yang mulia mengatakan jika tak ingin menggangu anda yang baru tiba setelah melakukan perjalanan yang begitu panjang" ucap Cedric.
Bella diam menunduk"Seharusnya aku menjaga Faisal tidak seperti ini, dia sedang berjuang di luar sana" gumam Bella yang terlihat sedih.
"Putri anda jangan khawatir yang mulia pangeran sudah dewasa walau sedikit kekanak-kanakan namun kau harus yakin jikalau ia dapat melakukan semua tugas nya" ucap Cedric menenangkan Bella.
"Aku takut dia akan di lukai atau di manfaatkan oleh orang jahat" ucap Bella meneteskan air mata.
...****************...
Sementara itu orang yang di khawatirkan.
"Wah wanita itu cantik bukan" ucap Faisal yang duduk sembari menonton para wanita menari.
"Yang mulia anda lihat itu" ucap Floki sembari menunjuk ke arah wanita yang memiliki kulit kecoklatan.
"Iya ada apa" jawab Faisal kemudian ia minum bir yang ada di gelas yang terbuat dari tanduk bison yang besar.
"Dia terlihat sangat cantik" jawab Floki.
"Kau memiliki selera yang cukup unik karena menyukai wanita yang berkulit eksotis" ucap Faisal.
"Di nurwe semua wanita berkulit putih sangat putih, dan aku sudah tak ingat berapa kali aku meniduri wanita-wanita itu. Tapi wanita yang di sana sangatlah **** dan menggoda karena istimewa" ucap Floki yang terlihat mabuk.
"Aku tak dapat mengkritik mengenai seleramu, karena cantik dan tampan itu relatif" ucap Faisal.
{Note: Cantik dan tampan itu relatif jadi jangan insecure di bilang jelek sama seseorang belum tentu kamu jelek di mata orang yang lain lagi}
...****************...
Bersambung..
__ADS_1
saya berusaha semaksimal mungkin untuk up tiga episode setiap hari Jumat sampai Minggu. Tapi tidak janji.